BI Optimistis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2% PDB
INDEX

BISNIS-27 541.037 (-2.19)   |   COMPOSITE 6389.83 (-67.98)   |   DBX 1207.48 (-6.95)   |   I-GRADE 186.044 (-1.8)   |   IDX30 536.499 (-4.06)   |   IDX80 144.214 (-1.63)   |   IDXBUMN20 435.358 (-10.84)   |   IDXESGL 149.259 (-0.62)   |   IDXG30 145.988 (-1.78)   |   IDXHIDIV20 471.745 (-3.45)   |   IDXQ30 152.642 (-1.01)   |   IDXSMC-COM 293.915 (-4.87)   |   IDXSMC-LIQ 367.505 (-7.32)   |   IDXV30 148.997 (-3.22)   |   INFOBANK15 1075.9 (-4.86)   |   Investor33 460.647 (-2.84)   |   ISSI 189.211 (-2.58)   |   JII 668.85 (-10.91)   |   JII70 234.095 (-3.95)   |   KOMPAS100 1287.09 (-14.11)   |   LQ45 998.257 (-9.21)   |   MBX 1767.88 (-20.12)   |   MNC36 340.661 (-2.42)   |   PEFINDO25 338.558 (0.19)   |   SMInfra18 329.085 (-4.86)   |   SRI-KEHATI 393.501 (-2.17)   |  

BI Optimistis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2% PDB

Kamis, 28 Mei 2020 | 16:05 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com – Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan, defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2020 mencapai US$ 3,9 miliar atau 1,42% dari produk domestik bruto (PDB). Ini jauh lebih rendah dari defisit pada triwulan sebelumnya yang mencapai US$ 8,1 miliar atau 2,8% dari PDB. Melihat realisasi tersebut, Perry optimistis defisit transaksi berjalan pada tahun ini dapat terjaga rendah, yakni di bawah 2% dari PDB.

“Secara keseluruhan, defisit transaksi berjalan US$3,9 miliar atau 1,42% dari PDB. Ini mengkonfirmasikan bahwa defisit transaksi berjalan di triwulan I-2020 itu lebih rendah dari 1,5% PDB sebagaimana kami sampaikan sebelumnya. Tahun ini, InsyaAllah tetap terkendali di bawah 2% dari PDB,” kata Perry Warjiyo dalam paparan update perekonomian secara online, Kamis (28/5/2020).

Terkait defisit transaksi berjalan di triwulan I-2020, Perry menjelaskan penurunan defisit transaksi berjalan tersebut dipengaruhi oleh peningkatan surplus neraca perdagangan barang, disertai dengan penurunan defisit neraca jasa dan neraca pendapatan primer. Perbaikan surplus neraca perdagangan barang disebabkan oleh penurunan impor seiring dengan permintaan domestik yang melambat, sehingga mengurangi dampak penurunan ekspor akibat kontraksi pertumbuhan ekonomi dunia.

Defisit neraca jasa juga membaik dipengaruhi oleh penurunan defisit jasa transportasi sejalan dengan penurunan impor barang, di tengah penurunan surplus jasa travel akibat berkurangnya kunjungan wisatawan mancanegara ke Indonesia. Di samping itu, perbaikan defisit neraca pendapatan primer sejalan dengan aktivitas ekonomi domestik, turut mendorong penurunan defisit transaksi berjalan.

Inflasi Rendah

Sementara itu, BI Juga memperkirakan inflasi pada Mei 2020 ini akan sangat rendah, sehingga inflasi tahun 2020 akan terjaga di angka 3% plus minus 1%. Berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan 46 kantor perwakilan BI di seluruh Indonesia hingga minggu ke-4 Mei 2020, BI memperkirakan inflasi Mei 2020 sebesar 0,09% (m-t-m) atau 2,21% (y-o-y).

“Inflasi di bulan Ramadan tahun ini sangat rendah kalau dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Misalnya tahun 2019 inflasinya sebelum Idul Fitri 0,68%, setelah Idul Fitri 0,55%. Kemudian di Ramadan tahun 2018 0,59%, 2017 itu 0,69%," kata Perry.

Menurut Perry, inflasi yang rendah pada Ramadan tahun ini terkait dengan adanya pandemi Covid-19 yang menurunkan permintaan masyarakat akan barang dan jasa. Faktor lainnya berkaitan dengan rendahnya harga-harga komoditas global yang akhirnya berpengaruh pada harga barang-barang yang diimpor.

"Rendahnya inflasi juga dipengaruhi stabilitas nilai tukar yang tetap terpelihara. Memang di bulan Maret mendapat tekanan, tetapi saat ini nilai tukarnya stabil dan cenderung menguat. Faktor lain adalah terjaganya ekspektasi inflasi," kata Perry.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Pengembang Siap Laksanakan New Normal

Era normal baru mendorong pengembang untuk tetap semangat membangun rumah bagi rakyat.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Kuartal I, Laba BNI Syariah Melonjak 58,1%

BNI Syariah sudah melakukan simulasi atas beberapa skenario dari dampak pandemi.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Pariwisata Sehat, Aman, dan Berkualiats Makin Diminati

Harus dilakukan dengan teliti dan detail dengan masing-masing kepala daerah.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Asing Net Buy, IHSG Lompat ke 4.707

yang terbesar adalah di sektor keuangan dengan kenaikan 3,94 persen

EKONOMI | 28 Mei 2020

Disiapkan, 4 Tahapan Tatanan Normal Baru Sektor Pariwisata

Memastikan destinasi wisata sudah aman dari Covid-19.

NASIONAL | 28 Mei 2020

BRI Ubah Pasar Dinoyo Menjadi Pasar Online

untuk berdagang secara online melalui konsep pasar online tradisional

EKONOMI | 28 Mei 2020

5.364 SID Baru Tercipta di 10 Days Challenge 2020 Periode 1

Dalam "10 Days Challenge 2020" periode pertama sebanyak 5.364 single investor identification (SID) baru telah tercatat validitasnya di KSEI.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Siang Ini, Rupiah dan Mata Uang Asia Tertekan

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.740-Rp 15.762 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Mei 2020

BUMN Perikanan Diminta Serap Ikan Tangkapan Nelayan Terdampak Covid-19

Menteri BUMN memerintahkan Perum Perindo dan PT Perinus untuk menyerap ikan hasil tangkapan dan budi daya nelayan terdampak Covid-19.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Jeda Hari, Mayoritas Bursa Asia di Zona Negatif

Adapun indeks Hang Seng di Hong Kong melemah 422,9 (1,8 persen) mencapai 22.878.

EKONOMI | 28 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS