Pembiayaan CIMB Niaga Finance Tumbuh 52,5%

Pembiayaan CIMB Niaga Finance Tumbuh 52,5%
President Director PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) Ristiawan (tengah) bersama (ki-ka) Chief of Credit & Risk Antonius Herdaru, Collection & Recovery Director Danis V Bimawan, Finance & Strategy director M Imron Rosyadi Nur, Sales & Acquisition Director Kurniawan Kartawinata saat Peluncuran Logo Baru dan Aplikasi CNAF Mobile di Jakarta, Senin (9/3/2020). (Foto: Beritasatu Photo / Uthan AR)
Lona Olavia / FMB Jumat, 29 Mei 2020 | 13:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Di tengah pandemi Covid-19, PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) per 31 Maret 2020 menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 950 miliar, tumbuh 52,5% dari posisi sebesar Rp 623 miliar di periode yang sama tahun 2019.

“Pencapaian tersebut merupakan hasil dari strategi dan inisiatif yang dilakukan di berbagai aspek dengan tetap diimbangi prinsip kehati-hatian, mengutamakan kualitas pembiayaan serta customer experience,” kata Presiden Direktur CIMB Niaga Finance Ristiawan Suherman dalam siaran pers, Jumat (29/5/2020).

Sejalan dengan perbaikan pertumbuhan kredit yang dicapai sesuai target di kuartal pertama, rasio pembiayaan bermasalah juga membaik. Hal ini tercermin pada rasio kredit bermasalah atau non performing financing (NPF) di bawah rata-rata industri yaitu sebesar 0,95%.

Sementara, perolehan aset sebesar Rp 4,3 triliun, naik sebesar 64%. Lalu, laba sebelum pajak atau profit before tax (PBT) meningkat menjadi Rp 91,9 miliar, naik 33% dan return on equity (ROE) menjadi 21,75% dari posisi 18,81% dan return on assets (ROA) menjadi 11,14% dari posisi 12,88%.

Menghadapi situasi menantang di sepanjang tahun 2020 khususnya di masa pandemi dan setelah pandemi Covid-19, perseroan melakukan beberapa langkah strategi antara lain mengambil langkah percepatan perubahan bisnis proses ke arah digital dan automasi sehingga dapat menekan biaya menjadi lebih efektif dan efisien. “Kami bertekad terus menjadi perusahaan yang kompetitif di industri pembiayaan melalui berbagai inovasi dan inisiatif sesuai dengan aspirasi menjadi the most profitable company,” tutup Ristiawan. 



Sumber: BeritaSatu.com