ACP Optimistis Genjot Penjualan di Tengah Pandemi Covid-19

ACP Optimistis Genjot Penjualan di Tengah Pandemi Covid-19
PT Adhi Commuter Properti (ACP), salah satu anak usaha dari PT Adhi Karya (Persero) Tbk (ADHI), tengah mengembangkan proyek mixed use development Royal Sentul Park of LRT City di Sentul, Kabupaten Bogor. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. ACP )
Feriawan Hidayat / FER Selasa, 12 Mei 2020 | 20:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja industri properti mengalami penurunan cukup tajam di tengah merebaknya wabah pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: Adhi Commuter Bidik Dana IPO Rp 2,5 Triliun

Pemberlakuan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk memutus penyebaran virus corona telah membuat banyak kantor marketing tutup dan banyak kegiatan yang harus dilakukan dari rumah dengan memanfaatkan teknologi online.

Kondisi tersebut, kembali memukul sektor properti sekaligus menghilangkan kesempatan maupun potensi penjualan dari beragam produk properti.

Pengamat properti dan CEO Indonesia Property Watch (IPW), Ali Tranghanda, menyatakan, tetap ada potensi khususnya dengan memanfaatkan marketing digital untuk memperkuat branding, positioning, hingga memunculkan keunggulan lainnya dari produk yang digarap.

"Situasi PSBB dengan banyaknya pemasaran offline yang tutup justru harus dimanfaatkan karena sekarang semua orang makin akrab dengan perangkat telekomunikasi atau gadget," kata Ali Tranghada seperti dikutip keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Selasa (12/5/2020).

Baca Juga: Pasar Properti Diprediksi Pulih Tahun Depan

Ali mengatakan, developer harus bisa menggoda pasar dengan produk yang menarik dan komitmen pengembangan yang pasti sehingga bisa menarik pasar.

"Saat ini siapa yang bisa memanfaatkan teknologi digital nantinya akan menjadi pihak yang paling cepat pulih bisnisnya saat pandemi ini bisa diatasi,” tegas Ali Tranghada.

Direktur Pengelolaan Properti PT Adhi Commuter Properti (ACP), Hanif Setyo Nugroho, mengatakan, pihaknya sangat memahami situasi pasar terkait wabah Covid-19.

"Kami melihat wabah corona ini sebagai challenge yang terus kami pelajari untuk penerapan strategi marketing. Salah satunya, melalui channel online atau digital marketing. Kami juga berkomitmen untuk terus mengerjakan proyek-proyek LRT City yang pada tahun ini akan siap diserahterimakan, seperti LRT City-Eastern Green, LRT City-Gateway Park, dan LRT City-Royal Sentul Park. Semuanya tetap berlanjut dengan protokol pekerjaan konstruksi standar penanganan Covid-19,” jelas Hanif.

Baca Juga: ACP Maksimalkan Penjualan Cisauk Point

Hanif menambahkan, beberapa content marketing terus dikembangkan terkait keunggulan produk properti LRT City yang terintegrasi dengan sarana LRT. Misalnya, dengan penayangan video progres proyek hingga memilih unit dan approve secara online yang bisa dilakukan dari rumah.

"Terbukti, sejak mulai adanya wabah ini minat masyarakat untuk proyek-proyek LRT City masih cukup baik. Salah satunya adalah proyek LRT City-Royal Sentul Park yang akan melaksanakan proses serah terima unit pada bulan Oktober 2020 untuk tower pertama sebanyak 1.600 unit," tandas Hanif.

Project Director Royal Sentul Park, Nanang Safrudin Salim, menambahkan, progres yang tetap berjalan saat pandemi ini memberikan keyakinan tersendiri bagi masyarakat dan menghilangkan kekhawatiran untuk konsumen yang sudah membeli.

"Ada beberapa kelebihan khususnya dari progres maupun perkembangan kawasan di proyek LRT City-Royal Sentul Park. Selain proses pembangunan yang terus berjalan, di sini sudah beroperasi pusat kuliner Padi Emas dan tempat wisata Taman Kupu-kupu menyusul akhir tahun ini akan dibuka Mal The Boutique Walk (B-Walk), mal tiga lantai seluas 17.700 meter persegi. Progres ini juga diikuti surrounding-nya yang juga berkembang karena kawasan ini memang akan dijadikan salah satu CBD di Bogor," jelas Nanang.

Baca Juga: Pengembang Berikan Kemudahan Cara Bayar

Menurut Nanang, ada beberapa kelebihan dari produk properti khususnya yang dengan konsep TOD dan yang sudah berprogres hingga siap diserah terimakan seperti LRT City-Royal Sentul Park.

"Salah satunya imbal kenaikan harga yang terus meningkat hingga potensi lain dari perkembangan kawasan Sentul dan sekitarnya yang akan menjadi salah satu CBD di Bogor. Perkembangan kawasan ini juga akan meningkatkan imbal hasil dari pendapatan sewa dengan banyaknya perkantoran maupun potensi dari sektor wisata," tegas Nanang.



Sumber: BeritaSatu.com