Aprindo: Penutupan Toko Ritel Bisa Memicu Panic Buying
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Aprindo: Penutupan Toko Ritel Bisa Memicu Panic Buying

Jumat, 22 Mei 2020 | 18:10 WIB
Oleh : Lona Olavia / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) meminta Pemerintah Daerah (Pemda) bijak dalam membuat surat edaran pelarangan atau penutupan ritel modern dalam rangka memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Pasalnya, hal tersebut dikhawatirkan justru akan menimbulkan panic buying di masyarakat.

“Aprindo berharap Pemda dalam membuat surat edaran pelarangan atau penutupan ritel modern perlu bijak dan arif, karena prinsipnya kebutuhan pokok masyarakat tidak boleh tidak ada. Jadi, tidak boleh ditutup karena bisa menimbulkan paranoid, panik dan gejolak di masyarakat,” tegas Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aprindo Roy Nicholas Mandey, Jumat (22/5).

Apalagi, dalam Permenkes ada delapan sektor yang diizinkan dibuka selama masa pembatasan sosial berskala besar (PSBB), yakni salah satunya sektor pangan, makanan, dan minuman, yang menempati posisi kedua setelah sektor kesehatan. Itu juga diperkuat dengan adanya SE Menteri Perdagangan 3 April lalu dalam rangka menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan barang bagi masyarakat.

“Ini perlu kearifan dan observasi yang mendalam, jangan sekedar keluarkan surat edaran begitu saja,” imbaunya.

Roy menambahkan, selama ini peritel modern sudah menjalankan protokol kesehatan yang ditetapkan pemerintah. Untuk itu, bila pun ada pelarangan ritel berusaha, hal tersebut tidak boleh berlaku sama. “Kami harapkan tidak digenalisir, karena statusnya atau kondisinya itu yang non-Aprindo. Karena, saat ini masyarakat sedang euforia atau sesaat saja setelah Lebaran mereka lakukan tradisi belanja. Maka, akan timbulkan gejolak sosial dan panic buying, karena ini masalah perut, makanan dan minuman,” katanya.

Senada, Ketua Umum Gabungan Pengusaha Makanan dan Minuman (Gapmmi) Adhi S Lukman mengharapkan agar Pemda bisa paham bagaimana melaksanakan instruksi Pemerintah Pusat. “Harusnya yang perlu dilakukan adalah pengawasan melaksanakan protokol kesehatan yang sudah dikeluarkan Kemenkes dan BPOM. Kalau ritel ditutup akan membahayakan, tidak saja ekonomi tapi juga sosial,” tegasnya.

Sementara itu, Wakil Menteri Perdagangan Jerry Sambuaga mengatakan, jika ritel sudah memenuhi protokol yang ditetapkan pemerintah soal pencegahan Covid-19, maka tidak ada alasan untuk pelarangan operasional di sektor pangan, makanan dan minuman. Kebutuhan masyarakat atas pangan, menurutnya harus dititikberatkan pemenuhannya.

“Harus dilihat dulu kasusnya seperti apa, biar tidak ada kesalahpahaman. Kenapa harus ditutup apakah tidak ada protokol kesehatan. Kalau sudah menerapkan peraturan PSBB dan protokol kesehatan yang berlaku tentunya tidak ada alasan untuk ditutup. Jangan sampai kita terburu-buru, padahal sudah sesuai regulasi,” katanya.

Adapun, dalam surat edaran Menteri Perdagangan yang ditembuskan ke gubernur dan bupati wali kota seluruh Indonesia tertulis bahwa dalam rangka menindaklanjuti arahan Presiden RI terkait PSBB dalam penanganan pandemi Covid-19 serta menjaga ketersediaan dan kelancaran pasokan barang-barang kebutuhan masyarakat, Pemda diminta untuk melaksanakan tiga hal. Salah satunya, membuka akses pengantaran (kurir) atau distribusi barang baik barang kebutuhan pokok dan barang penting, semua jenis obat-obatan, suplemen dan alat-alat kesehatan yang dibutuhkan masyarakat atau barang-barang kebutuhan masyarakat lainnya memasuki wilayah selama protokol keselamatan antisipasi penyebaran Covid-19 dipenuhi atau dilaksanakan.

Namun, baru-baru ini ada tiga Pemda yakni NTB, Gorontalo, dan Banyumas yang mengeluarkan surat edaran yang meminta kepada seluruh pelaku usaha toko dan swalayan tutup di hari Lebaran. Perintah penutupan sementara itu dilakukan selama dua hari, yaitu pada hari Lebaran tepatnya mulai 24 -25 Mei 2020. Peraturan tersebut menyusul langkah bupati yang sempat melakukan sidak ke sejumlah toko dan swalayan pada beberapa waktu lalu dan mendapati aktivitas keramaian para pembeli yang sama sekali tidak menerapkan protokol kesehatan. Kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga jarak dan menghindari kerumunan menjadi hal yang terabaikan.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

TAG: 

BERITA LAINNYA

RUU KUP Dinilai Tidak Peka akan Keadaan UKM

Komnas UKM melihat Rancangan Undang-Undang tentang Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (RUU KUP). tidak peka terhadap keadaan UKM.

EKONOMI | 22 September 2021

Cegah Banjir Cijambe, PMO Jabodetabek-Punjur Siapkan Solusi

Sungai Cijambe, merupakan bagian dari permasalahan banjir dan sampah yang mendapatkan perhatian secara khusus dari PMO Jabodetabek-punjur.

EKONOMI | 22 September 2021


Krisis Evergrande Bisa Gerus 0,01% dari PDB Tiongkok

Krisis utang China Evergrande Group diperkirakan memperlambat pertumbuhan ekonomi Tiongkok, tetapi memiliki dampak minimal di sistem keuangan.

EKONOMI | 22 September 2021

Wapres Optimistis Indonesia Jadi Pemain Utama Keuangan Syariah

Sektor industri produk halal dan keuangan syariah terus memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional.

EKONOMI | 22 September 2021

Waskita Beton Precast Garap Proyek Interchange Dukuh Atas

PT Waskita Beton Precast Tbk (WSBP) menggarap proyek Sudirman Station-Dukuh Atas Interchange dengan nilai kontrak Rp 163,61 miliar.

EKONOMI | 22 September 2021

Akumindo: Holding Ultra Mikro Bukti Keberpihakan Pemerintah pada UMKM

Kehadiran Holding Ultra Mikro (Umi) yang melibatkan BRI, Pegadaian, dan PNM menjadi bukti keberpihakan pemerintah kepada pelaku usaha kecil.

EKONOMI | 22 September 2021

IHSG Positif, Ini 5 Saham Top Gainers di Sesi I

PT Wilton Makmur Tbk (SQMI) paling cuan pascaharganya melesat 30,83%, disusul BIMA menguat 21,69%, ARKA meningkat 19,80%, BBHI naik 9,14% dan BOSS naik 8,43%.

EKONOMI | 22 September 2021

Waskita Karya Kantongi Restu Right Issue 24,56 Miliar Saham

PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT) mengantongi restu dari para pemegang saham untuk menambah modal melalui right issue.

EKONOMI | 22 September 2021

Rebound, IHSG Menguat ke 6.106

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,75% ke 6.106,3 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Rabu (22/9/2021).

EKONOMI | 22 September 2021


TAG POPULER

# Rocky Gerung vs Sentul City


# Napoleon Bonaparte


# Anies Baswedan


# PPKM


# Bangga Buatan Indonesia



TERKINI
OtoDeals Hadirkan Layanan Inovatif untuk Peminat Mobil Bekas

OtoDeals Hadirkan Layanan Inovatif untuk Peminat Mobil Bekas

OTOMOTIF | 2 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings