Status Komisioner KY Tidak Berubah

Status Komisioner KY Tidak Berubah
Senin, 2 Agustus 2010 | 15:25 WIB

Perpanjangan masa kerja komisioner Komisi Yudisial yang sedianya berakhir 2 Agustus 2010 dengan Keppres tidak akan mengubah dan memengaruhi tugas dan wewenang mereka.

Pernyataan itu disampaikan Ketua Komisi Yudisial, Busyro Muqoddas menanggapi berakhirnya masa kerja komisioner di lembanganya.
 
“Sama saja wewenang dan tugas yang akan dilakukan oleh KY dan itu semua tidak akan berubah sama dengan wewenang KY yang sekarang,” kata Busyro di  sela-sela sarasehan “Refleksi dan Proyeksi Komisi Yudisial Indonesia” di Kantor Komisi Yudisial, Jakarta, hari ini.
 
Dia mengakui, perpanjangan masa kerja  komisioner Komisi Yudisial dengan Keppres sampai saat ini masih memicu perdebatan. Namun Busyro mengatakan, dia tidak mau masuk dalam perdebatan Keppres tersebut.
 
“Mungkin cara [Keppres] itu yang paling bagus bagi dan menurut mereka dan itu sudah mendapat persetujuan dari DPR,” katanya.
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Pusat Kajian Anti Korupsi UGM, Zainal Arifin Mochtar menilai perpanjangan masa kerja komisioner Komisi Yudisial menggunakan Keppres bisa mengganggu independesi lembaga itu.
 
Alasannya, dalam konteks sebuah negara, lembaga semacam Komisi Yudisial merupakan lembaga negara independen.
 
“Sebagai sebuah lembaga yudikatif, kewenangan KY tidak bisa dicampuri oleh Presiden,” kata Zainal.
 
Penguatan
Sementara itu, anggota Komisi III  Fraksi PDIP, Gayus Lumbuun menilai, keberadaan Komisi Yudisial perlu disempurnakan.
 
Alasan Gayus, sebagai reformasi internal untuk melakukan pengawasan terhadap kekuasaan kehakiman, independensi hakim juga mengalami ujian.
 
“Untuk melengkapi kemandirian hakim itu, penguatan KY yang dilakukan secara parsial dalam beberapa undang-undang perlu disempurnakan lagi terutama melalui perubahan Undang-UndangU No. 22 tahun 2004,” kata Gayus.
 
Dari penguatan inilah tambah Gayus, komitmen berkelanjutan dari para hakim yang berada di semua tingkat  pengadilan bisa tetap dipegang teguh.
 
 
Sumber: -