Kuartal I, Laba BNI Syariah Melonjak 58,1%
INDEX

BISNIS-27 532.645 (5.76)   |   COMPOSITE 6373.41 (33.6)   |   DBX 1200.38 (10.88)   |   I-GRADE 185.572 (1.38)   |   IDX30 530.591 (4.85)   |   IDX80 143.3 (1.02)   |   IDXBUMN20 436.746 (3.04)   |   IDXESGL 146.832 (1.72)   |   IDXG30 145.313 (0.78)   |   IDXHIDIV20 465.476 (4.37)   |   IDXQ30 150.721 (1.36)   |   IDXSMC-COM 298.62 (-0.97)   |   IDXSMC-LIQ 374.87 (0.07)   |   IDXV30 150.9 (0.3)   |   INFOBANK15 1063.78 (10.1)   |   Investor33 452.728 (5.44)   |   ISSI 189.451 (0.3)   |   JII 667.742 (1.74)   |   JII70 234.615 (0.32)   |   KOMPAS100 1279.35 (8.99)   |   LQ45 988.752 (8.67)   |   MBX 1764.22 (8.29)   |   MNC36 335.71 (3.33)   |   PEFINDO25 340.233 (1.9)   |   SMInfra18 325.434 (4.57)   |   SRI-KEHATI 386.573 (5.14)   |  

Kuartal I, Laba BNI Syariah Melonjak 58,1%

Kamis, 28 Mei 2020 | 15:41 WIB
Oleh : Lona Olavia / MPA

Jakarta, Beritasatu.com- PT Bank BNI Syariah mencatatkan laba bersih Rp 214 miliar sepanjang kuartal I 2020. Laba tersebut meningkat 58,1% dibanding periode yang sama di tahun 2019.

"Dampak Covid-19 ke bottom line belum terasa, tapi kami sudah antisipasi di kuartal berikutnya. Tentu dampaknya akan terasa, baik secara bisnis maupun kualitas aset," ujar Direktur Utama PT Bank BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo dalam konferensi pers virtual, Kamis (28/5).

Terkait proyeksi laba tahun ini, Direktur Keuangan dan Operasional BNI Syariah Wahyu Avianto mengaku, pihaknya sudah melakukan simulasi atas beberapa skenario dari dampak pandemi. Di mana, untuk likuiditas saat ini masih cukup kuat dan resiko kredit berada dalam kondisi ringan dan sedang. "Laba yang pasti tidak bisa mencapai target dari yang dicanangkan dalam RBB, tapi masih bisa hasilkan keuntungan yang cukup, tergantung seberapa lama efek Covid," ujarnya.

Sementara itu, ditengah pandemi Covid-19, BNI Syariah dikatakan Wahyu menerapkan enam strategi, antara lain sinergi dengan induk mengembangkan layanan digital, dan optimalisasi Qanun Aceh. Dalam hal digital, pembukaan rekening melalui Hasanah Online tercatat sudah dilakukan oleh 24.839 nasabah, naik 14,01% dari akhir tahun lalu. Selain itu, BNI Syariah juga meluncurkan uang elektronik pertama di perbankan syariah yaitu Hasanahku. "Ini untuk ekosistem halal education, halal food, dan halal traveling dengan skema B2B," imbuhnya.

Terkait kinerja, aset perusahaan juga naik 16,2%, dari Rp 44 triliun menjadi Rp 51,1 triliun. Di sektor pembiayaan, perusahaan juga mencatat peningkatan hingga 9,8%, dari Rp 29,4 triliun menjadi 32,3 triliun. Dana pihak ketiga (DPK) yang dihimpun bertambah dari Rp 38,4 triliun menjadi Rp 44,8 triliun, atau tumbuh 16,6%. Kenaikan juga terjadi pada jumlah modal inti sebesar 18,5% dari Rp 4,56 triliun menjadi Rp 5 triliun.

Naik Kelas

Di sisi lain, BNI Syariah per kuartal I 2020 telah naik menjadi bank di kelas bank umum kegiatan usaha (BUKU) III dengan modal inti di rentang Rp 1-5 triliun. Hal tersebut lantaran adanya tambahan modal dari induk perseroan yaitu PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) senilai Rp 225,59 miliar dalam bentuk nontunai alias inbreng aset. "Modal Rp 5 triliun karena faktor fundamental seperti kinerja yang cukup baik kinerja. Kami juga dapat tambahan modal dari induk Rp 260 miliar dalam bentuk penyertaan tanah yang ada di Pejompongan yang akan jadi kantor pusat kami di 2021," kata Firman.

Dengan menjadi BUKU III, maka perseroan akan masuk ke bisnis internasional, misalnya trade finance dan remitansi. Di remitansi, BNI Syariah akan mendapatkan fee based income yang berasal dari komisi dan selisih kurs. Adapun, dari bisnis internasional, perseroan akan meraup dana sekitar Rp 70 miliar.

"Apalagi BNI punya banyak cabang diluar negeri, terutama seperti di Jepang dan Korea yang punya potensi besar di bidang pengiriman uang dan sudah sukses dilakukan induk. Jadi, kami akan bersinergi dengan induk dan juga meningkatkan SDM dan IT," pungkasnya



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pariwisata Sehat, Aman, dan Berkualiats Makin Diminati

Harus dilakukan dengan teliti dan detail dengan masing-masing kepala daerah.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Asing Net Buy, IHSG Lompat ke 4.707

yang terbesar adalah di sektor keuangan dengan kenaikan 3,94 persen

EKONOMI | 28 Mei 2020

Disiapkan, 4 Tahapan Tatanan Normal Baru Sektor Pariwisata

Memastikan destinasi wisata sudah aman dari Covid-19.

NASIONAL | 28 Mei 2020

BRI Ubah Pasar Dinoyo Menjadi Pasar Online

untuk berdagang secara online melalui konsep pasar online tradisional

EKONOMI | 28 Mei 2020

5.364 SID Baru Tercipta di 10 Days Challenge 2020 Periode 1

Dalam "10 Days Challenge 2020" periode pertama sebanyak 5.364 single investor identification (SID) baru telah tercatat validitasnya di KSEI.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Siang Ini, Rupiah dan Mata Uang Asia Tertekan

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.740-Rp 15.762 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Mei 2020

BUMN Perikanan Diminta Serap Ikan Tangkapan Nelayan Terdampak Covid-19

Menteri BUMN memerintahkan Perum Perindo dan PT Perinus untuk menyerap ikan hasil tangkapan dan budi daya nelayan terdampak Covid-19.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Jeda Hari, Mayoritas Bursa Asia di Zona Negatif

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 422,9 (1,8 persen) mencapai 22.878.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Jeda Siang, IHSG Meroket 1,87 Persen ke 4.728

Volume perdagangan hingga sesi siang ini tercatat sebanyak 49.487 miliar saham senilai Rp 6,953 triliun.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Siapkan Rp 34 T, Pemerintah Relaksasi Kredit Petani dan Nelayan

Pemerintah akan memastikan bahwa program bansos melalui jaring pengaman sosial akan tersalurkan.

EKONOMI | 28 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS