Kempupera Gulirkan Program Pamsimas dan Sanimas Senilai Rp 1,120 Triliun

Kempupera Gulirkan Program Pamsimas dan Sanimas Senilai Rp 1,120 Triliun
Program Padat Karya Tunai  Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) dibangun Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Ditjen Cipta Karya untuk menciptakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) di masyarakat.  ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Muawwan Daelami / FER Selasa, 12 Mei 2020 | 22:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera) melalui Ditjen Cipta Karya mengembangkan program padat karya tunai Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Sanimas) untuk menciptakan Perilaku Hidup Bersih Sehat (PHBS) di masyarakat.

PHBS merupakan salah satu upaya mencegah penularan berbagai penyakit, di masa pandemi virus corona atau Covid-19 seperti saat ini. Selain untuk mencegah penyebaran virus corona, program padat karya Pamsimas dan Sanimas juga dimaksudkan untuk mempertahankan daya beli masyarakat di tengah ketidakpastian ekonomi.

"Program infrastruktur kerakyatan atau padat karya tunai sangat penting bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Pembangunan infrastruktur padat karya bertujuan menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan daya beli masyarakat,” ucap Menpupera, Basuki Hadimuljono dalam keterangan tulisnya, Selasa (12/5/2020).

Basuki memaparkan, untuk tahun anggaran 2020 Pamsimas dilaksanakan di 4.717 desa dengan total anggaran program sebesar Rp 1,120 triliun. Program padat karya tersebut dikerjakan 10 orang selama 75 hari sehingga bisa menyerap 47.710 tenaga kerja.

Dalam pelaksanaannya, Pamsimas direalisasikan dengan menyediakan akses air minum aman melalui uji kualitas air, penyediaan sanitasi untuk stop buang air besar sembarangan (BABS) dan mengubah perilaku dengan mengadopsi gaya hidup bersih sehat.

Bukan hanya itu, Program Pamsimas juga menyosialisasikan gerakan cuci tangan pakai sabun (CPTS) dengan menyediakan sambungan kran air dan sabun serta penggunaan masker di lokasi pembangunan Pamsimas seperti Desa Mekarsari, Kecamatan Merbau Provinsi Riau, Desa Sukamerindu, Kecamatan Sukamerindu Provinsi Sumatera Selatan, dan Desa Samustida, Kecamatan Teluk Kramat, Provinsi Kalimantan Barat.

Sementara Sanimas dilaksanakan di 1.028 lokasi dengan total anggaran program sebesar Rp 391 miliar. Sebanyak 15 orang mengerjakan program Sanimas dengan rentang waktu 75 hari sehingga dapat menyerap 15.420 tenaga kerja.

Beberapa kegiatan pembangunan Sanimas di antaranya seperti pembangunan prasarana mandi cuci kakus (MCK), Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Komunal, Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) Kombinasi dengan MCK dan Sambungan Rumah (SR).

Salah satu lokasi pekerjaan Sanimas berlangsung di Kabupaten Lombok Tengah, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Adapaun kegiatannya berupa mobilisasi tenaga fasilitator lapangan, koordinasi dengan dinas terkait di antaranya Dinas Kesehatan dan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman, koordinasi dengan desa, survei lapangan, penyampaian hasil survei ke dinas, sosialisasi tingkat desa dan menyebarkan brosur Sanimas.

Dengan tersedianya sarana air bersih dan air limbah domestik serta pemahaman tentang hidup bersih, Basuki mengharapkan kedua program ini berguna tidak hanya untuk pencegahan penyebaran Covid-19, tetapi juga memperkecil kasus gizi buruk dan stunting.

 



Sumber: BeritaSatu.com