Pelni akan Kembali Layani Penumpang dengan Syarat Tertentu

Pelni akan Kembali Layani Penumpang dengan Syarat Tertentu
Kapal Pelni (Foto: istimewa)
Thresa Sandra Desfika / RSAT Rabu, 13 Mei 2020 | 14:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) (Persero) akan membuka kembali kegiatan operasional untuk mengangkut penumpang dengan syarat tertentu.

Hal tersebut setelah diterimanya Surat Edaran (SE) Ketua Pelaksana Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 No. 4 Tahun 2020 dan Surat Edaran Direktur Jenderal Perhubungan Laut (Dirjen Hubla) No. 21 Tahun 2020.

Direktur Usaha Angkutan Penumpang Pelni OM Sodikin menyampaikan, manajemen saat ini tengah mempersiapkan kembali penjualan tiket bagi penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditetapkan oleh Gugus Tugas. Rencananya kapal akan menuju pelabuhan yang hingga saat ini belum ditutup bagi penumpang.

"Sesuai dengan surat edaran yang telah kami terima, manajemen akan mempersiapkan armada kapal untuk kembali mengangkut penumpang sesuai dengan kriteria yang telah ditentukan menuju pelabuhan di Jakarta, Surabaya, dan Makassar," jelasnya dalam keterangan resmi, Rabu (13/5/2020).

Dia menambahkan, manajemen juga memberlakukan kepada penumpang untuk membawa surat keterangan sehat dari dinas kesehatan maupun kantor kesehatan pelabuhan (KKP) setempat yang menyatakan negatif terpapar Covid-19.

Sodikin menyebutkan, manajemen Pelni pun memastikan bahwa selama kegiatan operasional berlangsung, pelaksanaan protokol kesehatan terkait penyebaran virus di atas kapal akan tetap dilaksanakan serta akan membatasi interaksi antara petugas kapal dan penumpang.

Sementara itu, Kepala Kesekretariatan Perusahaan Pelni Yahya Kuncoro menyebutkan, pihaknya terus menjalin komunikasi dengan pengelola pelabuhan dan otoritas di pelabuhan sehingga pelaksanaan protokol kesehatan dapat lebih diawasi selama kegiatan operasional berlangsung.

"Pelni kini sedang melakukan sosialisasi kepada seluruh cabang dan kapal terkait pelaksanaan ini. Selain itu, kami telah mengatur pembatasan akses bagi penumpang selama berada di atas kapal serta skema jaga jarak antarpenumpang baik itu pada nomor bed ataupun saat pengambilan makan sehingga tetap melaksanakan prosedur physical distancing selama perjalanan," tambahnya.

Yahya menambahkan, sesuai dengan SE Gugus Tugas No 4/2020 dan SE Dirjen Hubla No 21/2020, pelayanan operasional kapal penumpang akan diberikan kepada orang yang bekerja pada lembaga pemerintah, perusahaan swasta atau perusahaan swasta asing yang beroperasi di wilayah teritorial Indonesia yang berkaitan dengan pelayanan pertahanan, keamanan, dan ketertiban umum, pelayanan kesehatan, pelayanan kebutuhan dasar, pelayanan pendukung layanan dasar, dan pelayanan fungsi ekonomi penting.

Selain itu, perjalanan pasien yang membutuhkan pelayanan kesehatan darurat atau perjalanan orang yang anggota keluarga intinya sakit keras atau meninggal dunia juga, serta bagi repatriasi pekerja migran Indonesia, warga negara Indonesia, dan pelajar atau mahasiswa yang berada di luar negeri, serta pemulangan orang dengan alasan khusus oleh pemerintah sampai ke daerah asal.



Sumber: BeritaSatu.com