Cegah Resesi, Basis Konsumsi Masyarakat dan UMKM Harus Diperkuat
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Cegah Resesi, Basis Konsumsi Masyarakat dan UMKM Harus Diperkuat

Minggu, 17 Mei 2020 | 11:44 WIB
Oleh : Herman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com – Untuk mencegah terjadinya resesi ekonomi di tengah ketidakpastian akibat pandemi Covid-19, Institute for Development of Economics and Finance (Indef) mengingatkan pentingnya memperkuat basis konsumsi masyarakat.

Selama triwulan I 2020, konsumsi masyarakat turun dari 5,02 persen (yoy) pada triwulan I 2019 menjadi 2,84% akibat pemberlakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), work from home (WFH) dan lain sebagainya. Penurunan tersebut utamanya pada konsumsi makanan dan minuman, pakaian dan alas kaki, transportasi dan komunikasi serta restoran dan hotel. Kondisi inilah yang paling besar memengaruhi pertumbuhan ekonomi triwulan I 2020 hingga anjlok menjadi 2,97%.

“Perkuatan konsumsi masyarakat tersebut perlu dilakukan melalui peningkatan efektivitas pelaksanaan bantuan sosial pada kelompok masyarakat miskin dan hampir atau rentan miskin, penambahan jumlah bantuan sosial masyarakat, penurunan beberapa komoditas penting pangan dan akses pangan, serta memperkuat solidaritas sosial pada tingkat masyarakat lokal,” kata Direktur Eksekutif Indef, Tauhid Ahmad, Minggu (17/5/2020).

Berkaitan dengan banyaknya program bantuan sosial yang salah sasaran, Tauhid mengatakan perlu perbaikan total Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) secara menyeluruh, keterlibatan Badan Pusat Statistik dalam pendataan DTKS, pembinaan dan pengawasan Kementrian Sosial dalam pendataan yang melibatkan Pemerintah Daerah, perbaikan komunikasi publik dalam bantuan sosial, hingga integrasi seluruh jenis program bantuan sosial.

Sektor UMKM
Fokus pada sektor-sektor terdampak dan UMKM menurutnya jadi hal yang penting untuk dilakukan. Sektor-sektor terdampak paling besar pada triwulan I 2020 yakni industri, perdagangan, pertanian, konstruksi, transportasi dan perdagangan, serta akomodasi makan dan minum.

“Sektor-sektor terdampak inilah yang seharusnya mendapatkan prioritas dalam stimulus dalam bidang perpajakan seperti PPh 21, PPh 25, PPh 22, restitusi PPN dipercepat serta pajak ditanggung pemerintah, maupun di sektor keuangan dalam bentuk restrukturisasi kredit, maupun kemudahan dalam mendapatkan pinjaman dengan bunga rendah,” kata Tauhid.

Menurut Tauhid, UMKM yang berjumlah lebih dari 60 juta pelaku usaha dan sebagian juga dalam kondisi informal merupakan klaster usaha yang paling terdampak. Stimulus fiskal dalam bentuk subsidi bunga sebesar Rp 34,16 triliun untuk UMKM dalam program Pemulihan Ekonomi Nasional menurutnya masih relatif kecil. Sebab peningkatan stimulusi ini sangat penting, mengingat pelaku usaha di Indonesia mayoritas adalah UMKM.

Apalagi Usaha Mikro menyerap sekitar 107,2 juta tenaga kerja (89,2%), Usaha Kecil 5,7 juta (4,74%), dan Usaha Menengah 3,73 juta (3,11%). Sementara Usaha Besar menyerap sekitar 3,58 juta jiwa (Data Kementerian koperasi dan UKM, 2017).

“Dengan porsi 97% tenaga kerja nasional, seharusnya prioritas pemulihan ekonomi perlu diletakkan pada UMKM ketimbang usaha besar. Salah satu hal yang perlu didorong adalah perluasan restrukturisasi kredit bagi UMKM di atas Rp 10 miliar dengan kategori “lancar”. Penting pula meningkatkan akses kredit bagi UMKM di tengah pandemi, mengingat 88,30% persen pelaku usaha mikro dan kecil tidak terakses kredit,” kata Tauhid.

Langkah-langkah lainnya yang menurut Indef penting dilakukan untuk mencergah resesi ekonomi adalah penguatan konsolidasi fiskal, memperkuat likuiditas perbankan, serta kebijakan moneter tetap harus prudent dan terukur .



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 

BERITA LAINNYA

Ralali.com Gelar Gebyar Hasil Tani Bersama Mitra BUMDes Nusantara

Ralali.com berupaya membantu mewujudkan sistem pangan berkelanjutan melalui pemberdayaan hasil tani yang berkualitas.

EKONOMI | 25 September 2021

Saleh Husin Kedatangan Sahabat dari NTT

Managing Director Sinarmas Saleh Husin kedatangan tamu, sahabatnya dari Kupang Nusa Tenggara Timur (NTT).

EKONOMI | 25 September 2021

Berdikari Raih Pinjaman Rp 100 Miliar dari BJB untuk Transformasi Pangan

PT Berdikari (Persero) mendapat fasilitas pinjaman sebesar Rp 100 miliar dari BJB.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Emas Menguat karena Pelemahan Dolar

Harga emas di pasar spot naik 0,2% menjadi US$ 1.746,84 per ons.

EKONOMI | 25 September 2021

Pekan Ini IHSG Naik 39 Poin, Kapitalisasi Bursa Meningkat Rp 91 Triliun

IHSG pada pekan ini periode 13-17 September 2021 naik 39 poin (0,63%) menuju 6.133,246 dari posisi 6.094,873.

EKONOMI | 25 September 2021

Harga Minyak ke Level Tertinggi 3 Tahun karena Ketatnya Pasokan

Brent berjangka naik 84 sen, atau 1,1%, menjadi US$ 78,09 per barel.

EKONOMI | 25 September 2021


Tiongkok Larang Transaksi Cryptocurency, Wall Street Bervariasi

Dow Jones Industrial Average naik 33,18 poin, atau 0,10%, menjadi 34.798,00.

EKONOMI | 25 September 2021

Bursa Eropa Turun Jelang Pemilu Jerman, Investor Fokus Evergrande

Pan-European Stoxx 600 ditutup turun 0,9% dengan semua bursa utama dan sebagian besar sektor di wilayah negatif.

EKONOMI | 25 September 2021

Evergrande Lewati Tenggat Waktu Pembayaran Bunga Obligasi

Batas waktu Evergrande untuk membayar US$ 83,5 juta bunga obligasi dengan mata uang dolar berlalu tanpa komentar dari perusahaan.

EKONOMI | 25 September 2021


TAG POPULER

# Kivlan Zen


# Pilpres 2024


# Covid-19


# Azis Syamsuddin


# Kereta Jarak Jauh



TERKINI
Indonesia Beberkan Strategi Mewujudkan Transformasi Sistem Pangan

Indonesia Beberkan Strategi Mewujudkan Transformasi Sistem Pangan

DUNIA | 7 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings