Mahasiswa Desak Gubernur NTT Tak Beri Izin Pabrik Semen dan Tambang di Matim
Logo BeritaSatu
Breaking News
INDEX
Breaking News

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

Pemkab Matim Dinilai Malas Berpikir

Mahasiswa Desak Gubernur NTT Tak Beri Izin Pabrik Semen dan Tambang di Matim

Senin, 1 Juni 2020 | 18:02 WIB
Oleh : Siprianus Edi Hardum / EHD

Kupang, Beritasatu.com - Aliansi Mahasiswa Manggarai Raya (Ammara) Kupang, Nusa Tenggara Timur (NTT) menyatakan sikap tegas untuk menolak kehadiran pabrik semen dan tambang batu gamping di Desa Satar Punda, Manggarai Timur (Matim), NTT.

Aliansi ini terdiri dari organisasi kepemudaan Manggarai yang meliputi Ikatan Mahasiswa Pendalaman Iman Keuskupan Ruteng (TAMISARI-Kupang), Himpunan Pelajar Mahasiswa Manggarai Timur (HIPMMATIM-Kupang), Persatuan Mahasiswa Manggarai (Permai) Kupang, dan Persatuan Mahasiswa Manggarai Barat (Permmabar) Kupang.

Pernyataan sikap tersebut mereka sampaikan secara bersama di Kupang, Senin (1/6/2020). Koordinator Umum Ammara Kupang, Adeodatus Syukur dalam siaran persnya, Senin (1/6/2020), dalam pernyataan sikap menyampaikan, pertama, mendesak Gubernur NTT untuk menghentikan segala bentuk izin usaha pertambangan yang ada di wilayah NTT umumnya dan kabupaten Manggarai Timur khususnya.

Kedua, mendesak Bupati Matim, Agas Andreas untuk membatalkan segala rencana yang berkaitan dengan kehadiran investasi pabrik semen dan pertambangan batu gamping di wilayah Luwuk dan Lingko Lolok.

Ketiga, mendesak DPRD Kabupaten Matim untuk menyatakan sikap politik yang tegas terkait polemik rencana investasi pabrik semen dan tambang batu gamping di Luwuk dan Lingko Lolok dan sekaligus menyatakan sikap tolak secara kelembagaan.

Keempat, meminta kepada institusi Gereja Katolik Manggarai di bawah naungan Keuskupan Ruteng untuk secara tegas menolak kehadiran tambang batu gamping dan pabrik semen di Luwuk dan Lingko Lolok serta seluruh aktivitas pertambangan di wilayah Keuskupan Ruteng dan NTT umumnya.

Kelima, mengajak seluruh elemen masyarakat Manggarai Raya khususnya masyarakat Luwuk dan Lingko Lolok dan sekitarnya untuk menolak kehadiran investasi tambang batu gamping dan pabrik semen dengan mempertimbangakan pengalaman sebelumnya seperti di Sirise.

Keenam, meminta kepada Pemkab Matim untuk berdayakan potensi ekonomi di sektor primer seperti (pertanian, perkebunan, perikanan, pariwisata dan kelautan) yang selama ini sudah memberikan kontribusi untuk kesejahteraan masyarakat.

Adeodatus menegaskan, apabila poin-poin pernyataan sikap di atas tidak diindahkan maka Ammara-Kupang, akan melakukan demonstrasi secara besar-besaran dengan menggandeng berbagai organisasi kepemudaan yang ada di Kota Kupang serta menyampaikan mosi tidak percaya kepada Pemprov NTT dan Pemkab Matim.

Dasar pertimbangan penolakan mereka, pertama, sosio kultural. Secara sosial budaya masyarakat akan kehilangan identitas budayanya yang berhubungan dengan prinsip hidup orang Manggarai seperti “Gendang one lingkon peang, natas bate labar, beo bate kaeng, uma bate duat, wae bate teku agu compang = rumah adat, ladang atau sawah cari makan, sumber mati air, serta tugu tempat kumpul bersma”.

Apalagi visi-misi rezim Bupati Matim Agas Andeas, salah satunya berbicara tentang budaya dan juga secara tegas diatur dalam Perda Nomor 1 tahun 2018 tentang Perlindungan, Pengakuan dan Pemberdayaan Masyarakat Hukum Adat. "Artinya kalau pun investasi tetap dijalankan maka secara langsung Pemkab Matim dengan sengaja berusaha menghapus jejak-jejak budaya orang Manggarai khususnya masyarakat di Luwuk dan Lengko Lolok dan mengangkangi janji-janji kampanye pada Pilkada 2018 kali lalu," tegas mereka.

Kedua, pembangunan pabrik Ssmen tidak urgen. Secara nasional selama empat tahun terakhir sejak tahun 2016 terjadi surplus kapasitas produksi semen secara nasional sekitar 30% atau sekitar 40 juta ton.

Dengan kata lain bahwa utilisasi pabrik semen hanya mencapai 70%. Bahkan sampai dengan tahun 2024 kondisi ini masih berlanjut dengan utilisasi pabrik yang bahkan semakin kecil menjadi sekitar 65%.

Selain itu, asosiasi pabrik semen nasional sudah meminta kepada pemerintah untuk melakukan moratorium pembangunan pabrik semen baru. "Dalam kondisi pasar semen seperti saat ini, apabila Pemda ingin membantu masyarakat Manggarai berkaitan dengan ketersediaan semen serta harga semen yang terjangkau maka yang harus dilakukan adalah memperlancar arus distribusi semen sampai ke desa-desa," tegas para mahasiswa.

Ketiga, pabrik semen tidak mensejahterakan masyarakat terdampak. Argumentasi bahwa pabrik semen akan menciptakan lapangan kerja dan peluang usaha bagi masyarakat terdampak menurut mahasiswa Manggarai Raya di Kupang tidak berdasar.
Kehadiran pabrik semen akan meningkatkan jumlah pendatang dari daerah lain yang akan berupaya mengambil bagian atas potensi rembesan manfaat ekonomis dari pabrik tersebut.

Dalam kondisi ini akan terjadi persaingan yang kemungkinan besar akan dimenangkan oleh para pendatang karena lebih memiliki keahlian, keuletan dan modal dibandingkan dengan penduduk lokal yang selama ini adalah petani.

Di lain pihak kewajiban adanya CSR oleh perusahaan tidak bisa diharapkan karena akan sangat tergantung pada kondisi keuangan perusahaan yang tidak prospektif dalam kondisi pasar semen di Indonesia yang over supply.

Keempat, pabrik dan tambang bahan baku semen akan merusak lingungan hidup. Bahan baku semen adalah batu gamping yang ditambang secara terbuka (open mining). Hal inilah yang akan menimbulkan kerusakan lingkungan secara masif dalam coverage area yang luas yaitu lebih dari 500 hektare atau seluas konsensi yang diberikan.

Menurut kajian para mahasiwa, kerusakan lingkungan ini akan berdampak pada hajat hidup masyarakat sekitar tambang tidak hanya di Luwuk dan Lengko Lolok. Hal ini disebabkan kehadiran pabrik dan tambang berdampak pada berkurangnya ketersediaan air bersih untuk mengairi persawahan dan untuk kebutuhan setiap hari.

Mahasiswa juga menegaskan, komitmen perusahaan terkait reklamasi pasca tambang atau komitmen penambangan berwawasan lingkungan tidak bisa dipercaya karena banyak bukti lahan bekas tambang yang terbengkelai, termasuk bekas tambang mangan di sekitar lokasi rencana pabrik semen.

"Pemda hendaknya tidak menyederhanakan solusi masalah reklamasi ini dengan adanya dana reklamasi atau ASR (abandonment and Site Restoration) karena dalam prakteknya dana tersebut tidak akan pernah cukup untuk memulihkan kerusakan lingkungan yang terjadi karena dasar perhitungannya yang tidak jelas dan cenderung asal-asalan," beber mereka.

Kelima, merugikan masyarakat terdampak secara ekonomi. Pembangunan pabrik semen mengorbankan dan menghilangkan alat produksi dan mata pecaharian berupa ladang, sawah maupun kebun yang selama ini menjadi tumpuan hidup masyarakat setempat di masa yang akan datang menjadi sumber kehidupan bagi masyarakat lokal.

"Investasi semen dan tambang itu investasi jangka pendek. Kalau bahan baku habis maka pabrik ditutup, sementara masa depan generasi terus berkembang. Ini adalah investasi kematian bagi generasi," tegas mereka.

Keenam, tersedia banyak solusi alternatif upaya meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Pada saat ini dan di masa yang akan datang, para mahasiswa melihat tambang bukanlah pilihan yang bijak untuk mensejahterakan masyarakat.

"Pembangunan ekonomi kerakyatan berbasis potensi yang ada di sekitar lokasi tersebut bisa menjadi pilihan seperti eko-pariwisata, peternakan, perkebunan sorgum, perkebunan pisang, perkebunan jagung, dll”.

Untuk itu, Pemda Matim harus melakukan intervensi baik berupa program atau kebijakan misalnya irigasi dan pemupukan untuk meningkatkan kuantitas dan kualitas produk, pendampingan dan implementasi teknologi pasca panen untuk meningkatkan value added produk serta bekerjasama dengan buyer tingkat lokal atau nasional untuk penyerapan hasil produksi petani.

Dijelaskan, pasar nasional masih sangat terbuka untuk menyerap dalam jumlah besar beberapa produk hasil pertanian seperti jagung dan sorgum untuk bahan baku pakan ternak.

Menurut mereka, rencana pembangunan pabrik semen dan penambangan bahan batu gamping mencerminkan sikap malas pemerintah untuk mengurus sektor pertanian sebagai sektor primer di Matim.

"Rencana pembukaan pabrik semen di Kampung Luwuk dan Lengko Lolok, Desa Satar Punda, Matim, mengindikasikan watak dan cermin Pemda yang malas, tidak bertanggung jawab, dan mati gaya. Pemda tidak memiliki inisiatif untuk memajukan kesejahtraan rakyat dengan mengoptimalkan sektor pertanian, peternakan, perikanan dan parawisata," ungkap mereka.

Bagi para mahasiswa, pembangunan yang diserahkan pada tangan investor ekstratif, memiliki fakta historis yang buruk di Manggarai seperti rusaknya alam dan hilangnya sumber-sumber penghidupan warga.

"Bersama ini kami yang tergabung dalam Ammara -Kupang, menyampaikan bahwa kami menolak rencana Pemerintah Derah Kabupaten Manggarai Timur dan Pemerintah Provinsi NTT untuk membangun pabrik semen dan pertambangan batu gamping di Luwuk dan Lingko Lolok Desa Satar Punda Kecamatan Lamba Leda Kabupaten Manggarai Timur," tegas mereka.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com


BERITA LAINNYA

Pakar Sarankan Pencari Kerja Manfaatkan Fasilitas Management Training

Pencari kerja, khususnya yang baru lulus kuliah mengincar perusahaan besar yang umumnya memiliki program akselerasi karir, atau Management Training (MT).

EKONOMI | 17 September 2021

Dow Jatuh karena Klaim Pengangguran Naik

Dow Jones Industrial Average turun 63,07 poin, atau 0,2% ke 34.751,32.

EKONOMI | 17 September 2021


Gandeng Hotel di Bali, Radiant Utama Jajaki Bisnis IPP

Radiant menjajaki bisnis baru menjadi produsen listrik swasta (Independent Power Producer/IPP).

EKONOMI | 17 September 2021

Pelabuhan Merak - Bakauheni Jadi Pilot Project Penyediaan Tempat Promosi dan Pengembangan UMKM

Kementerian dan lembaga wajib sediakan tempat promosi dan pengembangan UKM paling sedikit 30% total luas lahan area komersial.

EKONOMI | 16 September 2021

Luncurkan Program Kejar, Karier.mu Dukung Masyarakat Asah Potensi

Karier.mu meluncurkan program Kejar guna mendukung masyarakat pemegang Kartu Prakerja menyalurkan potensi untuk mencapai impian.

EKONOMI | 16 September 2021


Masih Mendominasi, Ekspor Industri Pengolahan Tembus US$ 111 Miliar

Industri pengolahan catatkan nilai ekspor sebesar US$111 miliar sepanjang Januari-Agustus 2021, meningkat 34,12% dibandingkan pada periode yang sama tahun lalu.

EKONOMI | 16 September 2021

Perkuat Jaringan Bisnis Koperasi Nasional, Dekopin Gandeng Ditjen Dukcapil dan Peruri

Dekopin gandeng Ditjen Dukcapil dan Peruri untuk mempercepat dan memperluas penetrasi digitalisasi koperasi di Indonesia.

EKONOMI | 16 September 2021

Gandeng Visa, CIMB Bidik Nasabah Kartu Kredit Syariah Menengah Atas

Visa berkolaborasi dengan PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) membidik nasabah kartu kredit (KK) syariah segmen menengah atas.

EKONOMI | 16 September 2021


TAG POPULER

# KKB


# Trending Topic


# Update Covid-19


# Vaksin Nusantara


# Erick Thohir



TERKINI
Pakar Sarankan Pencari Kerja Manfaatkan Fasilitas Management Training

Pakar Sarankan Pencari Kerja Manfaatkan Fasilitas Management Training

EKONOMI | 4 menit yang lalu










BeritaSatu Logo
TERKONEKSI BERSAMA KAMI
BeritaSatu Facebook
BeritaSatu Twitter
BeritaSatu Instagram
BeritaSatu YouTube
Android Icon iOS Icon
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings