Apindo: Sekarang Waktu Terbaik Beli Rumah
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Apindo: Sekarang Waktu Terbaik Beli Rumah

Minggu, 31 Mei 2020 | 14:56 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) bidang Properti dan Kawasan Ekonomi, Sanny Iskandar menilai saat ini adalah waktu yang tepat untuk memiliki properti, khususnya rumah. Apalagi di masa pandemi Covid-19 seperti saat ini, perbankan dan juga para pengembang banyak memberi kemudahan bagi masyarakat yang ingin memiliki rumah.

“Saat ini momen yang pas untuk beli rumah karena harga properti sedang berada di titik yang cukup rendah. Para pengembang juga melihat situasi saat ini membuat banyak konsumen kesulitan cashflow, sehingga mereka banyak memberi kemudahan untuk masyarakat yang ingin membeli rumah, mulai dari program cicilan hingga diskon. Di sisi lain, para pengembang juga kesulitan cashflow dan ingin ada penjualan, sehingga kemudian membuat penawaran yang menarik,” kata Sanny Iskandar kepada Beritasatu.com, Minggu (31/5/2020).

Seperti sektor-sektor lainnya, Sanny mengatakan industri properti juga ikut terdampak Covid-19. Fokus masyarakat dalam tiga bulan terakhir ini tidak lagi membeli rumah, tetapi untuk kebutuhan-kebutuhan lain.

“Sektor properti juga ikut terdampak. Tetapi melihat situasi sekarang dan juga tren ke depan, saya rasa sudah saatnya untuk beli rumah. Harga yang ditawarkan juga menarik. Yang ditawarkan masing-masing pengembang memang bervariasi, tetapi rata-rata turun antara 20% sampai 25%,” kata Sanny.

Dengan adanya rencana memulai tatanan kehidupan normal yang baru atau new normal, Sanny berharap hal ini juga bisa menjadi sentiment positif bagi industri properti, khususnya rumah.

“Dalam kondisi semua orang harus tinggal di rumah, kaum millennial yang selama ini lebih banyak menghabiskan uang untuk jalan-jalan atau hal lain, kini juga harus muai berfikir untuk mempunya rumah sendiri. Apalagi dalam situasi yang tidak pasti seperti sekarang ini, masih sewa rumah ke depannya akan sangat riskan bagi mereka. Sehingga harapannya new normal ini bisa menjadi sentiment positif dengan target konsumen kaum millennial yang belum punya rumah,” kata Sanny yang juga Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri Indonesia (Kadin) Bidang Pengembangan Kawasan Ekonomi.

Sanny melihat saat ini para pengembang perumahan juga mulai kreatif menghadirkan tipe-tipe rumah yang menyasar kaum millennial. Pemasarannya pun sudah banyak yang memanfaatkan platform online.

“Saya lihat beberapa pengembang sudah menyesuaikan. Tipe rumahnya mungkin dengan ukuran yang tidak terlalu besar, tetapi istilahnya smart atau high tech. Sekarang kan dengan situasi yang serba digital, dibutuhkan rumah yang juga smart. Ukurannya kompak, namun bisa jadi satu fungsi yaitu tempat tinggal dan juga office. Apalagi ke depan memang banyak yang tidak perlu ke kantor konvensional seperti dulu, sudah bisa bekerja dari rumah,” kata Sanny.

Patuhi Protokol Kesehatan

Sementara itu terkait rencana pemerintah yang mengarahkan untuk segera masuk ke dalam tatanan kehidupan normal yang baru, Sanny mengatakan para pelaku uaha juga siap menjalani protokol kesehatan secara ketat bila nantinya kegiatan ekonomo atau new normal mulai dijalankan.

“Dalam menjalani tatanan kehidupan normal yang baru, mematuhi protokol kesehatan itu sebuah keharusan. Sebetulnya selama dua setengah bulan ini kita sudah melakukannya, terlepas dari ada yang patuh dan kurang patuh. Bila nantinya kegiatan ekonomi dibuka kembali, saya kira protokol kesehatannya memang harus lebih ketat,” paparnya.

Diakui Sanny, sikap masyarakat atau dunia usaha dalam mematuhi protokol kesehatan memang membutuhkan berproses. Namun diharapkan proses kepatuhan tersebut berjalan dengan lebih cepat, sehingga kegiatan ekonomi bisa kembali berjalan, sekaligus ancaman Covid-19 juga bisa diatasi.

“Masyarakat di daerah memang tidak sepenuhnya sama. Ada yang relatif lebih mudah mengikuti ketentuan baru, namun ada juga yang susah. Di sinilah pentingnya peran Kepala Daerah dan juga aparat. Kalau hanya mengandalkan semangat dan kesadaran masyarakat atau dunia usaha, ini akan kurang. Jadi memang harus ada ketegasan dari sisi pemerintah dan aparat,” kata Sanny.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

AFPI: Pandemi Percepat Akselerasi Transformasi Digital

AFPI optimistis prospek industri industri fintech pendanaan bersama masih sangat positif.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Elnusa Petrofin Mulai Bangun Teminal LPG Kolaka

Keberadaan Terminal LPG dapat mendukung pemenuhan kebutuhan LPG, khususnya di Sulawesi Tenggara dan mendorong akselerasi perekonomian.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Pendapatan Mitratel ke Depan Didorong Edge Computing dan IoT

Mitratel akan memperoleh keuntungan dari lini bisnis edge computing dan IoT.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Sejalan Mata Uang Asia, Rupiah Ditutup Melemah ke Rp 14.346

Rupiah hari ini diperdagangkan dengan kisaran Rp 14.319- Rp 14.365 per dolar AS.

EKONOMI | 1 Desember 2021

BTN dan Logam Bangun Setia Tanam 5.000 Bibit Pohon di Bekasi

BTN mendorong pembangunan rumah subsidi berwawasan lingkungan, dengan memberikan bantuan bibit pohon kepada perumahan yang dikembangkan oleh mitra developer.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Asing Jual Saham Rp 621 M, IHSG Ditutup Turun ke 6.507

IHSG pada penutupan perdagangan sore ini Rabu (1/12/2021) turun 26,2 poin (0,4%) ke level 6.507.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Transformasi dan Efisiensi Buat Laba BUMN Melonjak

Kementerian BUMN di bawah kepemimpinan Erick Thohir banyak melakukan efisiensi dan perbaikan manajemen BUMN.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Provident Agro Ubah Bisnis ke Bidang Investasi

PT Provident Agro Tbk (PALM) akan mengubah kegiatan usaha menjadi perusahaan investasi dari sebelumnya yang bergerak di bidang perkebunan.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Tingkatkan Daya Saing UMKM Melalui Digitalisasi dan Aplikasi

Telkomsel dan Perempuan Indonesia Maju (PIM) yang melakukan kerja sama dengan menyediakan Aplikasi 99% Usahaku kepada UMKM yang digawangi para perempuan.

EKONOMI | 1 Desember 2021

Bagi Dividen, Operasional Indosat Berpotensi Terganggu

Pengamat pasar modal dari Nusantara Investama Kuntho Priyambodo menilai, langkah PT Indosat menebar dividen Rp 9,5 triliun menjelang merger dengan Hutchison 3 Indonesia (H3I) berpotensi mengganggu kas dan operasional perusahaan

EKONOMI | 1 Desember 2021


TAG POPULER

# Aturan Perjalanan Dalam Negeri


# Fadel Muhammad


# Umrah


# Reuni 212


# Omicron



TERKINI
Kemenkes: Vaksin Booster Belum Diperlukan Saat Ini

Kemenkes: Vaksin Booster Belum Diperlukan Saat Ini

KESEHATAN | 3 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings