Logo BeritaSatu

Permintaan Melemah, Inflasi Mei Hanya 0,07%

Selasa, 2 Juni 2020 | 12:04 WIB
Oleh : Herman / MPA

Jakarta, Beritasatu.com – Perkembangan harga berbagai komoditas pada Mei 2020 secara umum menunjukkan adanya kenaikan, namun kenaikannya sangat tipis. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, pada Mei 2020 terjadi inflasi sebesar 0,07% dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) sebesar 104,87.

Angka inflasi ini merupakan yang terendah sepanjang 2020, di mana pada Januari 2020 inflasinya sebesar 0,39%, Februari 0,28%, Maret 0,10%, dan April 0,08%. Sementara itu untuk inflasi tahun kalender 2020 sebesar 0,90%, sedangkan inflasi tahun ke tahun (Mei 2020 terhadap Mei 2019) sebesar 2,19%.

Kepala BPS Suhariyanto memaparkan, melambatnya inflasi Mei 2020 bisa terjadi karena beberapa faktor. Antara lain disebabkan oleh penurunan permintaan barang dan jasa karena adanya penurunan aktivitas masyarakat menyusul implementasi kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di sejumlah wilayah, serta adanya pelemahan daya beli rumah tangga.

“Inflasi Mei 2020 mengalami perlambatan dibandingkan bulan sebelumnya. Pola ini juga tidak biasa dibandingkan tahun-tahun sebelumnya, di mana pada Ramadan dan Idul Fitri tahun lalu yang berlangsung pada bulan Juni, inflasinya mencapai 0,55%,” papar Suhariyanto dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Selasa (2/6/2020).

Dari 90 kota IHK, 67 kota mengalami inflasi dan 23 kota mengalami deflasi. Inflasi tertinggi terjadi di Tanjung Pandan sebesar 1,20% dengan IHK sebesar 104,57 dan terendah terjadi di Tanjung Pinang, Bogor, dan Madiun masing-masing sebesar 0,01% dengan IHK masing-masing sebesar 102,62; 105,94; dan 103,20. Sementara deflasi tertinggi terjadi di Luwuk sebesar 0,39% dengan IHK sebesar 106,41 dan terendah terjadi di Manado sebesar 0,01% dengan IHK sebesar 104,63.

Suhariyanto menambahkan, inflasi 0,07% pada Mei 2020 terjadi karena adanya kenaikan harga yang ditunjukkan oleh naiknya sebagian besar indeks kelompok pengeluaran, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki sebesar 0,09%; kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,04%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,10%; kelompok kesehatan sebesar 0,27%; kelompok transportasi sebesar 0,87%; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan sebesar 0,08%; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya sebesar 0,06%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,08%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,12%.

Untuk kelompok pengeluaran yang mengalami deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,32%. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak mengalami perubahan, yaitu kelompok pendidikan.

Suhariyanto menjabarkan, beberapa komoditas yang mengalami kenaikan harga pada Mei 2020, antara lain bawang merah, daging ayam ras, ikan segar, daging sapi, udang basah, tempe, rokok kretek filter, bahan bakar rumah tangga, tarif angkutan udara, tarif kereta api, dan telepon seluler. Sementara komoditas yang mengalami penurunan harga, antara lain cabai merah, telur ayam ras, bawang putih, cabai rawit, bawang bombay, dan gula pasir.

Pada Mei 2020, dari 11 kelompok pengeluaran, 6 kelompok memberikan andil/sumbangan inflasi, 1 kelompok memberikan andil/sumbangan deflasi, dan 4 kelompok tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi nasional. Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/ sumbangan inflasi, yaitu: kelompok perumahan, air, listrik, gas, dan bahan bakar rumah tangga sebesar 0,01%; kelompok perlengkapan, peralatan, dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 0,01%; kelompok kesehatan sebesar 0,01%; kelompok transportasi sebesar 0,10%; kelompok penyediaan makanan dan minuman/restoran sebesar 0,01%; dan kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya sebesar 0,01%.

Kelompok pengeluaran yang memberikan andil/sumbangan deflasi, yaitu kelompok makanan, minuman, dan tembakau sebesar 0,08%. Sementara kelompok pengeluaran yang tidak memberikan andil/sumbangan terhadap inflasi nasional, yaitu kelompok pakaian dan alas kaki; kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan; kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya; dan kelompok pendidikan.

Sementara itu, Komponen inti pada Mei 2020 mengalami inflasi sebesar 0,06% atau terjadi kenaikan indeks dari 105,10 pada April 2020 menjadi 105,16 pada Mei 2020. Komponen yang harganya diatur pemerintah mengalami inflasi sebesar 0,67% dan komponen yang harganya bergejolak mengalami deflasi sebesar 0,50%.

Inflasi komponen inti, komponen yang harganya diatur pemerintah, dan komponen bergejolak untuk tahun kalender (Januari–Mei) 2020 masing-masing sebesar 0,84%; -0,05%; dan 2,23%, serta inflasi tahun ke tahun (Mei 2020 terhadap Mei 2019) masing-masing sebesar 2,65%; 0,28%; dan 2,52%.

Tidak hanya Indonesia, perlambatan inflasi juga terjadi di beberapa negara, bahkan mengalami deflasi. Pada April 2020, di Filipina terjadi deflasi -0,1%, Singapura deflasi -0,1%, Vietnam deflasi -1,5%, dan Tiongkok deflasi -0,9%.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: BeritaSatu.com

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

PTPP Gaet LG CNS Kembangkan Proyek Smart City di IKN

PTPP menjalin kolaborasi dengan LG CNS Company Limited (LG CNS), untuk mengembangkan proyek smart city di Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Grab Bantah Klaim Yusuf Mansur Jabat Posisi Komisaris

Grab Indonesia membantah pernyataan Ustaz Yusuf Mansur yang mengatakan dirinya merupakan salah satu Dewan Komisaris Grab Holdings Limited.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Transaksi Kripto di Indonesia Menurun, Apa yang Terjadi?

Total nilai transaksi kripto pada Januari-Agustus 2022 tercatat sebesar Rp 249,3 triliun atau turun 56,35% dibandingkan periode yang sama di tahun sebelumnya.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Kehadiran Bendungan Tapin Dongkrak Panen Petani Jadi 8 Ton

Bendungan Tapin selain berfungsi memperkuat ketahanan pangan dan mereduksi banjir, juga menjadi sumber air untuk pembangkit listrik serta obyek wisata.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Mungkinkah Oktober Jadi Bulan yang Baik untuk Pasar Kripto?

Pergerakan pasar kripto, terutama aset kripto berkapitalisasi besar seperti Bitcoin, kembali turun, membuat kalangan investor kripto sedikit muram.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Asuransi Aspan dan Pelni Kolaborasi Pengembangan Bisnis

Asuransi Aspan dan PT Pelni (Persero) menjalin kerja sama pemanfaatan jasa dan pengembangan potensi bisnis di antara kedua perusahan.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Tips Membuat Unit Apartemen Tampak Luas, Simak Langkahnya

Ukuran unit apartemen yang minimalis terkadang menjadi batu sandungan bagi mereka yang ingin membeli apartemen.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

OJK Optimistis Capai Target Inklusi Keuangan 90% di 2024

Friderica menyampaikan, Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah memasang target inklusi keuangan sebesar 90% di akhir 2024.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

Jokowi Ingatkan Dewan Direksi BPJS TK Hati-hati Kelola Dana

Presiden Jokowi mengingatkan Dewan Direksi BPJS Ketenagakerjaan untuk berhati-hati dalam mengelola dana.

EKONOMI | 7 Oktober 2022

PTBA Bangun PLTS Irigasi Sawah di Lampung Tengah

PTBA memulai pembangunan PLTS berkapasitas 42 kWp yang akan menyuplai listrik untuk 2 pompa irigasi yang mengairi sawah seluas 150 hektar.

EKONOMI | 7 Oktober 2022


TAG POPULER

# Jokowi Tak Salami Kapolri


# Banjir Jakarta


# MTsN 19 Jakarta


# Tersangka Tragedi Kanjuruhan


# Mamat Alkatiri


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Kabag Ops dan Kasat Samapta Polres Malang Belum Dicopot

Tersangka Tragedi Kanjuruhan, Kabag Ops dan Kasat Samapta Polres Malang Belum Dicopot

NEWS | 8 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings