Ekonom Senior Sebut Butuh Solidaritas Global Hadapi Covid-19
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Ekonom Senior Sebut Butuh Solidaritas Global Hadapi Covid-19

Senin, 18 Mei 2020 | 15:58 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com – Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Faisal Basri mengatakan penanganan virus korona (Covid-19) yang telah menyebar di banyak negara membutuhkan aksi kolektif global. Sebab berbeda dengan perang konvensional yang selalu melahirkan dua kutub yang saling bertentangan, Covid-19 telah menjadi pandemik global yang menjadi musuh bersama.

“Untuk menghadapi Covid-19 ini dibutuhkan global solidarity, negara maju yang memiliki kemewahan membantu negara miskin yang lebih rentan. Kalau tidak, mereka juga akan terkena imbasnya bila terjadi apa-apa di negara miskin, seperti Ebola dan sebagainya,” kata Faisal Basri saat menjadi pembicara dalam ISPE Lecture yang digelar Indef secara virtual, Senin (18/5/2020).

Karenanya, Faisal mengatakan setiap negara perlu menghimpun segala sumber daya dan berbagi data, temuan, pengalaman, dan vaksin untuk percepatan penyelamatan nyawa manusia agar tidak banyak korban yang meninggal seperti kasus Flu Spanyol tahun 1918. Kemudian mencari keseimbangan baru antara interdependency dengan penguatan nation-state.

“Menutup diri bukanlah solusi. Konsolidasi di tingkat nation-state dalam periode transisi, tapi bukan antiasing,” kata Faisal.

Faisal juga melihat akan terjadi perubahan di Indonesia setelah adanya pandemi Covid-19 ini, di mana hubungan negara-buruh atau pekerja-pengusaha di masa mendatang harus semakin erat untuk menjaga jaring pengaman sosial yang lebih kuat.

“Kemudian hubungan pusat-daerah, ini terbukti daerah kuwalahan karena pusatnya maju-mundur, sehingga menimbulkan apatisme, terserah. Karena itu, yang ada di garda terdepan melawan musuh ini adalah daerah. Jadi ke depan justru daerah yang harus kita kuatkan,” kata Faisal.

Yang juga penting menurutnya adalah kembali ke jati diri bangsa sebagai negara maritim, kemudian sumber daya alam untuk menyejahterakan rakyat, termasuk untuk generasi mendatang atau keadilan antargenerasi. “Peluang lainnya adalah penguatan struktur industri, supply chains yang lebih lokal dan kuat,” imbuhnya.

Tumbuh Minus 1,5%

Sementara itu, Dana moneter internasional (IMF) telah memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 ini akan mencapai 0,5%. Namun pada 2021 mendatang, ekonomi Indonesia diprediksi akan langsung pulih dengan pertumbuhan hingga 8,2%. Begitu juga dengan ekonomi dunia yang diprediksi akan -3% di 2020, tetapi akan naik menjadi 5,8% di 2021.

Faisal Basri menilai prediksi IMF ini tak masuk akal. Sebab diperkirakan pada tahun depan ekonomi Indonesia masih akan berat sebagai dampak sisa dari pandemic Covid-19. Proses recovery-nya pun menurutnya tidak akan secepat itu.

“Rasanya ada yang salah dari modeling IMF yang memandang bahwa serta merta ekonomi akan pulih seperti sedia kala pada 2021 tanpa menimbulkan jejak-jejak lagi,” kata Faisal Basri.

Di Indonesia sendiri, saat ini kasus Covid-19 telah menyebar ke semua provinsi di 387 (75,3%) kabupaten/kota. Kasus Covid-19 di Indonesia menurut Faisal masih berada di lereng menuju puncak kurva. Di sisi lain, kapasitas sistem pelayanan kesehatan sangat rendah dan tidak merata, sehingga menyebabkan tingkat kematian (case fatality rate) Indonesia 6,5% atau tertinggi di Asia.

Pandemi Covid-19 juga telah menyebabkan gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) yang besar. Berdasarkan berbagai data yang dihimpunnya, Faisal memperkirakan tingkat pengangguran terbuka pada Mei 2020 ini mencapai 7,4%, terendah dalam 20 tahun sebelum muncul Covid-19.

Faisal sendiri memprediksi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2020 akan minus 1,5% dan bisa lebih buruk lagi. Kemudian di 2021 mencapai 4,9%, 2022 5,0%, 2023 5,2%, dan 2024 5,2%, sehingga rata-ratanya dalam lima tahun sebesar 3,8%. Angka ini lebih rendah dari RPJMN 2020-2024 untuk skenario bawah sebesar 5,7% dan skenario atas 6,0%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Valuasi GoTo Tembus US$ 30 Miliar, Investor Lokal Untung Besar

Penggalangan dana Pra-IPO yang dilakukan GoTo Group pekan lalu telah berhasil menggaet Abu Dhabi Investment Autority (ADIA)

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Tiongkok Berencana Terapkan Pajak Properti, Bursa Asia Ditutup Bervariasi

Nikkei 225 Tokyo naik 1,77%, indeks komposit Shanghai turun 0,34%, Hang Seng Hong Kong turun 0,42%, S&P/ASX 200 naik 0,03%, Kospi Korea Selatan naik 0,94%.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

BRI Life Bukukan Kenaikan Pendapatan 22,2% Jadi Rp 5,25 Triliun

BRI Life, perusahaan asuransi jiwa hingga kuartal III 2021 membukukan total pendapatan usaha Rp 5,25 triliun atau meningkat 22,29%.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

IHSG Naik 0,5%, Investor Asing Borong Saham Rp 773 M

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,47% ke 6.656,9 pada akhir perdagangan hari ini, Selasa (26/10/2021).

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Saranacentral Bajatama Balikkan Rugi Jadi Untung

PT Saranacentral Bajatama Tbk (BAJA) berhasil mencatat laba Rp 122,10 miliar pada akhir September 2021, dari rugi Rp 738,46 juta.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Sumber Alfaria Trijaya Tambah Kepemilikan Saham MIDI

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) telah meningkatkan kepemilikan sahamnya di anak usaha yakni PT Midi Utama Indonesia Tbk (MIDI) menjadi sebesar 89,43%.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Transformasi Digital Perbankan, OJK Ingatkan Bahaya Serangan Siber

Menurut IMF, estimasi total kerugian rata-rata tahunan yang dialami sektor jasa keuangan secara global akibat serangan siber mencapai US$ 100 miliar.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Manakib Realty Optimistis Capai Target Penjualan 1.000 Rumah

PT Manakib Rezeki atau Manakib Realty mengembangkan perumahan Bukit Mekar Wangi seluas 55 hektare di kawasan Tanah Sereal, Kota Bogor.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Penjualan Zebra Nusantara Naik 30.000%, Ini Kuncinya

Hingga kuartal III 2021, penjualan bersih Zebra Nusantara naik 30.000% menjadi Rp 2,7 triliun dibanding periode yang sama tahun 2020 sebesar Rp 8,8 miliar.

EKONOMI | 26 Oktober 2021

Semester 1 2021, Penjualan Bersih Phapros Naik 2,7%

Emiten farmasi PT Phapros Tbk (PEHA) mencatatkan pertumbuhan penjualan bersih 2,7% pada semester I-2021 atau sebesar Rp 466,23 miliar.

EKONOMI | 26 Oktober 2021


TAG POPULER

# Fahri Hamzah


# LRT Tabrakan


# Tabrakan Bus Transjakarta


# Tes PCR


# Taliban



TERKINI
Valuasi GoTo Tembus US$ 30 Miliar, Investor Lokal Untung Besar

Valuasi GoTo Tembus US$ 30 Miliar, Investor Lokal Untung Besar

EKONOMI | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings