Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.895

Kurs Rupiah Menguat ke Rp 14.895
Ilustrasi rupiah. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Lona Olavia / MPA Senin, 11 Mei 2020 | 16:05 WIB

 

Jakarta, Beritasatu.com-Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan awal pekan ini, Senin (11/5) ditutup menguat dan terus berhasil berada di bawah titik psikologis Rp 15.000 sejak perdagangan 6 Mei lalu. Berdasarkan data Bloomberg, kurs rupiah terhadap dolar AS ditutup menguat 0,17 persen atau 25 poin ke Rp 14.895 per dolar AS.

Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), rupiah berada di level Rp 14.936 per dolar AS dari akhir pekan lalu di Rp 15.009 per dolar AS.

Selama tahun ini, rupiah telah mengalami fluktuasi yang tajam akibat pandemi Covid-1. Posisi 24 Januari 2020, rupiah berada di level tertingginya di Rp 13.583 per dolar AS dan ada di titik terendahnya pada 3 April Rp 16.430 per dolar AS. Adapun, dari awal April hingga kini tren rupiah terus perkasa nampak jelas.

“Dalam perdagangan sore ini rupiah ditutup menguat tipis di 25 poin di level Rp 14.895 dari penutupan sebelumnya dilevel Rp 14.920. Dalam perdagangan besok rupiah kemungkinan akan menguat di level Rp 14.795-Rp 15.050,” kata Direktur TRFX Garuda Berjangka Ibrahim, Senin (11/5).

Penguatan rupiah seiring dengan langkah Bank Indonesia terus yang terus berupaya untuk menstabilkan mata uang rupiah yang dalam bulan-bulan terakhir ini masih cukup stabil tidak jauh dari Rp 15.000. Selain itu, sejalan dengan langkah pengendalian inflasi dan melakukan koordinasi dengan pemerintah termasuk OJK dan LPS untuk menentukan bauran kebijakan demi menjaga kedaulatan ekonomi. Salah satu bauran kebijakan yang sudah di jalankan adalah penurunan suku bunga dan menjaga inflasi agar tetap rendah dan terkendali.

Sementara, di eksternal, pasar merespon positif setelah rencana beberapa negara untuk mengangkat kuncian yang membatasi penyebaran pandemi Covid-19 meningkatkan sentimen investor. California, Michigan, dan Ohio, tiga negara bagian penting untuk manufaktur AS yang mengambil langkah-langkah untuk memungkinkan pabrik dan beberapa bisnis melanjutkan pekerjaan.

Kemudian di Eropa, toko-toko dan salon rambut sekarang dapat dibuka kembali di Prancis, ekonomi terbesar kedua di zona euro, karena negara itu akan muncul dengan hati-hati dari salah satu kuncian paling ketat di Eropa pada hari Senin.

Banyak negara Eropa lainnya, seperti Denmark, Norwegia, Spanyol, Italia, dan Jerman, juga telah memulai atau berencana untuk mengangkat langkah-langkah penguncian, dan bahkan Inggris, yang sekarang merupakan negara yang paling terpukul di Eropa dalam hal kematian, mengumumkan rencana tentatif untuk mengurangi social distancing. Sterling telah naik sekitar 0,5% sejak Perdana Menteri Boris Johnson mengumumkan langkah-langkah pada hari Minggu



Sumber: BeritaSatu.com