Sepanjang Mei Dow dan S&P Naik Lebih 4%, Nasdaq Melonjak 6,8%

Sepanjang Mei Dow dan S&P Naik Lebih 4%, Nasdaq Melonjak 6,8%
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Senin, 1 Juni 2020 | 05:22 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Stret sepanjang Mei berada di jalur hijau. Dow Jones dan S&P 500 masing-masing naik 4,3 persen dan 4,5 persen, untuk Mei. Sementara Nasdaq Composite naik 6,8 persen.

Indeks S&P 500 dan Dow Jones sepanjang minggu lalu masing-masing naik setidaknya 3 persen, sementara Nasdaq Composite naik 1,8 persen menutup bulan Mei. Kenaikan itu didorong meningkatnya ekspektasi investor bahwa ekonomi global akan dibuka kembali setelah virus corona menghentikan sebagian besar kegiatan ekonomi.

"Risiko utama yang dihadapi bursa saham adalah gelombang kedua Covid-19. Jika kekhawatiran wabah baru meningkat, maka aset berisiko akan tertekan," kata Kepala Strategi Global BCA Research, Peter Berezin, dalam sebuah catatan kepada klien.

Berezin menambahkan, jika vaksin tidak tersedia akhir tahun ini, peningkatan pengujian harus dilakukan.

Baca juga: S&P 500 Menguat Tipis Setelah AS Umumkan Sikap atas Isu Tiongkok-Hong Kong

Secara global, lebih 6 juta kasus corona dikonfirmasi, termasuk 1,7 juta di Amerika Serikat (AS) menurut Johns Hopkins University. Namun Novavax minggu lalu memulai uji klinis fase 1 untuk kandidat vaksin coronanya, sementara Moderna mengatakan 18 Mei uji coba vaksin tahap awal telah membuahkan hasil positif.

Ketegangan AS-Tiongkok Meningkat
Di saat prospek corona dan pembukaan kembali ekonomi membaik, para investor khawatir dengan meningkatnya ketegangan antara ekonomi terbesar di dunia.

Presiden AS Donald Trump, Jumat, mengatakan AS akan mengakhiri perlakuan khusus Hong Kong. Pengumuman itu muncul setelah Tiongkok menyetujui RUU Keamanan Nasional yang akan meningkatkan kekuatan daratan atas Hong Kong.

Namun Wall Street sedikit menghela nafas karena Trump tidak akan menarik AS keluar dari fase satu kesepakatan perdagangan yang dicapai awal tahun ini.



Sumber: CNBC