8 Tahun Merugi, Akhirnya Krakatau Steel Cetak Laba
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

8 Tahun Merugi, Akhirnya Krakatau Steel Cetak Laba

Jumat, 29 Mei 2020 | 14:59 WIB
Oleh : Thereis Kalla / WBP

Jakarta, Beritasatu.com – PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) mencatatkan laba bersih US$ 74,14 juta pada kuartal I-2020 dari sebelumnya merugi US$ 62,32 juta pada periode sama tahun lalu. Capaian tersebut merupakan yang pertama dalam delapan tahun terakhir.

Direktur Utama Krakatau Steel Silmy Karim mengungkapkan, perbaikan kinerja perseroan di kuartal I-2020 terutama disebabkan penurunan beban pokok pendapatan sebesar 39,8 persen dan penurunan biaya administrasi dan umum sebesar 41,5 persen. Selain itu perseroan juga telah melakukan beberapa langkah perbaikan bisnis yang telah dilakukan sejak tahun lalu, yang efeknya mulai terasa di kuartal-I 2020.

“Beberapa upaya yang telah dilakukan perseroan antara lain melalui program restrukturisasi dan transformasi. Salah satu hasil positif yang dicapai perseroan adalah penurunan biaya operasi (operating expenses) induk turun 31 persen menjadi US$ 46,8 juta dibandingkan periode yang sama di tahun 2019,” ujar Silmy dalam keterangan resmi perseroan dikutip Investor.co.id, Jumat (29/5/2020).

Silmy menambahkan, kinerja positif perseroan tidak lepas dari efisiensi yang juga diterapkan Krakatau Steel. Perseroan mampu meningkatkan produktivitas karyawan melalui program optimalisasi tenaga kerja sejak awal tahun 2020. Hal tersebut tercermin, pada optimalisasi kerja yang meningkat 43 persen pada Januari 2020 dibanding pada periode saat tahun berjalan tahun 2019.

Selain itu, beban penggunaan energi, consumable, utility, biaya tetap, dan suku cadang mengalami penurunan, sehingga total penurunan biaya di Januari 2020 mencapai 28 persen dibanding dengan periode yang sama tahun sebelumnya. Sementara untuk cash to cash cycle juga mengalami percepatan siklus 40 hari atau sekitar 41 persen pada Desember 2019 dibanding dengan periode di sepanjang tahun 2018. “Atas upaya-upaya efisiensi, Krakatau Steel telah berhasil melakukan penghematan biaya sebesar US$ 130 juta pada kuartal I-2020,” ujar Silmy.

Kendati demikian, diperkirakan kondisi pada kuartal-II 2020 akan berbeda. Pasalnya kondisi pasar baja yang melemah sampai sekitar 50 persen akibat dari kondisi ekonomi Indonesia yang sedang mengalami tekanan akibat pandemi Covid-19. Melemahnya perekonomian nasional telah berdampak pada industri baja. Jika situasi ini berlanjut terus menerus maka diperkirakan akan berdampak pada kinerja di tahun 2020. Di sisi lain, sehubungan dengan dampak Covid-19 pada industri baja, Krakatau Steel sebagai BUMN strategis, dengan dukungan pemerintah, berusaha untuk menjaga industri hilir dan industri pengguna agar tetap beroperasi. “Industri baja merupakan Mother of Industries yang memiliki multiplier effect yang sangat luas khususnya dalam hal ketersediaan lapangan pekerjaan, pengurangan ketergantungan terhadap impor, dan peningkatan daya saing industri nasional,” kata Silmy.

Silmy menambahkan, kemungkinan jika keadaan ini berlarut-larut dan tak ada langkah-langkah antisipasi maka industri hilir dan industri pengguna akan menutup lini produksinya karena rendahnya utilisasi. Hal tersebut sangat berisiko karena karakteristik industri memerlukan waktu untuk melakukan proses start-up produksi dan kondisi tersebut akan menimbulkan celah masuknya produk impor yang dapat menimbulkan defisit neraca perdagangan nasional. Apabila industri sempat mati, lanjut Silmy, maka akan sulit untuk dihidupkan kembali karena dibutuhkan usaha ekstra dan bisa memakan waktu lama serta biaya lebih besar untuk memulihkannya. Kondisi ini akan lebih parah lagi jika pasar dalam negeri sudah terlanjur diisi oleh produk impor.

“Kita berharap kondisi perekonomian di kuartal III dan kuartal IV akan membaik, sehingga Krakatau Steel dapat kembali meraih keuntungan seperti halnya di kuartal I-2020 dan tahun ini Krakatau Steel dapat membukukan laba seperti yang direncanakan paska selesainya restrukturisasi Krakatau Steel,” pungkas Silmy.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Awal Pekan Depan, Bank Mandiri Operasikan 75% Kantor Cabang

Tahun ini Bank Mandiri tidak akan membuka kantor cabang baru, justru menutup sejumlah kantor cabang mikro.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Menko Perekonomian: 89 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp 1.422 T Jadi Prioritas

“Dari 245 proyek strategis nasional baru, yang memenuhi kriteria 89 proyek. Dengan demikian, 156 proyek belum direkomendasikan."

EKONOMI | 29 Mei 2020

Pembangunan 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Prioritas Dikebut

Tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur yang dihentikan pada lima KSPN yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado - Likupang.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Airlangga: Kereta Cepat Diperpanjang Jakarta-Bandung-Surabaya

Rencana ekspansi untuk mengintegrasikan proyek konektivitas modern ini selanjutnya akan dikaji oleh Kementerian BUMN.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Pentingnya Memilih Asuransi agar Terlindungi saat Pandemi

Salah satu memitigasi risiko penyakit adalah melakukan proteksi diri lewat produk asuransi.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Pembiayaan CIMB Niaga Finance Tumbuh 52,5%

Di tengah pandemi Covid-19, PT CIMB Niaga Auto Finance (CIMB Niaga Finance) per 31 Maret 2020 menyalurkan pembiayaan sebesar Rp 950 miliar, tumbuh 52,5%.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Selama Ramadan, J&T Express Kirim 3 Juta Paket Per Hari

CEO J&T Express Robin Lo menyampaikan, pengiriman kategori busana, gadget dan produk kecantikan masih mendominasi transaksi di bulan Ramadan tahun ini.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Rupiah Menguat ke Kisaran Rp 14.600

Kurs rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan siang hari ini, Jumat (29/5/2020), menguat ke kisaran Rp 14.600.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Sesi I, IHSG Menguat 0,1%

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 0,13 persen ke kisaran 4.722,1 pada akhir sesi pertama perdagangan hari ini, Jumat (29/5/2020).

EKONOMI | 29 Mei 2020

Komisi VI DPR: Jangan Mematikan Koperasi Digital dengan Label Pinjaman Online Ilegal

Soal ada penipuan, ada penyebaran data pribadi dan intimidasi itu urusan yang berbeda, silakan ditindak sesuai kewenangan lembaga.

EKONOMI | 29 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS