Satgas Lakukan Evaluasi

Satgas Lakukan Evaluasi
Selasa, 3 Agustus 2010 | 08:20 WIB

Satgas Pemberantasan Mafia Hukum hari ini akan melakukan evaluasi terhadap laporan-laporan yang masuk dan akan mengambil langkah-langkah atas laporan-laporan tersebut.

“Sekretariat akan mengirimkan agendanya. Jadi tinggal menindaklanjuti apa yang sudah dijadwalkan Itu sudah menjadi agenda rutin kami,” kata Darmono, anggota Satgas kepada wartawan beritasatu.com.
 
Namun dia tidak bisa memastikan apakah pengunduruan diri Irjen Polisi Herman Effendi dari keanggotaan Satgas juga akan dibahas dan dievaluasi.
 
“Saya sendiri belum membaca surat pengunduran diri Pak Herman. Dia juga belum konfirmasi. Saya tidak bisa memberikan keterangan apa-apa. Saya kira lebih baik ditanyakan ke ketuanya, Pak Kuntoro,” kata Darmono.
 
Dia memastikan dalam rapat Satgas yang digelar Selasa pekan  lalu, tidak ada pembicaraan mengenai pengunduran diri Herman dari Satgas. Darmono juga enggan membeberkan apakah dalam pertemuan itu keluar pernyataan dari Sekretaris Satgas,Denny Indrayana yang menuduh Herman sebagai bagian dari mafia di kepolisian.
 
Sepengetahuannya, sejauh ini tidak pernah ada masalah dalam Satgas meskipun  perbedaan pendapat memang kerap terjadi dalam  pertemuan Satgas.
 
“Setahu saya selama ini Satgas dalam kondisi kompak, enggak ada masalah. Kalaupun ada perbedaan pendapat tentang pekerjaan, saya kira itu hal yang biasa dalam rangka kebebasan demokrasi,” kata Darmono.
 
Soal desakan dari beberapa kalangan yang meminta Satgas dibubarkan karena dianggap sebagai kendaraan untuk pencitraan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, menurut Darmono SBY sudah memunyai citra yang baik dan tidak membutuhkan politik pencitraan melalui Satgas.  
 
“Satgas itu tugasnya melakukan koordinasi, supervisi dan pemantauan. Itu semua dilakukan dalam rangka penegakan hukum yang lebih baik,” kata Darmono.
 
Satgas, diakui oleh Darmono sudah berupaya maksimal dalam rangka melakukan perbaikan di lembaga-lembaga penegak hukum dan lembaga pemerintahan. Satgas melakukan koreksi dan penyempurnaan agar lembaga hukum bisa berjalan lebih baik.
 
Lalu soal julukan yang diberikan beberapa anggota DPR kepada Denny Indrayana sebagai jenderal bintang enam, menurut Darmono hal itu wajar-wajar saja kerana Denny kerap memberikan keterangan mewakili Satgas. 
 
“Namun kalau dibilang Pak Denny punya kekuasan yang lebih besar dari Pak Kuntoro itu salah. Tetap saja yang mengambil keputusan itu kan pimpinan. Kekuasaan dalam artian pengambilan keputusan, pengambilan kebijakan itu kekuasaan pimpinan,” kata Darmono.
 
Sumber: -