Kemhub Perketat Pengawasan Transportasi Arus Mudik dan Balik

Kemhub Perketat Pengawasan Transportasi Arus Mudik dan Balik
Ilustrasi "check point". ( Foto: Antara )
Thresa Sandra Desfika / FER Jumat, 22 Mei 2020 | 19:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) memperketat pengawasan transportasi menjelang hari raya Idulfitri (arus mudik) hingga setelah hari raya Idulfitri 1441 Hijriah (arus balik).

Baca Juga: Kemhub Sebut Mayoritas Penumpang untuk Keperluan Dinas

"Sesuai dengan kebijakan pemerintah yang sudah dengan tegas melarang mudik, Kemhub bersama stakeholder terkait fokus untuk melakukan pengetatan pengawasan transportasi mulai masa menjelang Idulfitri (arus mudik) hingga masa setelah Idulfitri (arus balik)," kata Juru Bicara Kemhub, Adita Irawati, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat (22/5/2020).

Adita menjelaskan, Menhub Budi Karya Sumadi telah menginstruksikan kepada seluruh jajaran Kemhub yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia, untuk melakukan pengetatan pengawasan di lapangan dengan berkoordinasi secara intensif dengan stakeholder terkait seperti Gugus Tugas, Kemkes, TNI/Polri, pemerintah daerah, operator transportasi, dan unsur terkait lainnya.

Baca Juga: Kemhub Tindak Tegas Maskapai Langgar Jumlah Penumpang

Berdasarkan evaluasi implementasi Permenhub Nomor 25/2020, hingga kini masih ada sejumlah masyarakat dan pelaku transportasi yang mencari celah dengan melakukan tindakan yang melanggar aturan yang telah ditetapkan, seperti mudik menggunakan travel gelap, mencari jalan tikus untuk mengelabui petugas, memalsukan surat sehat/bebas Covid-19, pemalsuan stiker khusus pada bus, dan lain sebagainya.

"Kami tidak ingin kecolongan dengan masih adanya sejumlah pihak baik masyarakat, operator transportasi, dan pihak lainnya, yang bersikeras mencari celah untuk mudik dan menyediakan sarana transportasi untuk kegiatan mudik. Untuk itu kesiapan semua petugas di lapangan untuk menegakan aturan sangat penting,” tambah Adita.

Baca Juga: Kemhub Dorong Digitalisasi Sistem Transportasi

Pengetatan pengawasan transportasi, secara umum terbagi dalam tiga fase yaitu fase jelang Idulfitri yang dimulai sejak ditetapkannya Permenhub Nomor 25/2020 pada 23 April 2020 hingga 23 Mei 2020, fase pada saat Idulfitri pada 24 dan 25 Mei 2020, dan fase setelah Idulfitri pada 26 Mei hingga 1 Juni 2020.

Adita menambahkan, pengetatan pengawasan dilakukan dengan cara, diantaranya menambah jumlah personel di simpul-simpul transportasi, memberikan sanksi tegas bagi pelanggar, melakukan pemantauan langsung di lapangan dan melakukan evaluasi secara berkala.

Baca Juga: Menhub Tanggapi Masukan DPR Terkait Pengendalian Transportasi

"Saat ini para Dirjen juga sudah turun ke lapangan untuk memastikan pelaksanaan di lapangan terkait pengetatan pengawasan berjalan dengan baik. Pak Menhub ingin memastikan para petugas dapat menegakkan aturan. Selain itu, beliau juga meminta partisipasi masyarakat untuk ikut membantu pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran Covid-19,” ungkap Adita.



Sumber: BeritaSatu.com