KKP Usulkan Tambahan Anggaran Stimulus Nelayan Rp 1,024 Triliun
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KKP Usulkan Tambahan Anggaran Stimulus Nelayan Rp 1,024 Triliun

Kamis, 28 Mei 2020 | 18:45 WIB
Oleh : Lenny Tristia Tambun / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mengusulkan tambahan anggaran dalam APBN 2020 sebesar Rp 1,024 triliun. Anggaran tersebut akan dialokasikan untuk stimulus nelayan tangkap dan budidaya yang terkena dampak pandemi virus corona atau Covid-19.

Baca Juga: KKP Serahkan Bantuan untuk Nelayan Muara Baru

"Dalam ratas tadi, kami usulkan anggaran stimulus APBN 2020 dalam rangka penguatan sektor nelayan tangkap dan budidaya. Kami ajukan anggaran tambahan Rp 1,024 triliun,” kata Menteri Kelautan dan Perikanan, Edhy Prabowo, saat konferensi pers secara virtual seusai menghadiri rapat terbatas (Ratas) yang dipimpin oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi), Kamis (28/5/2020).

Edhy Prabowo merincikan dana sebesar Rp 1,024 miliar tersebut akan dibagi ke beberapa sektor, yakni untuk sektor bantuan nelayan sebesar Rp 423,27 miliar. Kemudian sebesar Rp 406,55 miliar akan dialokasikan untuk bantuan budidaya.

Lalu, anggaran sebesar Rp 36,07 miliar untuk bantuan pengolahan dan pemasaran, dana Rp 54,1 miliar sebagai bantuan untuk petambak, dana Rp 106,48 miliar untuk pengawasan kapal-kapal pencuri asing, serta pengawasan audit internal sebesar Rp 8 miliar.

"Ini kami optimalkan supaya seluruh kegiatan menangkap ikan di laut, supaya nelayan tidak lagi ada kesulitan akses masuk ke laut. Kemudian pembudidaya kami berikan bantuan untuk benih, dan indukan, kemudian sarana prasarana budidaya,” jelas Edhy Prabowo.

Baca Juga: Peruri Dukung KKP Kembangkan Big Data

Tidak hanya itu, lanjut Edhy Prabowo, dengan tambahan anggaran di sektor budidaya dan tangkap ikan tersebut, dapat dilakukan pengadaan cold storage dengan ukuran dari yang besar hingga yang kecil.

"Pengadaan ini dalam rangka untuk mengantisipasi bila terjadi penyerapan ikan belum sempurna karena beberapa daerah masih PSBB," ujarnya.

Kemudian, kata Edhy Prabowo, KKP akan kembali meminta sebagian anggaran pengawasan kembali untuk optimalisasi pengawasan kelautan.

"Pengawasan kita tetap perlu menjaga laut, karena dalam pemotongan kemarin ini cukup kami potong. Dan sekarang kami minta sebagian dikembalikan,” ungkapnya.

Baca Juga: Pemerintah Relaksasi Kredit Petani dan Nelayan

Lalu, Edhy Prabowo juga meminta penyertaan modal tambahan untuk BUMN perikanan yakni Perinus dan Perindo. "Tak hanya itu, kami juga laporkan kepada Presiden dalam rangka penguatan perikanan tangakp budidaya, kami minta PMN untuk BUMN perikanan yakni Perinus dan Perindo. Dua BUMN ini kita minta kalau bisa disertakan, dan alhamdulillah Menkeu dan MenBUMN secara prinsip tidak masalah,” terang Edhy Prabowo.

Saat ini, ide tersebut sudah disetujui secara prinsip oleh Menteri Keuangan Sri Mulyani dan Menteri BUMN Erick Thohir, tetapi perlu dokumen lebih lanjut.

"Hanya Menkeu meminta secara proposal teknis yakni masing-masing Rp 500 miliar, ini akan digunakan untuk membeli hasil produk budidaya dan hasil perikanan tangkap dan pengolahan hasilnya. Dengan anggaran ini kami harap penyerapan ikan di lapangan bisa kita antisipasi dalam jangka pendek,” tutur Edhy Prabowo.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Ananta Wahana: Manfaat Asuransi Luar Biasa

Anggota Komisi VI DPR dari Fraksi PDI Perjuangan Ananta Wahana menegaskan manfaat asuransi luar biasa.

EKONOMI | 19 September 2021

Kawasan Industri Berikan Kontribusi Signifikan untuk Ekonomi Daerah

Kemperin terus mendorong peran kawasan industri (KI) untuk dapat memberikan kontribusi signfikan bagi ekonomi daerah dan nasional.

EKONOMI | 19 September 2021

Menteri Teten Dorong UMKM Jadi Bagian Rantai Pasok Global

Kemkop UKM tengah membuat master plan agar wsaha mikro, kecil dan menengah (UMKM) Indonesia menjadi bagian dari rantai pasok industri pembuat komponen.

EKONOMI | 19 September 2021

Pemerintah Akan Kaji Ulang Tingkat IJP KUR Askrindo dan Jamkrindo

Tingkat imbal jasa penjaminan (IJP) kredit usaha rakyat (KUR) pada PT Askrindo dan PT Jamkrindo sebesar 1,175% dinilai belum sesuai dengan risikonya.

EKONOMI | 19 September 2021

Bank KB Bukopin Partial Delisting, Bosowa Terdepak

PT Bank KB Bukopin Tbk (BBKP) melakukan partial delisting efektif dilakukan pada Senin (20/9/2021).

EKONOMI | 19 September 2021

KoinWorks Kembali Dipercaya Lendable Inc Salurkan Pembiayaan Rp 435 Miliar

KoinWorks kembali dipercaya Landable Inc untuk menyalurkan pembiayaan modal usaha senilai US$ 30 juta atau sekitar Rp 435 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021

Tiga Tahapan BRI Pasca-Rights Issue

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) melakukan aksi korporasi rights issue guna mengembangkan ekosistem ultramikro.

EKONOMI | 19 September 2021

La Nyalla: Impor Bukan Solusi Kenaikan Harga Jagung

Ketua DPD RI AA La Nyalla Mahmud Mattalitti mengatakan bahwa impor tidak bisa dijadikan solusi atas masalah tingginya harga jagung.

EKONOMI | 19 September 2021

Kisah Evergrande, Raksasa Properti Tiongkok yang Terancam Bangkrut

China Evergrande Group, perusahaan properti terbesar kedua di Tiongkok berdasarkan penjualan, terancam bangkrut karena terlilit utang hingga US$ 300 miliar.

EKONOMI | 19 September 2021

Desmigratif Hadirkan Pelindungan Komprehensif untuk Pekerja Migran dan Keluarganya

Kemnaker menghadirkan program Desmigratif dengan tujuan untuk memberikan pelindungan yang komprehensif bagi PMI dan keluarga.

EKONOMI | 19 September 2021


TAG POPULER

# Myanmar


# Ali Kalora


# Mujahidin Indonesia Timur


# Inter Milan


# Persib



TERKINI
Sebagian Besar Jakarta Cerah Berawan Hari Ini

Sebagian Besar Jakarta Cerah Berawan Hari Ini

MEGAPOLITAN | 14 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings