Pelaku Usaha Siap Jalankan Bisnis di Era New Normal
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pelaku Usaha Siap Jalankan Bisnis di Era New Normal

Selasa, 26 Mei 2020 | 16:46 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia Bidang Hubungan Internasional Shinta Kamdani mengatakan, pelaku usaha siap menjalankan era new normal karena masyarakat harus menerima bahwa bagaimanapun tidak mungkin virus corona (Covid-19) bisa selesai tanpa vaksin. Sehingga mau tak mau, masyarakat harus bisa hidup berdampingan dengan virus ini.

“Meski demikian, tentu saja hal ini dilakukan ketika semua persiapan relaksasi menuju new normal dilakukan secara bertahap agar pemerintah menyesuaikan kemampuan fasilitas kesehatan, serta mekanisme kontrol di wilayah yang direlaksasi sesuai risiko penyebaran pasca - new normal untuk memastikan pengendalian wabah tetap maksimal,” katanya di jakarta, Selasa (26/5).

Terkait dampaknya terhadap perekonomian, Shinta mengaku agak susah untuk memperkirakannya. Sebab, tidak ada jaminan bahwa ekonomi nasional akan pulih ke pra-pandemi hanya karena relaksasi kebijakan pengendalian wabah. Bahkan bila pandemi hilang tiba-tiba saat ini pun, belum tentu ekonomi bisa kembali ke level pra-pandemi karena kerusakan ekonomi nasional cukup besar, khususnya terhadap modal usaha, lapangan kerja dan daya beli masyarakat.

“Yang bisa kami jamin adalah adanya peningkatan kinerja ekonomi nasional pasca - new normal dibanding 1-2 bulan terakhir karena kita mengurangi tekanan regulasi terhadap potensi penciptaan kinerja ekonomi produktif yang terjadi 1-2 bulan terakhir karena kebijakan pengawasan mobilitas ketat seperti PSBB,” jelasnya.

Menurut Shinta, bila new normal berjalan lancar, ekonomi nasional butuh waktu untuk pulih karena kepercayaan pasar untuk melakukan transaksi nonprimer atau nonessensial dan pemulihan daya beli konsumen tidak terjadi dalam semalam.

Shinta mengatakan, kinerja ekonomi pada new normal akan lebih tinggi dibanding periode penerapan PSBB. “Kita berharap pertumbuhan ekonomi kita kuartal II ini bisa tetap positif atau setidaknya nol karena relaksasi PSBB dan kebijakan new normal. Kalau tidak ada relaksasi kemungkinan besar negative growth di kuartal II tidak bisa dihindari lagi,” ucapnya.

Lebih lanjut, kata Shinta, pelaku usaha butuh waktu untuk mempelajari, mempersiapkan, mengedukasi pekerja terhadap protokol baru. Selain itu, butuh fleksibilitas untuk menerapkan protokol sesuai kebutuhan aktivitas di tempat kerja. Disiplin penerapan protokol di perusahaan pun kemungkinan besar akan bervariasi.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Dukung PON XX, Grup Garuda Indonesia Tambah Frekuensi dari dan ke Papua

Garuda Indonesia akan meningkatkan kapasitas penerbangan dengan menambah frekuensi layanan penerbangan domestik dari dan menuju Papua.

EKONOMI | 20 September 2021

Indef: Food Estate Perlu Diperkuat Kolaborasi Stakeholder

Kebijakan ketahanan pangan seperti food estate sebaiknya juga mempertimbangkan aspek sosial, ekonomi, lingkungan dan kesehatan.

EKONOMI | 20 September 2021

Serapan KUR Pertanian Capai 78,23%

Dalam upaya menjaga ketersediaan pangan di tengah pandemi Covid-19, Kemtan telah menjalankan sejumlah strategi, salah satunya melalui KUR.

EKONOMI | 20 September 2021

Menpupera: Kampus UIII Siap Digunakan November 2021

Pembangunan kampus UIII tahap kedua yang dikerjakan PT PP (Persero) senilai Rp 279,9 miliar sudah rampung 100% dan masuk tahap penyelesaian akhir (finishing).

EKONOMI | 20 September 2021

IHSG Ditutup Melemah, Asing Lepas BBRI

Investor asing mencatat net sell di semua pasar sebesar Rp 361,47 miliar pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (21/9/2021).

EKONOMI | 20 September 2021

IHSG Ditutup Melemah di Awal Pekan, Saham CBMF Top Gainers

Saham CBMF Melesat 34,12% pada akhir perdagangan di Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (20/9/2021).

EKONOMI | 20 September 2021

Jasa Logistik Ini Berani Berikan Jaminan Ganti Rugi Hingga Rp 1 Miliar

Willy Logistic Service berani memberikan jaminan ganti rugi hingga Rp 1 miliar.

EKONOMI | 20 September 2021

Tingkatkan SPM, Hutama Karya Tambah Fasilitas di Jalan Tol Trans Sumatera

Hutama Karya juga menyediakan akses CCTV secara real time melalui aplikasi HK Toll Apps.

EKONOMI | 20 September 2021

Jokowi Tunjuk Luhut Jadi Ketua Tim Gernas Bangga Buatan Indonesia

Tim Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia yang disebut sebagai Tim Gernas BBI ini berada di bawah dan bertanggungjawab kepada presiden.

EKONOMI | 20 September 2021

Jokowi Sebut Rusun Pasar Rumput Hunian Istimewa

Jokowi berharap, kehadiran rusun dapat meringankan beban masyarakat khususnya berkaitan dengan penyediaan hunian yang nyaman dan terjangkau.

EKONOMI | 20 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Napoleon Bonaparte


# Mourinho


# Manchester United


# KKB



TERKINI
Indef: Food Estate Perlu Diperkuat Kolaborasi Stakeholder

Indef: Food Estate Perlu Diperkuat Kolaborasi Stakeholder

EKONOMI | 13 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings