Kemhub Gandeng Akademisi Bahas Kesiapan Transportasi Hadapi Kenormalan Baru

Kemhub Gandeng Akademisi Bahas Kesiapan Transportasi Hadapi Kenormalan Baru
Warga menggunakan masker saat menggunakan angkutan TransJakarta, di Jakarta, Minggu, 17 Mei 2020. Terjadinya pandemi Covid-19 telah menurunkan angka pengguna angkutan umum di area Jabodetabek. Penurunan besar terjadi setelah diterapkannya PSBB. Untuk layanan TransJakarta, mengalami penurunah hingga 90%, Padahal di bulan Januari 2020 ketika kondisi masih normal, TransJakarta bisa mengangkut penumpang mencapai 840 ribu orang/hari. (Foto: Beritasatu Photo / Ruht Semiono)
Lona Olavia / FMB Selasa, 2 Juni 2020 | 14:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perhubungan (Kemhub) melalui Badan Litbang Perhubungan (Balitbanghub) menggali masukan dari seluruh stakeholder termasuk para akademisi dari beberapa perguruan tinggi seperti UI, ITB, UGM, dan ITS dalam rangka menyiapkan kebijakan di sektor transportasi menghadapi situasi kenormalan baru yang akan diterapkan pasca kondisi pandemi Covid-19 semakin membaik.

“Kolaborasi antara lembaga pemerintah dan unsur terkait seperti para akademisi dari Perguruan Tinggi menjadi kunci utama dalam mendukung kesiapan penerapan tatanan kehidupan baru pada sektor transportasi,” ujar Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi saat membuka diskusi bertema “Kolaborasi Merespons Dampak Pandemi COVID-19 Dan Strategi Recovery Pada Tatanan Normal Baru Di Sektor Transportasi” yang di laksanakan secara daring, Selasa (2/6).

Pandemi Covid-19, jelasnya menimbulkan dampak yang sangat signifikan, terutama pada sektor transportasi. Strategi pemulihan harus segera disusun agar dampaknya dapat segera dimitigasi. Secara khusus Presiden Joko Widodo telah memberikan gambaran pola kehidupan baru dimana masyarakat dapat kembali beraktivitas dengan produktif namun tetap aman dari penularan Covid-19 dengan menerapkan protokol kesehatan.

Mengantisipasi hal tersebut, Kemhub perlu segera menyusun strategi transportasi di era kenormalan baru dengan mempertimbangkan berbagai aspek dan mendengarkan masukan dari seluruh stakeholders.

Kepala Badan Pengembangan dan Penelitian (Litbang) Perhubungan Umiyatun Hayati mengatakan, Kemhub akan mendengarkan segala masukan yang akan menjadi pertimbangan dalam menyusun strategi – strategi ataupun langkah – langkah yang harus disiapkan di sektor transportasi dalam situasi kenormalan baru, baik dari akademisi, para ahli kesehatan, para operator transportasi, dan stakeholders lainnya, termasuk dari anggota masyarakat.

Khusus dari diskusi bersama para akademisi ini, Kementerian Perhubungan berharap didapatkan pokok-pokok penelitian yang nantinya dapat dijadikan acuan untuk menyusun kebijakan di bidang transportasi dan dapat mengindentifikasi potensi dan permasalahan yang akan terjadi dan untuk selanjutnya akan dirumuskan langkah-langkah strategis yang perlu diambil.

“Pertemuan ini nantinya akan ditindak lanjuti dengan rangkaian diskusi dan joint research sehingga dalam jangka pendek diharapkan dapat memberikan masukan tentang evaluasi kebijakan dan persiapan new normal,” ucap Hayati. 



Sumber: BeritaSatu.com