Karena Sarung, Bachtiar Chamsyah Ditahan

Karena Sarung, Bachtiar Chamsyah Ditahan
Kamis, 5 Agustus 2010 | 17:35 WIB

Komisi Pemberantasan Korupsi menahan mantan menteri sosial Bachtiar Chamsyah, karena dugaan terlibat kasus korupsi proyek bantuan sosial pengadaan sarung Departemen Sosial senilai Rp 15,7 miliar.

"Setelah melakukan pemeriksaan intensif, kami melakukan penahanan terhadap BC, tersangka kasus korupsi dugaan pengadaan sarung di Departemen Sosial tahun 2004. Pasal yang disangkakan adalah pasal 2 atau pasal 3 Undang-Undang no 31 tahun 2002," kata Juru Bicara KPK, Johan Budi SP, di Jakarta, hari ini.
 
Namun menurut Bachtiar, negara tidak dirugikan dalam kasus bantuan sarung itu.
 
“[Bantuan sarung] itu tidak merugikan negara. Tapi KPK sudah periksa dan menurut KPK ada,” kata Bachtiar yang mengenakan peci hitam dan batik cokelat.
 
Ketua Persaudaraan Muslim Indonesia atau Parmusi itu mengatakan dana pengadaan sarung itu merupakan sumbangan dari masyarakat dan sudah ada sejak dia menjadi menteri,  dan dibukukan dengan baik.
 
“Dari sumbangan masyarakat itulah diberikan ke korban bencana alam dan termasuk untuk membeli sarung,” kata Bachtiar.
 
Bachtiar menerima penahanannya karena memang ini proses yang harus dilaluinya. “Karena proses di KPK harus diadili, maka hari ini saya ditahan,” kata Bachtiar. 
 
Selain pengadaan sarung, Bachtiar juga tersangkut kasus dugaan korupsi pengadaan sapi impor dan mesin jahit. Masing-masing untuk kasus sapi impor Rp 3,6 miliar dan mesin jahit Rp 24 miliar.
 
Proyek pengadaan mesin jahit (2004) senilai Rp 51 miliar itu oleh KPK dianggap telah merugikan negara sekitar Rp 24 miliar. Sedangkan proyek impor sapi senilai Rp 19 miliar diduga merugikan negara sekira Rp 3,6 miliar.
 
Dalam proyek pengadaan mesin jahit diduga telah terjadi penggelembungan harga dan penunjukan langsung. Data ICW mengungkapkan, Bahctiar menunjuk PT Ladang Sutera Indonesia (PT Lasindo) sebagai pemberi order dan dan pemasaran secara terus-menerus sejak 29 Maret 2004.  
 
Mesin jahit yang dipilih bermerek Jitu Brand Lsd 9990 dan Jitu Brand Lsd 9990H lengkap dengan  motornya sebanyak 6 ribu unit. Mesin-mesin itu diimpor langsung dari perusahaan Shanggong IMP & EXPCO, Ltd, di Shanghai, China. Harganya Rp 3,24 juta per unit.
 
 
 
Sumber: -