IHSG Ditutup Menguat 0,38 Persen

IHSG Ditutup Menguat 0,38 Persen
Pengunjung melihat pergerakan saham dengan telepon seluler di Bursa Efek Indonesia (BEI) di Jakarta. (Foto: Beritasatu Photo / Mohammad Defrizal)
Lona Olavia / Merdhy Pasaribu / MPA Rabu, 27 Mei 2020 | 15:22 WIB


Jakarta, Beritasatu.com- Laju indeks harga saham gabungan (IHSG) berhasil diteruskan penguatannya pada perdagangan Rabu (27/5/2020). Indeks bergerak cukup fluktuatif, dibuka turun 17 poin atau 0,38 persen ke 4.609, IHSG akhirnya berhasil ditutup menguat 14,75 poin atau 0,31 persen ke level 4.641,55 pada penutupan sesi II.

Pada perdagangan hari ini aksi jual saham masih dilakukan oleh investor asing yang ditunjukkan dengan jumlah jual bersih asing atau net foreign sell sebesar Rp 274,23 miliar. Sementara itu, dari 10 sektor saham, enam mengalami kenaikan dan yang terbesar adalah di sektor industri dasar dengan 1,52 persen. Sedangkan empat sektor lainnya turun dan yang terdalam adalah di sektor infrastruktur dengan 1,44 persen.

Sementara, frekuensi perdagangan saham tercatat sebanyak 579.753 kali transaksi dengan jumlah saham yang diperdagangkan sebanyak 7,79 miliar lembar saham senilai Rp 7,70 triliun. Sebanyak 197 saham naik 179 saham menurun, dan 163 saham tidak bergerak nilainya.

Di bursa regional indeks ditutup variatif, hanya Nikkei yang berhasil menguat 0,7 persen. Sedangkan, Hang Seng melemah 0,53 persen dan Strait Times juga melemah0,67 persen.

Sebelumnya, pada penutupan bursa saham Amerika Serikat bergerak cukup kencang kenaikannya pada penutupan perdagangan Selasa (26/5). Bahkan, Indeks S&P 500 SPX sempat menembus level psikologi 3.000 untuk pertama kalinya sejak 5 Maret namun terkoreksi pada sesi akhir menyusul pernyataan dari penasihat Gedung Putih Larry Kudlow bahwa AS mempertimbangkan untuk memberi sanksi kepada Tiongkok terkait virus corona dan kasus Hong Kong.

DirekturPT Indosurya Bersinar Sekuritas William Surya Wijaya dalam risetnya, Rabu (27/5) mengatakan, kenaikan yang terjadi dalam pergerakan IHSG masih bersifat teknikal rebound, disisi lain pergerakan IHSG masih dibayangi oleh sentimen dari capital outflow yang masih terjadi secara year to date. Namun, mengingat kondisi perekonomian yang masih berada dalam kondisi stabil momentum koreksi wajar masih dapat dimanfaatkan oleh investor untuk melakukan akumulasi pembelian dengan target jangka pendek. Meskipun demikian, IHSG berpotensi kembali mengalami teknikal rebound.



Sumber: BeritaSatu.com