UE Beri Pinjaman Rp 12.200 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi

UE Beri Pinjaman Rp 12.200 Triliun untuk Pemulihan Ekonomi
Ilustrasi dolar AS. (Foto: Antara / Aprillio Akbar)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Kamis, 28 Mei 2020 | 05:57 WIB

Brussel, Beritasatu.com - Komisi Eropa meluncurkan rencana dana pemulihan 750 miliar euro (US$ 826,5 miliar) atau setara Rp 12.212 triliun karena kawasan itu menghadapi krisis ekonomi terburuk sejak 1930-an.

Pinjaman dana ini dicairkan melalui anggaran Eropa - keranjang uang tunai Uni Eropa yang mendukung program-program seperti Erasmus. Uni Eropa (UE) akan dibayar kembali antara 2028 dan 2058.

Dari total dana 750 miliar euro itu, sebanyak 500 miliar euro dalam bentuk hibah dan 250 miliar euro dalam bentuk pinjaman kepada negara-negara anggota. Dari dana 500 miliar euro itu, sebesar 310 miliar euro akan diinvestasikan dalam transisi hijau dan digital.

Jerman dan Prancis membuka pintu untuk menerbitkan utang bersama Uni Eropa minggu lalu, menunjukkan bahwa Komisi, badan eksekutif UE, harus mengumpulkan 500 miliar euro pada publik untuk didistribusikan sebagai hibah. Inisiatif ini sebagai terobosan dan langkah bersejarah karena Jerman selalu menentang gagasan utang yang diterbitkan bersama, bahkan selama krisis sebelumnya.

Namun ada empat negara Eropa yang masih menentang pemberian hibah sebagai cara untuk mengurangi dampak ekonomi dari krisis Covid-19, dan lebih memilih pinjaman yang akan dilunasi. Keempat negara itu adalah Austria, Belanda, Swedia dan Denmark. Mereka menginginkan komitmen reformasi ekonomi yang kuat sebagai imbalan atas bantuan keuangan.

Dengan memasukkan komponen hibah dan pinjaman, Komisi berupaya menjembatani perbedaan-perbedaan ini di antara 27 negara Uni Eropa.

Seorang pejabat Belanda, yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan kepada CNBC pada Rabu bahwa posisi-posisi tersebut sangat jauh berbeda dan ini adalah suara bulat, sehingga negosiasi akan memakan waktu. Sulit membayangkan proposal ini akan menjadi akhir negosiasi tersebut.

Proposal Rabu mengawali diskusi di antara 27 negara anggota UE. Para pemimpin akan bertemu melalui panggilan video pada 18 Juni dengan harapan menemukan konsensus mengenai perincian dana pemulihan yang tepat. Parlemen Eropa, satu-satunya lembaga Uni Eropa yang dipilih langsung, juga harus menyetujui bantuan keuangan baru.

Sementara ada langkah-langkah jangka pendek lain yang tersedia di seluruh Eropa. Bank Sentral Eropa membeli obligasi pemerintah sebagai bagian program 750 miliar euro dan 540 miliar euro yang tersedia untuk pengangguran, investasi bisnis, dan pinjaman kepada pemerintah.

Dalam rangka mendanai beberapa biaya tambahan, Komisi Eropa menyarankan menerapkan tugas pembatasan karbon, basis pajak korporasi umum yang dikonsolidasikan, dan pajak digital.

Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen mengatakan dalam sebuah pernyataan bahwa rencana pemulihan mengubah tantangan besar yang kita hadapi menjadi peluang.



Sumber: CNBC