Logo BeritaSatu

Pendapatan Lippo Karawaci yang Disesuaikan Naik Capai Rp 12,2 T

Jumat, 29 Mei 2020 | 18:42 WIB
Oleh : Whisnu Bagus Prasetyo / WBP

Jakarta, Beritasatu.com - PT Lippo Karawaci Tbk (LPKR) sepanjang 2019 membukukan pendapatan yang telah disesuaikan sebesar Rp 12,25 triliun, meningkat 16 persen dibandingkan 2018 sebesar Rp 10,62 triliun. Hal itu setelah penyesuaian penjualan tanah yang tidak berulang sebesar Rp 65 miliar pada 2019 dan Rp 838 miliar pada 2018. Sementara jika sesuai dengan laporan keuangan 2019, pendapatan perseroan mencapai Rp 12,32 triliun, meningkat 7,6 persen dibandingkan 2018 sebesar Rp 11,45 triliun.

Pendapatan didorong pertumbuhan recurring revenue yang kuat, terutama segmen healthcare, yakni PT Siloam International Hospitals Tbk (SILO). Pertumbuhan tersebut diimbangi penurunan pada bisnis properti dari tahun ke tahun, terutama terkait laba yang terjadi sesekali pada periode kuartal II-2018 dan kuartal III-2018. Sementara , hal positif lainnya pada 2019 adalah pencapaian pra-penjualan senilai Rp 1,85 triliun, meningkat 15,5 persen dibandingkan 2018 sebesar Rp 1,6 triliun.

CEO Lippo Karawaci John Riady mengatakan, pada kuartal IV-2019, Lippo Karawaci terus menunjukkan kemajuan dalam rencana transformasi bisnis. Pra-penjualan pada kuartal IV-2019 merupakan pra-penjualan kuartal tertinggi untuk tahun tersebut. “Realisasi penawaran umum terbatas secara signifikan juga telah meningkatkan posisi kas dan setara kas kami untuk mengatasi krisis yang diciptakan oleh Covid-19, serta membangun fondasi untuk bangkit kembali pasca Covid-19,” kata John dalam keterangan resmi, Jumat (29/5/2020).

Perseroan menyatakan kembali target pra-penjualan pada 2020 sebesar Rp 2,5 triliun. Adapun pada kuartal I-2020, realisasinya telah mencapai 28 persen dari target atau sebesar Rp 703 miliar. Sementara anak usaha perseroan, Siloam Hospitals mencatat pertumbuhan pendapatan yang kuat pada 2019 sebesar 17,7 persen menjadi Rp 7,02 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 5,96 triliun. "Pencapaian ini berkontribusi terhadap 75,1 persen dari total pendapatan recurring pada 2019 dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 71,3 persen," kata dia.

Pada kuartal IV-2019, Siloam membuka rumah sakit baru, yakni Siloam Paal Dua di Manado, sehingga menambah total rumah sakit menjadi 37 rumah sakit. Adapun pendapatan dari segmen bisnis Lippo Karawaci real estate management dan services meningkat 13,2 persen menjadi Rp 9,2 triliun, yang merupakan 74,8 persen dari total pendapatan tahun 2019 dibandingkan tahun 2018 yang sebesar 71,1 persen.

Lebih lanjut, pendapatan real estate development pada 2019 turun 3,8 persen menjadi Rp 2,98 triliun dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp 3,09 triliun. Bisnis ini memberikan kontribusi sebesar 24,1 persen dari total pendapatan tahun 2019 dibandingkan 2018 yang sebesar 27 persen.

Penjualan sesekali pada 2018 dan 2019 merupakan penjualan tanah Meikarta ke MSU di Lippo Cikarang, yang merupakan pendapatan tidak berulang masing-masing sebesar Rp 838 miliar dan Rp 65 miliar. Jika perhitungan menyesuaikan penjualan sesekali tersebut, pendapatan real estate development meningkat sebesar 29 persen pada 2019.

Sedangkan EBITDA Lippo Karawaci pada kuartal IV-2019 meningkat sebesar 7,9 persen menjadi Rp 397 miliar dibandingkan kuartal III-2019 yang sebesar Rp 368 miliar. Seperti dilaporkan, EBITDA 2019 menurun sebesar 43,4 persen menjadi Rp 1,3 triliun dari tahun sebelumnya yang senilai Rp 2,3 triliun. Hal tersebut terutama disebabkan oleh biaya sesekali dan biaya konstruksi yang lebih tinggi untuk memulai kembali beberapa proyek konstruksi terintegrasi di bisnis real estate development pada 2018.

Selain itu, ada penyesuaian biaya non-tunai sesekali di Siloam pada 2019, yang menyebabkan margin EBITDA tahun 2019 turun menjadi 11 persen dari tahun 2018 yang sebesar 20 persen. Di Siloam, yang mendasari pertumbuhan EBITDA sebesar 26 persen adalah perbaikan kinerja dari berbagai segmen, dimana kerugian EBITDA di rumah sakit baru turun menjadi Rp 23 miliar pada kuartal IV-2019 dari Rp 26 miliar pada kuartal III-2019 atau membaik sebesar 11,5 persen.

Pada 2019, Siloam melaporkan pertumbuhan EBITDA yang kuat sebesar 26,2 persen yang disebabkan oleh pendapatan yang lebih tinggi dan kontrol biaya yang lebih baik di berbagai segmen bisnis. Sebagai hasil dari beberapa penyesuaian biaya sesekali, EBITDA yang dilaporkan oleh Siloam terkena dampak sebesar Rp 123,3 miliar.

Secara keseluruhan, Lippo Karawaci melaporkan rugi bersih tahun 2019 sebesar Rp 1,98 triliun dibandingkan 2018 yang mencatat laba bersih sebesar Rp 720 miliar. Lippo Karawaci telah memperkuat posisi kasnya dengan saldo kas dan setara kas sebesar Rp 4,69 triliun pada 2019 dibandingkan per akhir 2018 yang sebesar Rp 1,82 triliun. Tahun lalu, perseroan melaporkan total utang sebesar Rp 12,25 triliun dibandingkan tahun sebelumnya Rp 14,87 triliun atau berkurang sebesar Rp 2,62 triliun.

Sebagai hasilnya, rasio utang bersih terhadap ekuitas perseroan meningkat secara signifikan menjadi 0,22 kali pada 2019 dibandingkan 2018 yang sebesar 0,53 kali. Perusahaan berencana untuk memanfaatkan peluang untuk mendiversifikasi utang dari dolar Amerika Serikat (AS) dengan lebih banyak utang dalam mata uang rupiah. Saat ini, utang berdenominasi dolar AS perseroan sebesar 92 persen dari total utang.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Abaikan Inflasi, Massindo Group Ekspansi Bisnis ke Palembang

Massindo Group meresmikan pabrik ke-20 dan pusat distribusi di Palembang, Sumatera Selatan.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Dongkrak Pendapatan, Wahana Pronatural Rambah Bisnis Minuman

PT Wahana Pronatural Tbk (WAPO) berencana merambah bisnis minuman untuk mendongkrak pendapatan perseroan.

EKONOMI | 6 Oktober 2022

Kebijakan Satu Peta Dinilai Percepat Pemulihan Ekonomi

Ekonom Indef, Agus Herta Sumarto mengatakan kebijakan satu peta dapat mendorong pemulihan ekonomi lebih cepat.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Bakti Pastikan Peluncuran Satelit Satria 1 Sesuai Rencana

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (Bakti) Kemenkominfo optimistis rencana pengoperasian Satelit Satria 1 tetap berjalan sesuai rencana.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Suntik Mati TV Analog Jabodetabek Diundur Jadi 2 November

Kemenkominfo memutuskan menunda penghentian siaran tv analog di wilayah Jabodetabek menjadi 2 November 2022.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

FIF Group dan RSU Hermina Dirikan Rumah Singgah

FIF Group dengan RSU Hermina Depok menyediakan rumah singgah dan membuka kesempatan bagi pasien kurang mampu yang membutuhkan penanganan medis.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Iklan Digital Menjadi Pengubah Ekosistem Industri Startup

Adtech merupakan perangkat lunak yang digunakan oleh brand atau agency untuk menyusun strategi, mengatur, dan mengelola aktivitas iklan digital.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Luhut Gandeng GFF Bahas Rencana Aksi Bersama Transisi Energi

Global Future Fellows (GFF) yang dihadiri GFFellows di Bali telah merancang draf Rencana Aksi Bersama (action roadmap) soal transisi energi.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Kontribusi PNBP Signifikan, PTBA Raih Penghargaan Subroto

PT Bukit Asam (PTBA) berhasil meraih Penghargaan Subroto 2022 Bidang PNBP Mineral dan Batubara.

EKONOMI | 5 Oktober 2022

Jababeka Pinjam US$ 100 Juta ke Mandiri untuk Bayar Utang

PT Kawasan Industri Jababeka Tbk (KIJA) menandatangani kredit sebesar US$ 100 juta dengan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI).

EKONOMI | 5 Oktober 2022


TAG POPULER

# Mamat Alkatiri


# Lesti Kejora


# Timnas U-17


# Formula E


# Tragedi Kanjuruhan


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Puan Ajak Parlemen Dunia Atasi <em>Scary Effect</em> Ekonomi Global

Puan Ajak Parlemen Dunia Atasi Scary Effect Ekonomi Global

NEWS | 33 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings