BTN Siapkan 1.673 Santri Jadi Pengembang Perumahan

BTN Siapkan 1.673 Santri Jadi Pengembang Perumahan
Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk, Pahala N. Mansury saat acara penandatanganan Nota Kesepahaman tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Riset di Bidang Perumahan di Jakarta, Senin (11/5/2020). ( Foto: Beritasatu Photo/Istimewa )
Mashud Toarik / MT Senin, 11 Mei 2020 | 14:39 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Sebanyak 1.673 alumni santri dari berbagai daerah di pulau Jawa mengikuti pelatihan dan pendidikan bidang usaha properti yang digelar oleh PT Bank Tabungan Negara Tbk (BTN), Masyarakat Profesional Nahdliyin (Nusantara Utama Cita/NU Circle) dan Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI).

Kegiatan bernama BTN Santri Developer ini bertujuan mencetak wirausaha sektor properti khususnya pengembang perumahan baru dari kalangan alumni santri maupun pegiat ekonomi Islam. Program ini dilakukan baik secara online pada 11 – 16 Mei 2020 maupun tatap muka langsung (offline) yang direncanakan setelah pandemi Covid-19.

Direktur Utama Bank BTN, Pahala N. Mansury berharap, kelak setelah mengenyam pelatihan ketrampilan wirausaha di BTN Santri Developer ini para alumni santri dapat menjadi motor ekonomi di pedesaan atau kota kecil khususnya di bidang perumahan.

“Sehingga ke depan, Insya Allah mendukung keberhasilan program Pemerintah dalam penyediaaan perumahan,” kata Pahala N. Mansury saat acara penandatanganan Nota Kesepahaman Bank BTN dengan NU Circle tentang Pengembangan Sumber Daya Manusia dan Riset di Bidang Perumahan di Jakarta, Senin (11/5/2020).

Selain memiliki keterampilan sebagai pengusaha properti yang berkualitas, para alumni santri diharapkan menjadi calon pengembang yang berkarakter. Karena itu NU Circle dan IAEI mengaku mendorong anggotanya untuk mengikuti pelatihan online tersebut sebagai tahap awal dan membuka perspektif untuk menjadikan profesi developer sebagai salah satu pilihan.

Disampaikan pendaftaran pelatihan online dan offline bidang usaha properti tersebut digelar pada 27 April -9 Mei 2020. Tingkat antusiasme mengikuti pelatihan cukup tinggi bahkan melebihi target yang dipasang penyelenggara yaitu sekitar 999 peserta. Para alumnus pondok pesantren yang terjaring pelatihan tersebut minimal berusia 23 tahun.

Para peserta yang sudah menyelesaikan tahapan pelatihan online maupun offline akan mendapatkan sertifikat khusus. Materi pelatihan online diantaranya adalah Tantangan Ekonomi Indonesia dan Peran Sektor Perumahan yang disampaikan oleh Menteri Keuangan yang juga Ketua Umum IAEI, Sri Mulyani.

Materi lainnya mengenai kewirausahaan Islam yang akan diajarkan Rais Syuriah PBNU KH Masdar F. Mas’udi, dan juga materi mengenai Kebijakan Perumahan di Indonesia, yang akan disampaikan oleh Dirjen Pembiayaan Infrastruktur PUPR – Kementrian PUPR Eko Heripoerwanto.

“Kami juga melibatkan pengembang untuk memberikan materi online ataupun pelatihan di lapangan secara langsung, agar para peserta mengetahui bagaimana manajemen proyek perumahan dan bagaimana menjadi developer yang sukses,” kata Pahala.

Sementara pelatihan offline atau pelatihan langsung diselenggarakan selama tujuh hari penuh dengan pemberian materi di kelas selama lima hari, sehari kunjungan ke lapangan (salah satu perumahan yang dekat dengan lokasi pelatihan) dan sehari untuk workshop.

Disampaikan, saat pelatihan langsung tersebut, nantinya peserta akan diperkaya keterampilan mendasar untuk memulai proyek perumahan, mulai dari penyusunan anggaran, rencana bisnis, strategi pemasaran, manajemen proyek dan tata cara pembebasan lahan perijinan, serta pembebasan lahan.

“Semua materi pelatihan offline akan diajarkan oleh Housing Finance Center (HFC) BTN, yang memang sudah berpengalaman memberikan pelatihan kepada para developer muda dan mencetak wirausaha developer,” urainya.

Materi yang diberikan HFC meliputi empat pilar yaitu land, legal, finance dan skillset , empat pilar tersebut dikatakannya penting untuk menjadi developer properti yang kompeten.

Menurut Pahala, dukungan Bank BTN terhadap pelatihan tersebut, sesuai dengan program pemerintah, khususnya pada masa pandemi Covid-19, dengan memberikan pelatihan yang berkualitas kepada masyarakat khususnya pra pekerja agar kelak menjadi wirausaha mandiri atau berkontribusi pada sektor properti di daerahnya.

“Pendidikan dan pelatihan di sektor properti sudah lama menjadi perhatian Bank BTN, karena hal tersebut sesuai dengan visi misi perseroan untuk menjaga sisi supply dan demand di sektor perumahan,” ujarnya.



Sumber: BeritaSatu.com