Dow Jones Catat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak April

Dow Jones Catat Kenaikan Mingguan Terbesar Sejak April
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Sabtu, 23 Mei 2020 | 05:42 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street ditutup sedikit berubah pada perdagangan Jumat atau Sabtu WIB (23/5/2020) di tengah optimisme potensi vaksin virus corona (Covid-19) dan AS membuka kembali ekonominya.

S&P 500 naik 0,2 persen menjadi 2.955,45, sedangkan Dow Jones Industrial Average melemah 8,96 poin, atau kurang 0,1 persen, menjadi 24.465,16. Nasdaq Composite naik 0,4 persen menjadi 9.332,59.

Untuk minggu ini, Dow naik 3,3 persen atau membukukan kinerja mingguan terbaik sejak 9 April. S&P 500 dan Nasdaq juga naik lebih 3 persen minggu ini. Russell 2000, yang berisi saham-saham berkapitalisasi kecil, mengalahkan indeks kapitalisasi besar minggu ini dengan lonjakan lebih 7 persen.

Baca juga: Ketegangan AS-Tiongkok Meningkat, Wall Street Melemah

Berita tentang potensi vaksin dari Moderna membuat saham terbang pada awal pekan ini, dimana Dow melonjak lebih 900 poin pada Senin (18/5/2020). Moderna mengatakan semua atau 45 peserta dalam uji coba vaksin telah mengembangkan antibodi corona. Reuters mengutip para ilmuwan yang memimpin program, AS sedang mengerjakan penelitian yang melibatkan lebih 100.000 sukarelawan untuk menguji kandidat vaksin yang menjanjikan.

"Minggu ini dimulai dengan sangat kuat dan menempatkan kami pada jalur yang baik," kata Manajer Portofolio Ekuitas Northwestern Mutual, Matt Stucky.

Pada Jumat, Direktur Institut Nasional Alergi dan Penyakit Menular AS, Dr. Anthony Fauci, mengatakan bahwa data vaksin Moderna terlihat menjanjikan. Imbasnya, saham Moderna naik lebih dari 2 persen.

Fauci juga antusias tentang pembukaan kembali ekonomi.

"Kami tidak bisa dikurung untuk jangka waktu lama, karena Anda dapat melakukan kerusakan yang tidak dapat diperbaiki dan memiliki konsekuensi tidak diinginkan, termasuk kesehatan," kata Fauci.

"Karena alasan itulah pedoman telah diajukan sehingga kota dan negara bagian dapat mulai memasuki kembali pembukaan kembali."

Emiten ritel seperti TJX dan Gap adalah di antara saham berkinerja terbaik minggu ini, didukung optimisme atas pembukaan kembali ekonomi. TJX menguat 13,2 persen untuk minggu ini, sementara Gap naik 8 persen. Citigroup, JPMorgan Chase dan Wells Fargo semuanya naik lebih dari 3 persen minggu ini.

"Masa depan tetap tidak pasti, dengan demikian, kami tidak yakin mengatakan bahwa gelombang kedua tidak terjadi, tetapi kabar baiknya, belum ada gelombang kedua ketika ekonomi dibuka kembali," kata Head of Research Fundstrat Global Advisors, Tom Lee, dalam sebuah catatan.

Semalam, Tiongkok merilis rancangan undang-undang tentang langkah-langkah keamanan nasional baru di Hong Kong setelah protes anti-pemerintah tahun lalu. Undang-undang itu diharapkan akan meningkatkan pengawasan Beijing atas Hong Kong. Tiongkok juga memilih untuk tidak menetapkan target pertumbuhan ekonomi (PDB) tahun 2020 karena Covid-19 meenkan ekonomi terbesar kedua di dunia.

Usulan itu diumumkan setelah Senat AS mengesahkan RUU awal minggu ini yang berpotensi menghapuskan saham Tiongkok dari bursa AS.



Sumber: CNBC