Rupiah Melemah Tipis ke Rp 14.715
INDEX

BISNIS-27 540.837 (-8.19)   |   COMPOSITE 6428.31 (-54.9)   |   DBX 1183.86 (16.52)   |   I-GRADE 188.148 (-2.58)   |   IDX30 539.476 (-8.89)   |   IDX80 144.979 (-1.68)   |   IDXBUMN20 440.639 (-3.89)   |   IDXESGL 147.926 (-1.09)   |   IDXG30 146.726 (-1.41)   |   IDXHIDIV20 473.385 (-7.91)   |   IDXQ30 152.644 (-1.92)   |   IDXSMC-COM 299.578 (-0.96)   |   IDXSMC-LIQ 376.282 (-1.41)   |   IDXV30 152.705 (-1.81)   |   INFOBANK15 1086.82 (-23.03)   |   Investor33 459.04 (-6.31)   |   ISSI 190.39 (-0.94)   |   JII 671.594 (-3.85)   |   JII70 236.079 (-1.46)   |   KOMPAS100 1294.89 (-15.54)   |   LQ45 1002.38 (-13.63)   |   MBX 1785.38 (-21.17)   |   MNC36 340.467 (-4.76)   |   PEFINDO25 342.936 (-2.7)   |   SMInfra18 325.457 (-0.02)   |   SRI-KEHATI 391.973 (-5.4)   |  

Rupiah Melemah Tipis ke Rp 14.715

Kamis, 28 Mei 2020 | 16:14 WIB
Oleh : Lona Olavia / MPA


Jakarta, Beritasatu.com- Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) berdasarkan data Bloomberg, pada perdagangan Kamis (28/5/2020) ditutup melemah tipis 5 poin atau 0,03 persen menjadi Rp 14.715 per dolar AS. Sementara itu, kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) mencatat rupiah berada di level Rp 14.769 per dolar AS atau melemah dari perdagangan Rabu (27/5) kemarin di Rp 14.761 per dolar AS.

Pelemahan rupiah sejalan dengan pelemahan mata uang negara Asia lainnya. Di mana, hingga pukul 15.00 WIB, Won Korea Selatan masih menjadi mata uang dengan pelemahan terdalam setelah ditutup turun 0,41 persen. Hal itu lantaran Bank of Korea (BOK) memangkas ekonomi Korea Selatan di 2020 menjadi kontraksi 0,2 persen.

Kendati, Korea Selatan disebut sebagai negara yang mampu mengendalikan penyebaran virus corona, kinerja ekspor merosot karena pasar luar negeri masih berjuang membuka kembali ekonominya setelah menerapkan karantina wilayah.

Di sisi lain, jumlah pekerjaan yang hilang terus bertambah kala inflasi melambat. Akibatnya, Korea Selatan diproyeksi harus merasakan kontraksi ekonomi yang pertama kalinya sejak krisis finansial Asia tahun 1998.

Selanjutnya ada ringgit Malaysia yang juga melemah 0,21 persen. Diikuti oleh yen Jepang dan peso Filipina yang masing-masing terkoreksi 0,11 persen dan 0,08 persen. Begitupun dengan dolar Taiwan dan rupee India yan berada di zona merah setelah sama-sama terdepresiasi 0,03 persen terhadap dolar AS.

Sedangkan, Baht Thailand berhasil menguat sepanjang hari ini setelah menjadi mata uang dengan penguatan terbesar dengan naik 0,16 persen.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

BI Optimistis Defisit Transaksi Berjalan di Bawah 2% PDB

Defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2020 mencapai US$ 3,9 miliar atau 1,42% dari PDB

EKONOMI | 28 Mei 2020

Pengembang Siap Laksanakan New Normal

Era normal baru mendorong pengembang untuk tetap semangat membangun rumah bagi rakyat.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Kuartal I, Laba BNI Syariah Melonjak 58,1%

BNI Syariah sudah melakukan simulasi atas beberapa skenario dari dampak pandemi.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Pariwisata Sehat, Aman, dan Berkualiats Makin Diminati

Harus dilakukan dengan teliti dan detail dengan masing-masing kepala daerah.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Asing Net Buy, IHSG Lompat ke 4.707

yang terbesar adalah di sektor keuangan dengan kenaikan 3,94 persen

EKONOMI | 28 Mei 2020

Disiapkan, 4 Tahapan Tatanan Normal Baru Sektor Pariwisata

Memastikan destinasi wisata sudah aman dari Covid-19.

NASIONAL | 28 Mei 2020

BRI Ubah Pasar Dinoyo Menjadi Pasar Online

untuk berdagang secara online melalui konsep pasar online tradisional

EKONOMI | 28 Mei 2020

5.364 SID Baru Tercipta di 10 Days Challenge 2020 Periode 1

Dalam "10 Days Challenge 2020" periode pertama sebanyak 5.364 single investor identification (SID) baru telah tercatat validitasnya di KSEI.

EKONOMI | 28 Mei 2020

Siang Ini, Rupiah dan Mata Uang Asia Tertekan

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.740-Rp 15.762 per dolar AS.

EKONOMI | 28 Mei 2020

BUMN Perikanan Diminta Serap Ikan Tangkapan Nelayan Terdampak Covid-19

Menteri BUMN memerintahkan Perum Perindo dan PT Perinus untuk menyerap ikan hasil tangkapan dan budi daya nelayan terdampak Covid-19.

EKONOMI | 28 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS