Antasari Ditetapkan Sebagai Saksi Anggodo

Antasari Ditetapkan Sebagai Saksi Anggodo
Selasa, 27 Juli 2010 | 08:10 WIB

Majelis hakim Pengadilan Tipikor telah mengeluarkan surat ketetapan untuk menghadirkan mantan ketua KPK, Antasari Azhar dalam persidangan Anggodo Widjojo, hari ini.

“Kami sudah menerima surat ketetapan [hakim] tertanggal 21 Juli 2010. Antasari diminta hadir sebagai saksi,” kata Tomsone Situmeang, pengacara Anggogo, kepada wartawan beritasatu.com.

Selain menetapkan kehadiran Antasari, majelis hakim juga memerintahkan Kabareskrim Polri untuk menyerahkan rekaman pembicaraan antara Ary Muladi dan Deputi Penindakan KPK, Ade Rahardja
 
Tomsone mengatakan jika sudah ada surat ketetapan, maka sewajarnya Antasari harus hadir dalam persidangan sebagai saksi.
 
Menurutnya kehadiran Antasari sangat penting  untuk mengklarifikasi tuduhan KPK yang menuding Anggodo membuat laporan ke Mabes Polri yang menyebabkan dua pimpinan KPK, Bibit Samad Riyanto dan Chandra M Hamzah ditahan.
 
“Banyak hal yang harus dikonfirmasi. Antasari penting untuk hadir besok. Kami juga ingin tahu apa sebenarnya yang dibicarakan Antasari dan Ary Muladi di Hotel Tugu, Malang,” kata Tomsone.
 
Dihubungi terpisah, pengacara Antasari Azhar, Juniver Girsang mengaku belum menerima surat ketetapan pemanggilan Antasari sebagai saksi dalam persidangan Anggodo.
 
“Belum ada. Jadi tidak akan hadir.Tapi kalau diperintahkan untuk hadir, Pak Antasari akan patuh,” kata Juniver.
 
Pengacara itu mengaku aneh jika Antasari dihadirkan dalam persidangan itu. Hal ini dikarenakan Antasari bukan pelapor kasus Bibit-Chandra. Lagi pula, Antasari juga telah mengirimkan surat keberatan kepada majelis hakim dengan tembusan ke OC Kaligis terkait pernyataan Kaligis tentang kesediaan Antasari dihadirkan dalam persidangan Anggodo.
 
Sementara itu, jaksa penuntut umum Suwardji mengaku siap memutar rekaman pembicaraan Anggodo yang dulu pernah diputar di MK.
 
“Karena rekaman [pembicaraan Anggodo] ini sudah menjadi barang bukti milik JPU, jadi tidak perlu surat ketetapan dari hakim. Kami hanya butuh izin. Jika diizinkan, kami akan putar. Rekamannya setiap persidangan kami bawa,” kata Suwardji.
 
Namun, karena durasi rekaman sangat lama,  jaksa tidak akan memutar seluruh isi rekaman. Kata Suwardji seyogyanya hanya bagian-bagian yang relevan dengan perkara yang diputar.
 
“Kalau semuanya diputar, nanti ada pihak-pihak yang merasa dirugikan karenanya namanya disebut tetapi tidak terlibat perkara ini,” kata Suwardji. 
 
Sumber: -