Proyek Strategis Nasional Akan Serap 19 Juta Tenaga Kerja

Proyek Strategis Nasional Akan Serap 19 Juta Tenaga Kerja
Ilustrasi Smelter (Foto: Istimewa)
Lenny Tristia Tambun / WBP Jumat, 29 Mei 2020 | 17:54 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Koordinator (Menko) bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan ratusan proyek strategis nasional (PSN) yang sedang dan akan dikerjakan pemerintah dalam lima tahun, diprediksi menyerap sebanyak 19 tenaga kerja.

“Selama proyek itu berjalan, agregatnya bisa mencapai 19 juta orang yang bekerja dalam proyek selama lima tahun ini,” kata Airlangga Hartarto saat konferensi pers seusai menghadiri rapat yang dipimpin Presiden Joko Widodo (Jokowi), Jumat (29/5/2020).

Dijelaskannya, pelaksaan PSN mulai tahun 2020 hingga 2024. Artinya setiap tahunnya, diharapkan PSN bisa menyerap tenaga kerja sebanyak 4 juta orang per tahun. “Jadi ini adalah proyek yang sifatnya pembangunan, ini ditargetkan bisa menyerap tenaga kerja setiap tahunnya 4 juta,” ujar Airlangga Hartarto.

Baca juga: Airlangga Hartarto Sebut 92 Proyek Strategis Rampung

Adapun bila dirinci lagi, setiap proyek strategis yang memiliki nilai Rp 1 triliun berpotensi menyerap tenaga kerja sebanyak 14.000 orang, baik langsung maupun tidak langsung. “Dari data yang didapatkan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), bahwa rule of thumb atau multiplier effect dari setiap Rp 1 triliun proyek itu bisa mempekerjakan 14.000 tenaga kerja baik direct atau indirect,” terang Airlangga Hartarto.

Tidak hanya harus menyerap banyak tenaga kerja, Airlangga menyatakan Presiden Jokowi menginginkan PSN ini memiliki nilai tambah terhadap penghematan devisa dan menghasilkan ekspor.

Baca juga: Menko Perekonomian: 89 Proyek Strategis Nasional Senilai Rp 1.422 T Jadi Prioritas

Beberapa proyek strategis yang disorot Jokowi, adalah pengembangan kilang minyak di Balongan. “Ini finalisasi dengan investor dari Taiwan, di mana akan dibuat refinery yang terintegrasi dengan Petrokimia. Proyek ini bisa menghemat devisa US$ 12 miliar,” ungkap Airlangga Hartarto.

Sementara pengembangan smelter di kawasan Weda Bay, Morowali, Konawe, saat ini sudah berjalan. Bila proyek strategis ini terus dijalankan maka potensi pencapaian devisa dalam 1-2 tahun ke depan bisa meningkat dari US$ 6 miliar menjadi US$ 9-US$ 10 miliar.

Dia mengatakan, tenaga kerja di Morowali mencapai 40.000 orang, sedangkan di Konawe mencapa 11.000.

Demikian juga pengembangan kawasan industri di Brebes. Proyek ini diharapkan bisa membuat kawasan ini menarik untuk relokasi industri dari negara Jepang, Korea, atau AS. Terutama mereka yang akan mengambil untuk merelokasi value chain industrinya ke daerah, termasuk Indonesia.



Sumber: BeritaSatu.com