Dukung New Normal, BTN Ajak Pengembang Kolaborasi Bangun Rumah Rakyat

Dukung New Normal, BTN Ajak Pengembang Kolaborasi Bangun Rumah Rakyat
Ilustrasi rumah subsudi.
Imam Muzakir / FER Kamis, 21 Mei 2020 | 23:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com -Pemerintah menggagas konsep The New Normalatau tatanan kehidupan baru dalam menjalani masa pandemi virus corona atau Covid-19. Kondisi ini menjadi tantangan bagi seluruh pelaku usaha sektor ekonomi untuk segera beradaptasi, termasuk kalangan pengembang properti di tanah air.

Baca Juga: BTN Restrukturisasi Kredit 140.000 Nasabah Terdampak Covid-19

"Kita membuka diri untuk bersinergi dan berkolaborasi dengan mitra kerja para pengembang khususnya, membuat strategi agar tetap survive dalam menjalankan bisnis terkait bidang properti di tengah pandemi Covid-19,” kata Direktur utama Bank BTN Pahala N Mansury, pada acara webinar yang mengambil tema 'Strategi Bisnis Properti Menghadapi Covid-19' di Jakarta, Rabu (20/5/2020).

Pahala mengatakan, BTN siap menjadi mitra pemerintah maupun developer dalam mendorong kebangkitan bisnis properti. Konsep new normal akan menjadi momen kebangkitan industri properti dengan dukungan BTN.

"Kami telah membuktikan selama ini Bank BTN menjadi pendamping setia para pelaku bisnis properti terutama para pengembang yang membangun rumah khususnya untuk masyarakat MBR,” kata Pahala.

Di tengah pandemi berlangsung, perseroan juga menunjukkan komitmen sebagai bank yang terbesar dalam menyalurkan KPR subsidi maupun non-subsidi. Tercatat hingga April 2020, penyaluran KPR subsisi Bank BTN telah menembus 105 persen dari target atau telah terealisasi sebanyak 26.836 unit.

Baca Juga: Penyaluran Kredit BTN Tumbuh 4,59% di Kuartal I-2020

Pencapaian tersebut merupakan realisasi 99 persen atau sebesar Rp 3,57 triliun dari dana subsidi pemerintah yang disalurkan melalui Bank BTN. "Mulai Mei 2020 Bank BTN sudah siap menyalurkan SSB dengan target 146.000 unit diharapkan dapat terserap semua di tahun ini," tegas Pahala.

Menurut Pahala, BTN pada masa pandemi Covid-19 telah membantu bisnis properti tanah air agar tetap terus berjalan dengan dukungan antara lain adanya tambahan likuiditas untuk penyerapan kuota SSB, melakukan perbaikan business process terutama untuk calon debitur ASN, TNI, Polri, BUMN kolektif maupun payroll.

"Selain itu, perseroan telah memberikan relaksasi penyerapan KPR BTN subsidi untuk menjaga pertumbuhan. Kita siap melakukan perbaikan untuk kemajuan bisnis properti sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah," tandas Pahala.

Pahala menambahkan, new normal harus dijawab dengan sinergi dan kolaborasi untuk terus membangun rumah. "Ini adalah momentum untuk mendorong percepatan membangun rumah sebagai dukungan atas program sejuta rumah yang diinisiasi Presiden Joko Widodo," tegasnya.

Baca Juga: Realisasi Program Sejuta Rumah Capai 215.662 Unit

Sementara itu, Ketua Umum DPP REI, Paulus Totok Lusida menyampaikan sejumlah usulan kepada pemerintah agar para pengembang diberikan keringanan dan penghapusan pajak PPH 21 serta restrukturisasi kredit bagi para developer.

"Untuk perbankan, kami harapkan ada keringanan suku bunga kredit konstruksi bagi pengembang yang membangun perumahan untuk MBR. Selain itu juga meminta perbankan siap menerapkan mekanisme akad kredit secara virtual selama PSBB diberlakukan,” ujar Totok.

Sedangkan Ketua Himperra, Harry Endang Kawidjaja, meminta relaksasi agar anggotanya dapat terus membangun rumah untuk rakyat, dimana hal yang utama adalah sinergi dari perbankan dan pengembang.

"Asosiasi dapat bersatu melobi pemerintah membuat skema pembiayaan khusus pandemi, bagaimana ke depan kita terus dapat membangun rumah untuk mendukung program pemerintah," tandas Harry.



Sumber: BeritaSatu.com