Terminal Justice Bisa Ungkap Kasus Century

Terminal Justice Bisa Ungkap Kasus Century
Rabu, 4 Agustus 2010 | 18:45 WIB

Bambang Widjajanto dan Busyro Muqoddas merumuskan terminal justice system yang menyatukan tiga elemen penegak hukum, yaitu kejaksaan, kepolisian dan KPK untuk menangani kasus Bank Century.

Rumusan itu terungkap ketika dua calon ketua KPK itu berada dalam satu kelompok focus group discussion dalam ujian profile assessment calon ketua KPK di Kementerian Hukum dan HAM, Jalan Rasuna Said, Kuningan, Jakarta, hari ini.
 
“Metode [terminal justice system] ini tidak akan mempersoalkan kebijakan. Tapi dicari dulu apakah ada unsur penyuapan yang kemudian mempengaruhi kebijakan tersebut?” kata Bambang yang ditemui usai menjalani profile assessment.
 
Menurutnya, yang selama ini belum digunakan dalam penyelidikan kasus Bank Century adalah pemakaian data forensik dan komputer forensik. Padahal dengan menggunakan data dan komputer forensik akan diketahui aliran transaksi keuangan Bank Century.
 
“Dulu pernah dilakukan di Bank Bali. Data-data penting dari BPK dan PPATK kan sudah ada? Dengan data forensik ini, semoga bisa memecahkan kebuntuan kasus Bank Century,” kata Bambang.
 
Menurut Busyro aspek transparansi adalah yang terpenting dalam penanganan perkara Bank Century. 
 
“Tapi jujur itu mesti dimanajemenkan. Mesti diproses. Diaktualisasikan. Dicontohkan. Enggak cukup hanya dengan ucapan,” kata Busyro.
 
225 Pertanyaan
Bambang dan Busyro juga mengaku kelelahan menjalani profile assessment karena dalam waktu singkat, mereka dituntut menjawab 225 pertanyaan.
 
“Ini tes ketahanan fisik dan mental. Misalnya dalam diskusi, ketika kami sudah lelah, kita harus tetap bisa mengontrol diri supaya tidak emosi.  Kami itu dipantau oleh enam orang psikolog lho,” kata Bambang.
 
“Enggak sulit. Melelahkan saja. Yang angka itu. Yang soalnya ada 225 itu. Umur saya sudah sekian. Kalau wartawan [diberi soal sebanyak itu], ya mampulah,” kata Busyro. 
Sumber: -