Ini Usulan Proyek Strategis Nasional Baru Bidang PUPR

Ini Usulan Proyek Strategis Nasional Baru Bidang PUPR
Ilustrasi bendungan. (Foto: Antara)
Herman / IDS Senin, 1 Juni 2020 | 18:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pemerintah telah mengumumkan adanya 89 Proyek Strategis Nasional (PSN) baru yang menjadi prioritas untuk segera dilakukan percepatan pelaksanaannya mulai 2020 hingga 2024. Total nilai 89 proyek strategis nasional baru ini mencapai Rp 1.422 triliun.

Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Kempupera), Endra Saleh Atmawidjaja menyampaikan, ke-89 PSN baru ini merupakan usulan atau rekomendasi dari berbagai kementerian, termasuk dari Kempupera. Usulan tersebut mempertimbangkan unsur kesiapan, mulai dari lahannya, masyarakatnya, dan juga dukungan pemdanya.

“89 PSN ini sifatnya masih usulan, belum menjadi Keputusan Presiden. Beberapa yang menjadi usulan PUPR seperti pembangunan jalan tol dan bendungan, intinya yang bisa membantu mempercepat proses pemulihan ekonomi dan untuk kepentingan masyarakat,” kata Endra Saleh kepada Beritasatu.com, Senin (1/6/2020).

Berikut adalah usulan proyeknya:

1. Sumber Daya Air

Usulan PSN bidang PUPR 2020 -2024 antara lain bidang Sumber Daya Air sebanyak 13 proyek bendungan dan irigasi senilai Rp 21,8 triliun, serta satu proyek tanggul pantai DKI Jakarta senilai Rp 5,68 triliun.

Untuk proyek bendungan yaitu bendungan Tamblang, Bali; Jlantah, Jawa Tengah; Jragung, Jawa Tengah; Beringin Sila, Nusa Tenggara Barat; Tiu Suntuk, Nusa Tenggara Barat; Manikin, Nusa Tenggara Barat; Budong-Budong, Sulawesi Barat; Ameroro, Sulawesi Utara; Sepaku Semoi, Kalimantan Timur.

Sedangkan untuk irigasi yaitu DI Rentang, Jawa Barat; DI Glapan, Jawa Tengah; DI Rawa Telake, Kalimantan Timur; dan DI Lempuing, Sumatera Selatan.

2. Jalan dan Jembatan

Selanjutnya adalah bidang jalan dan jembatan dengan 15 proyek senilai Rp 135,1 triliun, yaitu Tol Semarang Harbour (26,16 Km); Underground Simpang Lima, Jawa Tengah; Tol Makassar - Maros -Sungguminasa - Takalar (Mamminasata) 48,12 Km; Penambahan Lingkup Jalan Tol Solo - Yogya - Kulon Progo; Penambahan Lingkup Jalan Tol Depok - Antasari (dari 21,5 Km menjadi 27,9 Km); Penambahan Lingkup Jalan Tol Bogor - Ring Road (dari 11 Km menjadi 29 Km); Penambahan Lingkup Jalan Tol Ngawi - Kertosono – Kediri; Tol Akses Pelabuhan Patimban (37,70 Km); Tol Samarinda - Bontang (94 Km); Akses Exit Toll menuju Jalan Nasional Terdekat (188 Km).

Kemudian Tol Gedebage - Tasikmalaya - Cilacap (206,65 Km); Pembangunan Jalan Perbatasan dari Tering - Ujoh Bilang - Long Bagun (298 Km); Akses Perbatasan Ruas Jalan Malinau - Long Semamu - Long Bawan - Long Midang (Indonesia) - Lawas (Sarawak, Malaysia) 198,71 Km; Akses Perbatasan Ruas Jalan Malinau - Mensalong - Tau Lumbis - Keningau (Sabah, Malaysia) 221,73Km; dan Akses Perbatasan Ruas Jalan Malinau Langap - Long Kemuat - Long Nawang (Indonesia) Sibu (Sarawak, Malaysia) 443,43 km.

3. Permukiman dan Perumahan

Untuk bidang permukiman dan perumahan, terdiri dari enam proyek air bersih atau air baku dan sanitasi senilai Rp 76,6 triliun. Kemudian 13 proyek kawasan perbatasan senilai Rp 2,484 triliun.

Untuk air bersih dan sanitasi yaitu Jakarta Sewerage System (JSS); SPAM Ref. Karian-Serpong, Banten dan DKI Jakarta; SPAM Reg . Benteng – Kobema (Bengkulu Tengah, Kota Bengkulu dan Seluma); SPAM Reg. Kamijoro (Bantul, Kulon Progo), Yogyakarta; Sistem penyediaan Air Baku Bendungan Sidang, Bali; serta sarana dan prasarana air baku Karian.

Untuk kawasan perbatasan yaitu PLBN Terpadu Jagoi Babang Kalbar; PLBN Terpadu Jasa Kalbar; PLBN Terpadu Long Midang Kaltara; PLBN Terpadu Long Nawang Kaltara; PLBN Terpadu Sei Pancang Kaltara; PLBN Terpadu Labang Kaltara; PLBN Terpadu Serasan Kepri; PLBN Terpadu Oepoli NTT; PLBN Terpadu Napan NTT; PLBN Terpadu Yetetkun Papua; Wisma/Istana Papua; dan Rumah Khusus Perbatasan (30 unit).

Terkait usulan PSN baru tersebut, Menko Perekonomian Airlangga Hartarto di kesempatan sebelumnya juga telah memaparkan, dari 89 proyek baru tersebut, 56 proyek yang direkomendasikan merupakan proyek program usulan baru, 10 proyek perluasan, 15 proyek dikelompokkan program baru, dan 8 proyek ketenagalistrikan.

Dalam perincian berdasarkan alokasi anggaran dan jenis proyeknya, Airlangga menyebut dari 89 proyek baru tersebut, ada 15 proyek terkait proyek jalan dan jembatan, 5 proyek bandara senilai Rp 5,66 triliun, 5 proyek kawasan industri Rp 327,2 triliun, 13 proyek bendungan dan irigasi sebesar Rp 71,8 triliun, satu proyek tanggul laut senilai Rp 5,6 triliun, 1 program dan 2 proyek fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter).

Kemudian, ada 1 proyek penyediaan lahan gambut pangan di Kalimantan Tengah, 5 proyek pelabuhan, 6 proyek kereta api, 13 proyek kawasan perbatasan, 12 proyek energi, 6 proyek air bersih, 1 proyek pengelolaan sampah, serta 3 proyek pengembangan teknologi termasuk teknologi drone senilai Rp 27,17 triliun.



Sumber: BeritaSatu.com