Selembar Saham Hartono

Selembar Saham Hartono
Selasa, 27 Juli 2010 | 15:10 WIB

Penyidik Kejaksaan Agung mengajukan 18 pertanyaan kepada tersangka kasus Sisminbakum Hartono Tanoesoedibjo, dalam pemeriksaan selama empat jam, hari ini.

Salah satu pertanyaan kepada Hartono Tanoe adalah seputar tender proyek pendaftaran badan hukum di Departemen Hukum dan HAM. “Hartono menjawab Sisminbakum bukan insfatruktur tapi aplikasi. Karena itu tidak ada kewajiban harus melalui tender” kata Hotman Paris Hutapea, usai mendampingi pemeriksaan Hartono.
 
Pertanyaan lainnya mengenai 10 ribu lembar saham PT Sarana Rekatama Dinamika. Menurut Hotman, dari 10 ribu lembar itu, milik Hartono hanya satu lembar.
 
“Namanya hanya pernah dipinjam. Hartono bukan pemegang saham” kata Hotman.
 
Di tanya siapa pemilik 9.999 saham sisanya itu, Hotman mengaku lupa.
 
Namun kata Hotman, walaupun nama Hartono Tanoe disebut-sebut mendapat kuasa untuk mencairkan dana di rekening Bank Danamon, ada enam orang yang diberikan counter signature itu.
 
“Semua pengeluaran uang yang berkuasa Yohanes Woworuntu. Menurut undang-undang perseroan terbatas, tanpa penandatangan dirut tidak bisa” kata Hotman.
 
Pemeriksaan Hartono Tanoe akan dilanjutkan pekan depan. 
 
Peringatan
Di tempat terpisah, Jaksa Agung Hendarman Supandji memberi peringatan kepada Jaksa Agung Muda Pidana Khusus M.Amari karena bertemu dengan Hary Tanoesudibjo, adik Hartono Tanoesoedibjo.
 
“Daripada jadi polemik. Saya panggil dan beri teguran lisan. Agar hal-hal itu tidak terulang” kata Hendarman saat ditemui usai acara penandatangan kesepakatan bersama antara Kejaksaan dengan Kementerian Kesehatan.
 
Hendarman mengakui, Amari pernah meminta izin kepadanya karena ada pihak dari Hartono Tanoe yang mau mengembalikan kerugian negara.
 
“Saya setuju (tapi) saya tidak tahu bahwa ada kegiatan pertemuan itu,” kata Hendarman.
Sumber: -