Roda Perekonomian Melambat, Defisit Transaksi Berjalan Menyusut

Roda Perekonomian Melambat, Defisit Transaksi Berjalan Menyusut
Pelabuhan peti kemas untuk aktivitas ekspor-impor. ( Foto: Antara )
Faisal Maliki Baskoro / FMB Rabu, 20 Mei 2020 | 11:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Bank Indonesia (BI) mencatat defisit transaksi berjalan (current account deficit) pada triwulan pertama 2020 sebesar 3,9 miliar dolar AS (1,4% dari PDB), jauh lebih rendah dari defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai 8,1 miliar dolar AS (2,8% dari PDB).

Dalam keterangannya, BI mengatakan defisit transaksi berjalan triwulan I 2020 menurun dipengaruhi oleh penurunan impor sejalan dengan perlambatan ekonomi domestik.

Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang, disertai dengan penurunan defisit neraca jasa dan neraca pendapatan primer. Perbaikan surplus neraca perdagangan barang disebabkan oleh penurunan impor seiring dengan permintaan domestik yang melambat, sehingga mengurangi dampak penurunan ekspor akibat kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia.

Transaksi modal dan finansial triwulan I 2020 menurun signifikan, di tengah tingginya ketidakpastian di pasar keuangan global.

ransaksi modal dan finansial defisit sebesar 2,9 miliar dolar AS, terutama dipengaruhi oleh defisit investasi portofolio, setelah pada triwulan sebelumnya surplus sebesar 12,6 miliar dolar AS.

Defisit investasi portofolio ini dipicu besarnya aliran modal keluar akibat kepanikan pasar keuangan global terhadap pandemi Covid-19. Dengan perkembangan tersebut, NPI (Neraca Pembayaran Indonesia) triwulan I 2020 defisit sebesar 8,5 miliar dolar AS, dan posisi cadangan devisa pada akhir Maret 2020 sebesar 121,0 miliar dolar AS. Posisi cadangan devisa tersebut setara dengan pembiayaan 7,0 bulan impor dan utang luar negeri pemerintah serta berada di atas standar kecukupan internasional.



Sumber: BeritaSatu.com