Unit Syariah Prudential Cetak Pendapatan Rp 3,7 Triliun

Unit Syariah Prudential Cetak Pendapatan Rp 3,7 Triliun
Presiden Direktur Prudential Indonesia, Jens Reisch. ( Foto: Beritasatu Photo / Uthan A Rachim )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 20 Mei 2020 | 15:35 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kinerja unit syariah PT Prudential Life Assurance (Prudential Indonesia) sepanjang 2019 mencatat pendapatan kontribusi bruto sebesar Rp 3,7 triliun, tertinggi di industri asuransi jiwa syariah di Indonesia.

“Indonesia berpotensi menjadi pemimpin ekonomi syariah global, dengan populasi muslim terbesar di dunia dan didukung kesamaan beberapa nilai syariah dengan kehidupan budaya orang Indonesia," kata President Director Prudential Indonesia, Jens Reisch dalam keterangan tertulisnya Rabu (20/4/2020).

Sepanjang 2019, unit syariah Prudential Indonesia memperoleh total aset stabil di level Rp 9,1 triliun. Selain itu, dana tabarru meningkat 15 persen dari Rp 770 miliar di 2018 menjadi Rp 887 miliar di 2019. Perusahaan juga mempertahankan tingkat solvabilitas (risk based capital) yang kuat yakni dari dana tabarru sebesar 2.581 persen, lebih dari 20 kali lipat dari batas minimum yang ditetapkan regulator, dan tingkat solvabilitas dari dana perusahaan sebesar 7.300 persen, lebih dari 60 kali lipat dari batas minimum. "Hasil positif ini kami capai berkat kepercayaan nasabah yang terus meningkat dalam 13 tahun terakhir, serta tenaga pemasar berlisensi syariah Prudential Indonesia yang berjumlah lebih114.000 orang, terbesar di industri," kata Jens Reisch.

Jens mengatakan perusahaan menerapkan prinsip “Sharia for all” atau “Syariah untuk Semua” dan menghadirkan produk asuransi jiwa syariah dapat diterima lebih banyak lapisan masyarakat Indonesia. Selain itu, melakukan inovasi produk dan saluran pemasaran, edukasi ke publik, serta meningkatkan kapabilitas tenaga pemasar.

Baca juga: OVO Gandeng Prudential Beri Perlindungan Jiwa Kecelakaan

Sharia, Government Relations and Community Investment Director Prudential Indonesia, Nini Sumohandoyo mengatakan prinsip-prinsip asuransi di antaranya tolong-menolong, saling berbagi dan menanggung risiko sebagai antisipasi bila terjadi musibah. Hal ini relevan dengan ciri gotong royong khas masyarakat Indonesia. "Kami berharap, prinsip-prinsip tersebut dapat diterapkan untuk membantu mereka yang terdampak Covid-19," kata dia.

Prudential sendiri berkontribusi membantu masyarakat dengan fokus pada tiga aspek, yaitu kesehatan, ekonomi, dan sosial. Untuk aspek kesehatan, sekitar 95 persen karyawan Prudential bekerja dari rumah, dengan tetap mempertahankan kualitas layanan kepada peserta. Aspek ekonomi, perseroan membuka proses perekrutan tenaga pemasar secara digital yang diikuti ribuan orang. Untuk aspek sosial, Prudentila difasilitasi Kementerian Kesehatan memberikan perlindungan asuransi jiwa bagi 500 relawan dan tenaga medis dalam penanganan Covid-19.

Direktur Pengembangan Ekonomi Syariah dan Industri Halal Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah (KNEKS) Afdhal Aliasar mengungkapkan, didukung populasi muslim yang mencapai 87 persen dari total penduduk, ekonomi berbasis syariah dapat membangun kesejahteraan masyarakat Indonesia. Lebih lanjut, sistem dan value keuangan syariah memperhatikan ketahanan ekonomi dan sosial dalam kehidupan bermasyarakat. "Dengan mempromosikan pembagian risiko (risk sharing) dan integrasi antara keuangan komersial dan sosial, maka kehadiran ekonomi syariah menjadi sesuatu yang penting dalam memastikan ketahanan ekonomi dan inklusi, terutama di masa pandemi ini," kata dia.

Untuk memahami kebutuhan masyarakat akan solusi perlindungan jiwa berbasis syariah, awal tahun ini Prudential Indonesia mengadakan survei. Hasilnya pemahaman masyarakat Indonesia terhadap asuransi jiwa syariah berada di level 39 persen, atau meningkat sebesar 8 persen dari periode riset sebelumnya di tahun 2016. Dengan meningkatnya literasi produk syariah, minat masyarakat Indonesia untuk membeli produk asuransi jiwa syariah di masa mendatang juga meningkat menjadi 58 persen atau tumbuh 18 persen dari periode riset sebelumnya.



Sumber: BeritaSatu.com