Kuartal I, Pendapatan Mark Dynamics Tumbuh 9,4%

Kuartal I, Pendapatan Mark Dynamics Tumbuh 9,4%
Presiden Direktur PT Mark Dynamics Indonesia, Ridwan Goh. (Foto: Beritasatu Photo / Dok. Mark Dynamics Indonesia)
/ FER Senin, 1 Juni 2020 | 20:42 WIB

Medan,Beritasatu.com - PT Mark Dynamics Indonesia Tbk (MARK), berhasil membukukan penjualan sebesar Rp 96,81 miliar pada kuartal I tahun 2020 yang meningkat sebesar 9,94 persen jika dibandingkan dengan kuartal I tahun 2019 sebesar Rp 88,06 miliar.

Baca Juga: Mark Dynamics Salurkan Bantuan Rp 1 Miliar

Laba kotor perseroan pada kuartal I tahun 2020 naik sebesar 6,98 persen menjadi Rp 40,83 miliar jika dibandingkan dengan kuartal I tahun 2019 sebesar Rp 38,17 miliar.

Pencapaian yang diraih oleh MARK merupakan keberhasilan perseroan menjaga tingkat efisiensi serta mempertahankan kualitas produk sesuai dengan permintaan pelanggan.

Hal ini terlihat dari keberhasilan perseroan menjaga margin laba kotor di 42,18 persen dengan nilai sebesar Rp 40,84 miliar.

Presiden Direktur MARK, Ridwan Goh menyampaikan, kinerja yang positif membuat perseroan mampu mempertahankan laba di kuartal I tahun 2020.

Baca Juga: Mark Dynamics Cetak Laba Rp 88 Miliar

"Laba ini didukung dengan strategi produksi dan efisiensi perseroan sepanjang kuartal I tahun 2020 di tengah pandemi Covid-19,” kata Ridwan dalam keterangan tertulis, Senin (1/6/2020).

Sedangkan total aset perseroan meningkat sebesar 10,93 persen menjadi Rp 489,49 miliar per 31 Maret 2020 dibandingkan dengan Rp 441,25 miliar per 31 Desember 2019.

Begitu juga dengan peningkatan juga terjadi pada posisi ekuitas perseroan sebesar Rp 322,26 miliar per 31 Maret 2020 dibandingkan dengan Rp 299,02 miliar per 31 Desember 2019.

Permintaan cetakan sarung tangan perseroan pada kuartal I belum mengalami kenaikan yang begitu signifikan dikarenakan masih banyaknya persediaan cadangan yang dimiliki oleh perusahaan-perusahaan yang bergerak pada pembuatan sarung tangan.

Baca Juga: Penurunan Harga Gas Diyakini Dongkrak Produktivitas

Di sisi lain, Malaysia sebagai produsen sarung tangan karet terbesar di dunia telah menetapkan kebijakan lockdown di masa pandemi Covid-19.

Pada awal penetapan kebijakan lockdown, Pemerintah Malaysia hanya mengizinkan perusahaan yang bergerak di bidang alkes untuk beroperasi dengan syarat hanya memperkerjakan tenaga kerjanya sebesar 50 persen.

Oleh karena itu, MARK sebagai pemasok 35 persen pasar cetakan sarung tangan karet di dunia, dengan pasar utama Malaysia, dimana sekitar 65 persen penjualan MARK berasal dari ekspor ke Malaysia memutuskan untuk menurunkan kapasitas produksi menjadi 600.000 pieces per bulan selama kurun waktu dua bulan dengan mengurangi jam lembur karyawan untuk mendukung program physical distancing.

Namun, Malaysia telah melonggarkan peraturan lockdown dimana menurut surat tertanggal 27 Maret kepada para anggota Asosiasi Produsen Sarung Tangan Karet Malaysia, Kementerian Perdagangan Internasional dan Industri (MITI) mengizinkan pabrik-pabrik sarung tangan kembali beroperasi penuh mulai 1 April dengan syarat-syarat yang ketat untuk tetap memenuhi protokol kesehatan pencegahan Covid-19.

Baca Juga: Wabah Corona Picu Lonjakan Permintaan Sarung Tangan

"Maka dari itu, saat ini karyawan MARK yang bekerja di pabrik lama telah dipindahkan sebagian ke pabrik perseroan yang baru. Hal ini tentunya membuat program physical distancing terpenuhi dikarenakan area kerja yang lebih luas sehingga pada kuartal II kapasitas produksi perseroan akan kembali normal," jelas Ridwan.

 



Sumber: BeritaSatu.com