Astra Financial Restrukturisasi Kredit Nasabah Terdampak Covid-19 Rp 21,9 T

Astra Financial Restrukturisasi Kredit Nasabah Terdampak Covid-19 Rp 21,9 T
Seorang karyawan ACC menjelaskan proses pengajuan restrukturisasi kredit kepada salah satu nasabah. ( Foto: Istimewa )
Anselmus Bata / AB Sabtu, 23 Mei 2020 | 20:02 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Lembaga jasa keuangan bidang pembiayaan Astra Financial telah melakukan restrukturisasi kredit nasabah terdampak Covid-19. Nilainya mencapai Rp 21,9 triliun dari 792.000 nasabah yang merupakan konsumen roda empat dan roda dua. Jumlah tersebut merupakan 41 persen dari total restrukturisasi di industri pembiayaan.

Setelah Presiden Joko Widodo mengumumkan program restrukturisasi pada 24 Maret 2020, yang diikuti kebijakan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) pada 30 Maret 2020, sebanyak 183 perusahaan pembiayaan yang tergabung dalam Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) menindaklanjuti program tersebut. Tiga perusahaan pembiayaan ritel dalam Astra Financial, yaitu PT Astra Sedaya Finance (ACC) dan PT Toyota Astra Financial Services (TAF) untuk pembiayaan kendaraan roda empat, serta PT Federal International Finance (FIFGROUP) untuk pembiayaan kendaraan roda dua ikut melakukannya.

Director-In-Charge Astra Financial, Suparno Djasmin menyatakan,“Kami mengapresiasi langkah pemerintah atas inisiasi tentang stimulus perekonomian nasional sebagai kebijakan untuk menangani pandemi Covid-19. Sejak awal, kami berkomitmen untuk mendukung kondisi bangsa dan negara Indonesia untuk segera kembali ke situasi normal. Arahan dari pemerintah dan OJK, kami komunikasikan dengan baik kepada para nasabah di seluruh lembaga jasa keuangan yang tergabung dalam Astra Financial."

Suparno Djasmin yang juga menjabat Direktur PT Astra International Tbk saat bersilaturahmi lewat Zoom dengan para pemimpin redaksi, Rabu (20/5/2020), menyatakan,"Kami bersyukur hingga 17 Mei 2020 atau 1,5 bulan setelah peraturan restrukturisasi tersebut diimplementasikan, total restrukturisasi yang disetujui di tiga perusahaan pembiayaan Astra Financial mencapai Rp 21,9 triliun yang tersebar di seluruh provinsi di Indonesia."

Pembiayaan Roda Empat
Restrukturisasi yang dilakukan ACC sepanjang 1,5 bulan mencapai Rp 11,0 triliun dari sekitar 78.000 kontrak. Presiden Direktur ACC, Siswadi mengatakan sesuai visi "To become the 1st choice financing company with total solution" pihaknya selalu berkomitmen memberikan solusi terbaik secara menyeluruh kepada pelanggan. Hal itu tidak hanya dilakukan pada awal pembiayaan, juga pada saat sulit seperti sekarang ini melalui Program Simpati Bencana Covid-19.

Solusi yang disediakan ACC dirasakan manfaatnya oleh nasabah yang melakukan restrukturisasi secara online.

"Terus terang saya merasa terbantu sekali. Pengajuan di ACC nyaman sekali karena cukup mendaftarkan rescheduling melalui email dan tidak perlu ke kantor ACC,” kata Nurhiwayati yang merupakan nasabah ACC cabang Makassar.

Senada dengannya, Trian Handayana yang sudah menjadi nasabah selama tiga tahun mengatakan,"Di bulan Maret saya mengalami kesulitan pembayaran sehingga dari ACC ada yang menagih. Saya jelaskan kondisi dan keadaan saat ini. Akhirnya ada kebijakan melalui penawaran yang bisa menangguhkan angsuran. Itu sangat membantu. Saya disarankan mengikuti program reschedule. Kebijakan tersebut meringankan saya yang sedang dalam keadaan ekonomi sulit."

Sementara itu, Presiden Direktur TAF Agus Prayitno menjelaskan dalam kondisi Covid-19, pihaknya berharap semua pihak stay safe and healthy. Untuk membantu nasabah yang sedang mengalami kesulitan, terutama akibat pandemi Covid-19, pihaknya telah aktif menawarkan program restrukturisasi bagi nasabah. TAF terus berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik untuk nasabah, yakni end customer maupun dealer.

Jumlah kontrak yang berhasil diselesaikan TAF selama 1,5 bulan mencapai 30.993 kontrak dengan nilai Rp 4,2 triliun.

Salah satu nasabah TAF yang mendapat restrukturisasi, Fridaswadi menyatakan dirinya telah menjadi nasabah sejak 2010 dan sudah tiga kali bertransaksi. "Usaha kami terdampak Covid-19, sehingga saya mengajukan restrukturisasi. Alhamdulilah disetujui dan menurut saya, prosesnya cepat," katanya.

Hal senada disampaikan Rudi Drajat, pemilik usaha bahan bangunan di Surabaya.Dia mengajukan relaksasi dengan tujuan memberikan keringanan pembayaran cicilan. “Saat kondisi Covid-19, kondisi perdagangan saya nol, tidak ada order terhadap usaha saya di bidang supplier bahan bangunan. Para kontraktor tidak sanggup membayar karena banyak jadwal pekerjaannya yang dihentikan sehingga pembayaran terhenti. Oleh karena itu, saya mengajukan retstrukturisasi melalui web TAF dan prosesnya dari awal relatif cepat," katanya. 

Pembiayaan Roda Dua
FIFGROUP sejak awal April 2020 hingga 17 Mei 2020, telah menyetujui relaksasi senilai Rp 6,7 triliun yang dilakukan untuk 683.000 nasabah, tersebar di seluruh provinsi di Indonesia.

CEO FIFGROUP,Margono Tanuwijaya, menyatakan,“Mari kita bersama-sama melakukan apa yang terbaik dari kita semua untuk bangsa Indonesia. FIFGROUP dengan jaringan yang tersebar di seluruh Indonesia berkomitmen untuk terus mendukung kebijakan pemerintah dan juga memberikan pelayanan yang terbaik bagi seluruh nasabah di tengah masa dan tantangan yang sulit ini. Dengan semangat kehati-hatian dan spirit membangun Indonesia, FIFGROUP akan selalu mendukung kebijakan pemerintah untuk membantu masyarakat terdampak Covid-19. Semangat itu tertuang dalam motto Astra 'Sejahtera Bersama Bangsa',” tuturnya.

Dalam kondisi seperti saat ini, pihaknua ikut membantu nasabah yang mengalami kesulitan. "Justru, di saat mereka tertimpa bencana seperti ini, kita harus memberikan sebuah solusi agar aktivitas kehidupan mereka terus berlanjut," katanya.

Umar Faruk (29), nasabah FIFGROUP cabang Balikpapan, yang merupakan pengemudi ojek online mengatakan mengaku terharu setelah mendapatkan restrukturisasi kredit. "Saya pikir prosesnya pakai biaya dan pasti susah serta ribet. Ternyata, tidak ada biaya sama sekali dan saya dilayani dengan cepat, bahkan oleh kepala cabang langsung. Saya puas dan bahagia dan semangat lagi untuk menghidupi keluarga, karena kalau pakai biaya, saya tidak akan mampu, apalagi dengan order yang menurun jauh,” ujarnya.

Hal yang sama dirasakan nasabah FIFGROUP cabang Jayapura, Erna Fenetruma (23). Awalnya, dia kurang bersemangat karena pendapatan terus menurun dibanding bulan-bulan sebelumnya. Ia merasa terharu dan terbantu oleh program relaksasi tanpa biaya apa pun.

"Saya puas, pelayanannya pun cepat, dipermudah, dan saya mengimbau agar nasabah FIFGROUP yang senasib bisa memanfaatkannya untuk membantu kehidupan ke depan,” tuturnya.

Begitu pula Chie Jie Min (46), pengusaha kuliner yang mengalami penurunan order sampai 40 persen yang merupakan nasabah FIFGROUP cabang Batam. “Begitu saya datang ke cabang, tentu dengan protokol Covid-19, saya langsung dilayani dengan cepat. Saya sangat bersyukur tidak ada biaya satu perak pun yang saya keluarkan,” ungkapnya.

 

 



Sumber: BeritaSatu.com