Klaim Vaksin Covid-19 Moderna Diragukan, Wall Street Melemah

Klaim Vaksin Covid-19 Moderna Diragukan, Wall Street Melemah
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Rabu, 20 Mei 2020 | 05:47 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa Amerika Serikat di Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Selasa (19/5/2020). Melemahnya sektor ritel dan perbankan menyeret pergerakan bursa. Sebuah artikel yang meragukan klaim vaksin perusahaan bioteknologi Moderna semakin memukul bursa.

Dow Jones Industrial Average turun 1,6 persen ke 24.206,86. S&P 500 turun 1,1 persen ke 2.922,91. Nasdaq turun 0,5 persen ke 9.185,1.

Menjelang penutupan perdagangan, STAT News melaporkan bahwa sejumlah pakar meragukan klaim vaksin Covid-19 yang dikembangkan Moderna. Sebelumnya Moderna mengatakan uji vaksinnya terhadap 45 subyek membuahkan hasil positif. Tetapi sejumlah pakar mengatakan bahwa Moderna tidak melampirkan data, hanya kata-kata. Padahal data tersebut sangat penting untuk menguji klaim Moderna.

Baca juga: Kabar Baik! Uji Vaksin Buatan Moderna Mampu Netralkan Virus Corona

Dalam mengembangkan vaksin, Moderna bekerja sama dengan Institut Nasional untuk Alergi dan Penyakit Menular (NIAID). Namun, hingga saat ini NIAID, yang biasanya aktif mengumumkan temuan, tidak memberikan pernyataan kepada media.

Laporan terkait antibodi penetralisir virus juga diragukan. Moderna mengatakan bahwa temuan antibodi penetralisir dalam delapan pasien berasal dari sampel darah yang diambil dua minggu setelah pemberian dosis kedua. Menurut Anna Durbin, peneliti vaksin dari Johns Hopkins University, dua minggu masih terlalu dini untuk memastikan ketahanan antibodi.

Saham Moderna anjlok 10,4 persen pada perdagangan Selasa.

Sementara itu, di sektor ritel saham Home Depot turun 3 persen setelah laba kuartal pertama turun 10,7 persen. Wamart juga turun 2,1 persen meskipun penjualan unit e-commercenya naik pesat. Koreksi juga dialami Kohl's, MAcy's dan Nordstrom.

Di sektor perbankan, saham Wells Fargo turun 5,8 persen, Bank of America dan Citigroup masing-masing turun lebih dari 2,7 persen.

Menteri Keuangan Steven Mnuchin di hadapan Komite Perbankan Senat AS mengatakan pemerintah AS siap rugi dalam memberikan stimulus Covid-19.



Sumber: CNBC.com, STAT News