Bursa AS Menguat Meski Unjuk Rasa Meluas dan Perang Dagang

Bursa AS Menguat Meski Unjuk Rasa Meluas dan Perang Dagang
Ilustrasi bursa saham AS Wall Street. (Foto: AFP / Johannes Eisele)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Selasa, 2 Juni 2020 | 05:26 WIB

New York, Beritasatu.com - Bursa AS Wall Street menguat meskipun ada kekhawatiran demonstrasi yang berujung kekerasan di Amerika Serikat (AS) dan kegelisahan hubungan Washington dan Beijing.

Dow Jones Industrial Average naik 91,91 poin, atau 0,36 persen menjadi 25.475, S&P 500 naik 11,42 poin, atau 0,38 persen menjadi 3.055 dan Nasdaq Composite naik 62,18 poin atau 0,66 persen hingga 9.552.

Baca juga: Wall Street Melemah di Tengah-tengah Kerusuhan dan Perang Dagang

Sebanyak ratusan pendemo ditangkap pada akhir pekan ketika para pengunjuk rasa dan polisi bentrok di hampir seluruh kota di AS setelah kematian George Floyd, pria kulit hitam tak bersenjata, oleh polisi Minneapolis. Menurut NBC News, aksi unjuk rasa meluas di 100 titik yang melibatkan puluhan ribu pemrotes.

Presiden Amerika Serikat Donald Trump dalam konferensi video Senin (1/6/2020) waktu setempat memerintahkan semua gubernur negara bagian untuk secara agresif membidik para perusuh yang menurutnya hanya pamer kekuatan.

Di sisi lain, Trump meninggalkan kesepakatan perdagangan dengan Tiongkok Jumat dan menyebut akan mengakhiri hak istimewa Hong Kong oeh Washington sebagai balasan Beijing yang memberlakukan Undang-Undang Keamanan baru di wilayah bekas koloni Inggris itu.

Merespons hal tersebut, Tiongkok telah meminta perusahaan milik negara untuk menghentikan pembelian kedelai dan daging babi dari AS. Demikian diungkapkan dua orang yang mengetahui masalah tersebut. "Retorika Trump terhadap Tiongkok dan hambatan perdagangan Hong Kong bisa jauh lebih buruk, hal itu yang melatarbelakangi kinerja bursa," kata analis pasar Raymond James.

Tanda-tanda rebound ekonomi karena pelonggraan lockdown membantu meningkatkan ekuitas. Sebuah survei bisnis resmi dari Tiongkok menunjukkan aktivitas pabrik tumbuh lebih lambat di bulan Mei, tetapi momentum di sektor jasa dan konstruksi meningkat.

Aktivitas manufaktur AS Mei mereda dari level terendah 11 tahun, meskipun pemulihan penuh akibat krisis Covid-19 dapat memakan waktu bertahun-tahun karena tingginya pengangguran.



Sumber: Reuters