Penyaluran Kredit BRI Tumbuh 9,81% di Triwulan I

Penyaluran Kredit BRI Tumbuh 9,81% di Triwulan I
Pelayanan nasabah Bank Rakyat Indonesia (BRI) (Foto: Istimewa)
Lona Olavia / MPA Selasa, 5 Mei 2020 | 19:43 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com- Wakil Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) Catur Budi Harto menyebutkan, kinerja BRI hingga triwulan I 2020 masih cukup baik dan bisa tumbuh diatas rata-rata perbankan. Aset tumbuh 5,82% year on year (yoy) menjadi Rp 1,28 triliun, kredit tumbuh 9,81% yoy menjadi Rp 884 triliun, Dana Pihak Ketiga (DPK) tumbuh 9,81% jadi Rp 978 triliun, dan loan to deposit ratio (LDR) masih terjaga di 93,9%, CAR 18,23%.

“Di 2020 perbankan optimis perkembangannya lebih baik dari 2019, tapi kita dikejutkan mulai Maret ada perlambatan ke perekonomian Indonesia,” imbuhnya dalam Diskusi Zooming with Primus dengan topik "Jurus Perbankan Hadapi Corona", Selasa (5/5).

Di sisi lain, ia memprediksi rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) akan naik dua kali lipat dari posisi saat ini, jika perbankan tidak melakukan stress test atas pandemi ini. Di BRI, kenaikan NPL sudah nampak pada bulan April. Hal itu sejalan dengan maraknya debitur yang mengajukan restrukturisasi. “Januari-Maret ada kenaikan NPL tapi dikit. April NPL mulai ada, karena restrukturisasi mulai ada,” ungkapnya.

Adapun, BRI sejak 16 Maret telah memetakan nasabah terdampak dan menetapkan kategori nasabah dalam skema relaksasi mulai skala UMKM terkait penurunan omset, hingga segmen konsumer dan korporasi, nasabah yang layak layak restrukrurisasi.

“Per 30 April, BRI sudah restrukturisasi 1,2 juta debitur, total bagi debet Rp 85 triliun. Mikro jumlahnya dari itu 1,1 juta, sekitar Rp 70-an triliun. Kami harapkan proses restrukturisasi akan diselesaikan dengan kapasitas sampai Juni, kita akan selesaikan,” pungkasnya.



Sumber: BeritaSatu.com