Tren Positif Wall Street Terhenti Dipicu Data Klaim Pengangguran

Tren Positif Wall Street Terhenti Dipicu Data Klaim Pengangguran
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. ( Foto: AFP / Johannes Eisele )
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Jumat, 22 Mei 2020 | 05:23 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street turun pada perdagangan Kamis atau Jumat pagi WIB (22/5/2020) karena data klaim pengangguran mingguan dan meningkatnya ketegangan antara Tiongkok dan AS.

Dow Jones Industrial Average ditutup turun 101,78 poin atau 0,4 persen menjadi 24.474,12. S&P 500 turun 0,8 persen menjadi 2.948,51 sementara Nasdaq Composite turun hampir 1 persen menjadi 9.284,88.

Saham Amazon meemah 2,1 persen setelah mencapai rekor tertinggi di awal sesi. Netflix ditutup 2,6 persen lebih rendah, sementara Alphabet dan Apple masing-masing turun 0,2 persen dan 0,8 persen.

"Data ekonomi hari ini masih menunjukkan pasar tenaga kerja tertekan dalam waktu dekat," kata Kepala Strategi Investasi State Street Global Advisors, Michael Arone.

Selain itu, kata dia, meningkatnya ketegangan AS-Tiongkok membuat pasar terkoreksi hari ini.

Baca juga: Wall Street Menguat Ditopang Pembukaan Kembali Sektor Ekonomi

Departemen Tenaga Kerja melaporkan Kamis (21/5/2020) sebanyak 2,4 juta orang mengajukan tunjangan pengangguran pada pekan lalu. Laporan Kamis membuat jumlah pengajuan total selama pandemi menjadi lebih 38 juta. Jumlah klaim berkelanjutan berada di 25,07 juta, level tertinggi dalam catatan.

Yang pasti, angka-angka terbaru menunjukkan laju pengajuan baru telah menurun dari minggu-minggu sebelumnya.

"Meskipun jumlah klaim pengangguran baru terus mereda, kenaikan tajam klaim yang berlanjut minggu sebelumnya menggambarkan bahwa pelonggaran lockdown di banyak negara bagian belum menghasilkan penarikan skala besar warga untuk bekerja," kata Kepala Ekonom Capital Economics, Paul Ashworth, dalam sebuah catatan.

Sementara ketegangan yang meningkat antara Tiongkok dan AS membebani sentimen pasar. Pada Rabu (20/5/2020) Senat mengeluarkan undang-undang yang dapat melarang perusahaan Tiongkok seperti Alibaba dan Baidu agar tidak terdaftar di bursa AS.

Langkah itu disahkan setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan dalam sebuah tweet bahwa ketidakmampuan Tiongkok menyebabkan pembunuhan massal di seluruh dunia ini mengacu pada virus corona (Covid-19). Imbasnya saham Alibaba turun 2,1 persen, dan JD.com melemeh 3,2 persen.

 



Sumber: CNBC