OJK Siapkan Stimulus Lanjutan Bagi Industri Non-Bank
Logo BeritaSatu
INDEX

BISNIS-27 515.204 (-2.06)   |   COMPOSITE 6290.8 (-32.05)   |   DBX 1362.34 (-1)   |   I-GRADE 180.342 (-1.16)   |   IDX30 506.102 (-3.59)   |   IDX80 136.192 (-1.32)   |   IDXBUMN20 397.025 (-3.48)   |   IDXESGL 139.555 (-0.83)   |   IDXG30 142.425 (-1.56)   |   IDXHIDIV20 448.193 (-3.29)   |   IDXQ30 145.469 (-0.81)   |   IDXSMC-COM 298.549 (-2.25)   |   IDXSMC-LIQ 357.569 (-6.36)   |   IDXV30 134.488 (-2.08)   |   INFOBANK15 1048.13 (3.23)   |   Investor33 435.467 (-1.63)   |   ISSI 181.572 (-2.16)   |   JII 618.362 (-9.56)   |   JII70 218.204 (-3.25)   |   KOMPAS100 1215.76 (-9.91)   |   LQ45 948.468 (-7.11)   |   MBX 1702.13 (-9.99)   |   MNC36 323.237 (-1.37)   |   PEFINDO25 323.55 (-1.68)   |   SMInfra18 308.555 (-4.24)   |   SRI-KEHATI 369.754 (-1.01)   |  

OJK Siapkan Stimulus Lanjutan Bagi Industri Non-Bank

Jumat, 29 Mei 2020 | 16:16 WIB
Oleh : Lona Olavia / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mengeluarkan kebijakan stimulus lanjutan di sektor industri keuangan non-bank (IKNB) dengan memberikan penyesuaian pelaksanaan teknis pemasaran Produk Asuransi Yang Dikaitkan Dengan Investasi (PAYDI) dan kebijakan restrukturisasi pembiayaan debitur Lembaga Keuangan Mikro (LKM) yang terkena dampak penyebaran Covid-19.

“Kedua kebijakan itu sebagai upaya OJK menjaga kinerja dan stabilitas industri asuransi dan industri LKM tetap terjaga di tengah pelemahan ekonomi akibat pandemi. Kebijakan ini tetap memperhatikan aspek perlindungan konsumen dan menjaga kualitas pinjaman kepada nasabah usaha mikro dan masyarakat berpendapatan rendah serta pelaksanaannya tetap mengedepankan tata kelola yang baik dan menghindari moral hazard,” ungkap Kepala Eksekutif Pengawas IKNB Riswinandi dalam siaran pers, Jumat (29/5/2020).

OJK memberikan penyesuaian teknis pelaksanaan pemasaran PAYDI bagi perusahaan asuransi dan asuransi syariah termasuk unit usaha syariah. Penyesuaian dimaksud yaitu, dalam pemasaran PAYDI tindak lanjut pertemuan langsung secara tatap muka dapat dilakukan melalui sarana digital atau media elektronik. Tanda tangan basah atas surat pernyataan dapat digantikan dengan tanda tangan elektronik sebagaimana diatur dalam ketentuan perundangan mengenai informasi dan transaksi elektronik (ITE).

Namun dalam penerapannya, OJK memberikan persyaratan yang harus dipenuhi yaitu memiliki sistem informasi dan infrastruktur memadai, memiliki surat pernyataan dari vendor teknologi informasi, memiliki standar operasi dan prosedur (SOP) yang mendukung pelaksanaan pemasaran digital, memiliki pernyataan persetujuan dari calon pemegang polis, melakukan dokumentasi dalam bentuk rekaman video dan audio, memiliki infrastruktur yang mendukung proses otentikasi tanda tangan elektronik, dan ikhtisar polis tetap disampaikan dalam bentuk hardcopy.

Baca juga: Antisipasi Covid-19, OJK Rilis Paket Stimulus Lanjutan

OJK juga meminta agar seluruh proses pemasaran dan penutupan polis asuransi secara digital harus memenuhi ketentuan sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan mengenai informasi dan transaksi elektronik (ITE), memenuhi kewajiban perlindungan konsumen di sektor jasa keuangan dan Anti Pencucian Uang dan Pencegahan Pendanaan Terorisme (APU PPT). Penerapan atas penyesuaian teknis pelaksanaan pemasaran PAYDI dilakukan dengan tetap memperhatikan penerapan prinsip kehati-hatian, manajemen risiko dan prinsip perlindungan konsumen yang baik, serta tidak dijadikan alasan untuk menolak klaim pemegang polis, khususnya untuk pengajuan klaim yang telah memenuhi persyaratan dalam polis dan telah sesuai dengan persyaratan pengajuan klaim.

“Penerapan atas penyesuaian teknis pelaksanaan pemasaran PAYDI ini bersifat sementara dan mulai berlaku sejak tanggal 27 Mei 2020 sampai dengan penetapan status keadaan tertentu darurat bencana wabah penyakit akibat Covid-19 dinyatakan berakhir oleh pemerintah,” tegasnya.

Sedangkan bagi LKM, kebijakannya terdiri dari perpanjangan 10 hari kerja dari batas waktu kewajiban penyampaian laporan keuangan 4 bulanan dan bukti pengumuman laporan keuangan untuk periode April 2020, pemberian restrukturisasi terhadap debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19, kualitas pinjaman atau pembiayaan bagi debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19 yang direstrukturisasi ditetapkan lancar sejak dilakukan restrukturisasi, penerapan restrukturisasi untuk debitur yang terkena dampak Covid-19 berlaku sampai dengan 6 bulan.

Namun restrukturisasi pembiayaan debitur LKM tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan permohonan restrukturisasi dari debitur yang terkena dampak penyebaran Covid-19, penilaian kebutuhan dan kelayakan restrukturisasi dari LKM, dan penerapan prinsip kehati-hatian dan tata kelola perusahaan yang baik, serta sesuai dengan prinsip syariah bagi LKM Syariah. “OJK mengharapkan kebijakan ini bisa menjaga kinerja LKM dapat terus bertahan dan bertumbuh dalam melayani usaha mikro dan masyarakat berpendapatan rendah dalam kondisi pandemi Covid-19,” ucap Riswinandi.



Sumber: BeritaSatu.com


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Jaga Kondisi Likuiditas, LPS Turunkan Bunga Penjaminan 0,25%

Bunga penjaminan untuk simpanan rupiah menjadi 5,5% dan valas 1,5% untuk kategori bank umum, dan untuk simpanan rupiah di BPR menjadi 8%.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Kapitalisasi BBRI Pimpin Jajaran Market Cap Terbesar

PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BBRI) mengalami kenaikan tertinggi sebesar Rp 220 (8,0 persen) mencapai Rp 2.950 dengan kapitalisasi pasar Rp 360,2 triliun.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Terbaik di Asia, Rupiah Ditutup Menguat 105 Poin

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.610- Rp 14.726 per dolar AS.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Sektor Aneka Industri Melesat, IHSG Ditutup Naik 37 Poin

Sebanyak 174 saham menguat, 232 saham melemah, dan 153 saham stagnan.

EKONOMI | 29 Mei 2020

8 Tahun Merugi, Akhirnya Krakatau Steel Cetak Laba

Beberapa upaya yang telah dilakukan perseroan antara lain melalui program restrukturisasi dan transformasi.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Awal Pekan Depan, Bank Mandiri Operasikan 75% Kantor Cabang

Tahun ini Bank Mandiri tidak akan membuka kantor cabang baru, justru menutup sejumlah kantor cabang mikro.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Menko Perekonomian: 89 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp 1.422 T Jadi Prioritas

“Dari 245 proyek strategis nasional baru, yang memenuhi kriteria 89 proyek. Dengan demikian, 156 proyek belum direkomendasikan."

EKONOMI | 29 Mei 2020

Pembangunan 5 Kawasan Strategis Pariwisata Nasional Prioritas Dikebut

Tidak ada kegiatan pembangunan infrastruktur yang dihentikan pada lima KSPN yakni Danau Toba, Borobudur, Mandalika, Labuan Bajo dan Manado - Likupang.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Airlangga: Kereta Cepat Diperpanjang Jakarta-Bandung-Surabaya

Rencana ekspansi untuk mengintegrasikan proyek konektivitas modern ini selanjutnya akan dikaji oleh Kementerian BUMN.

EKONOMI | 29 Mei 2020

Pentingnya Memilih Asuransi agar Terlindungi saat Pandemi

Salah satu memitigasi risiko penyakit adalah melakukan proteksi diri lewat produk asuransi.

EKONOMI | 29 Mei 2020


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS