Gara-gara Covid-19, Kunjungan Wisman Anjlok Hampir 90%

Gara-gara Covid-19, Kunjungan Wisman Anjlok Hampir 90%
Ilustrasi wisatawan mancanegara. (Foto: Antara / Muhammad Adimaja)
Herman / FMB Selasa, 2 Juni 2020 | 13:20 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pandemi Covid-19 semakin memukul sektor pariwisata di Indonesia. Hal ini terlihat dari jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) yang menurun sangat tajam. Di sisi lain, penurunan jumlah kunjungan wisman ini juga berdampak pada sektor-sektor pendukung pariwisata, seperti tingkat hunian kamar hotel dan sektor transportasi.

Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan, jumlah kunjungan wisman ke Indonesia pada April 2020 hanya mencapai 160.040 kunjungan. Jumlah ini terdiri atas wisman yang berkunjung melalui pintu masuk udara sebanyak 755 kunjungan, pintu masuk laut sebanyak 46.560 kunjungan, dan pintu masuk darat sebanyak 112.730 kunjungan.

Bila dibandingkan jumlah kunjungan wisman pada April 2019 yang berjumlah 1,27 juta kunjungan, jumlah kunjungan wisman pada April 2020 turun sebesar 87,44%. Sedangkan jika dibandingkan dengan Maret 2020, jumlah kunjungan wisman April 2020 juga mengalami penurunan sebesar 66,02%.

Baca juga: Akibat Covid-19, Agen Perjalanan Wisata Rugi Rp 15 Triliun

“Penurunan kunjungan wisman ini terjadi hampir di seluruh pintu masuk besar, bahkan ada yang mencapai 95% hingga hampir 100%. Tentunya ini perlu diwaspadai karena akan berdampak pada sektor-sektor pendukung pariwisata, seperti tingkat hunian kamar hotel, sektor transportasi, industri ekonomi kreatif, perdagangan, dan sebagainya,” kata Kepala BPS Suhariyanto dalam live streaming perkembangan pariwisata Indonesia, Selasa (2/6/2020).

Dari 160.040 kunjungan wisman tersebut, Suhariyanto memaparkan wisman yang datang dari wilayah Afrika memiliki persentase penurunan paling besar dibanding April 2019, yaitu sebesar 99,41%, sedangkan persentase penurunan paling kecil terjadi pada wisman yang datang dari wilayah Asia selain ASEAN, yaitu sebesar 79,41%.

Sementara menurut kebangsaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia paling banyak berasal dari Tim0r Leste sebanyak 83.550 kunjungan (52,20%), diikuti Malaysia 62.360 kunjungan (38,96%), Singapura 2.140 kunjungan (1,34%), Tiongkok 1.650  kunjungan (1,03%), dan Filipina 1.450 kunjungan (0,90%).

“Kunjungan wisman paling banyak datang dari Timor Leste. Sementara negara-negara lainnya turun sangat dalam. Dari data ini bisa dilihat betapa besarnya dampak Covid-19 terhadap sektor pariwisata,” kata Suharyanto.

Secara kumulatif (Januari–April 2020), wisman yang datang dari wilayah Asia selain ASEAN memiliki persentase penurunan paling tinggi, yaitu sebesar 48,58% dibanding periode yang sama tahun sebelumnya, sedangkan wilayah Timur Tengah memiliki persentase penurunan paling kecil sebesar 31,48%.

Sementara menurut kebangsaan, kunjungan wisman yang datang ke Indonesia selama Januari–April 2020 paling banyak berasal dari wisman berkebangsaan Malaysia sebanyak 546.340 kunjungan (19,74%), diikuti Timor Leste sebanyak 360.950 kunjungan (13,04%), Singapura 265.190 kunjungan (9,58%), Australia 249.050 kunjungan (9,00%), dan Tiongkok 198.290 kunjungan (7,17%).

“Bila dikumulatifkan, jumlah kunjungan wisman pada Januari–April 2020 mencapai 2,77 juta kunjungan atau turun 45,01% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang berjumlah 5,03 juta kunjungan. Angka ini masih tertolong kunjungan wisman pada Januari karena ada perayaan Imlek dan Tahun Baru,” kata Suhariyanto.

Salah satu sektor yang terdampak dari penurunan kunjungan wisman ini adalah Tingkat Penghunian Kamar (TPK), di mana TPK hotel klasifikasi bintang di Indonesia pada April 2020 mencapai rata-rata 12,67% atau turun 41,23 poin dibandingkan TPK April 2019 yang sebesar 53,90%. Selain itu, jika dibanding dengan TPK Maret 2020 yang tercatat 32,24%, TPK April 2020 juga mengalami penurunan sebesar 19,57 poin.



Sumber: BeritaSatu.com