Sisminbakum Tujuh Tahun Terbiarkan

Sisminbakum Tujuh Tahun Terbiarkan
Selasa, 27 Juli 2010 | 07:10 WIB

Bila baru belakangan ihwal Sisminbakum dan PT Sarana Rekatama Dinamika diusut lagi, bisa jadi karena menteri kehakiman/hukum berganti-ganti. Yusril Ihza Mahendra mengundurkan diri, 7 Februari 2001, sepekan setelah Sisminbakun diresmikan.

Yusril diangkat lagi ketika

Megawati

yang menggantikan

Abdurrahman Wahid

membentuk kabinet baru, 10 Agustus 2001. Bisa dimaklumi bila Sisminbakum terus berjalan sampai akhir pemerintahan Mega.

 
Bukankah ketika Sisminbakum diresmikan, 31 Januari 2001, masih zaman Menteri Hukum Yusril, dan dihadiri Megawati sebagai wapres?
 
Dan selanjutnya, mungkin, hal ini tak menjadi perhatian pemerintah sampai pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Dan itu pun karena Gubernur Lemhanas bertanya kepada Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta.
 
Dalam rapat kabinet 6 Oktober 2008, Gubernur Lemhanas Muladi menanyakan “korupsi Sisminbakum” kepada Menteri Hukum dan HAM Andi Mattalatta. Pak Menteri kaget, karena selama ini ia tak pernah mendengar hal itu.
 
Andi Mattalatta pun meminta Jaksa Agung mengusut hal ini, dan bergulirlah kasus dugaan korupsi Sisminbakum.
 
Marsillam Simanjuntak
Sebenarnya, belum seratus hari Sisminbakum berjalan, Menteri Sekretaris Kabinet Marsillam Simanjuntak sudah mengirimkan surat kepada Menteri Hukum bahwa Sisminbakum melanggar undang-undang Pendapatan Negara Bukan Pajak.
 
Tapi, waktu itu, 12 Maret 2001, bisa jadi perhatian Departemen Hukum dan Perundangan-undangan (nama departemen ini waktu itu), dan kita semua terfokus pada kasus Tommy Soeharto yang disangka mendalangi pembunuhan seorang Hakim Agung.
 
Dan waktu itu baru sekitar 35 hari Baharuddin Lopa menjadi Menteri Hukum.
 
Lalu, ketika Marsillam menjadi Menteri Hukum (awal Juni – 10 Juli 2001), ia juga tak sempat mengusut, hanya sempat memberlakukan juga sistem pendaftaran notaris model lama, cara manual yang murah.
 
Dan kemudian “huru-hara” penurunan Abdurrahman Wahid dari kursi kepresiden oleh MPR. MPR pun melantik Megawati naik jadi presiden, 23 Juli 2001, dan  Yusril kembali menjadi Menteri Kehakiman dan Hak Asasi Manusia (nama departemen ini di masa itu).
 
ICW Pesimistis
Mudah-mudahan, kini kasus Sisminbakum tak tersisihkan oleh yang lain, misalnya soal dugaan korupsi di kepolisian, atau yang jauh lebih rame, kasus Century.
 
Setidaknya Jaksa Agung Muda Marwan Effendy, ketika masih jadi Jampidus sudah mengatakan bahwa ia tak percaya di balik ini semua hanya ada Yohanes Woworuntu yang direktur utama PT Sarana Rekatama Dinamika.
 
Dan seorang pakar hukum ekonomi menyatakan kasus ini merupakan kasus korupsi oleh korporasi, bukan perseorangan.
 
Namun Emerson Yuntho dari ICW pesimistis, mencermati kinerja Kejaksaan Agung. “Kejaksaan Agung tegas terhadap Yohanes dan Romli, sebaliknya lembek menghadapi konglomerat dan petinggi parpol,” kata Emerson.    
Sumber: -