Pandemi Covid-19, Potensi Kerugian Sektor MICE Hingga Rp 6,94 Triliun

Pandemi Covid-19, Potensi Kerugian Sektor MICE Hingga Rp 6,94 Triliun
Ilustrasi meeting room (Foto: istimewa / istimewa)
Herman / YUD Selasa, 2 Juni 2020 | 17:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Pandemi Covid-19 turut memengaruhi industri MICE (Meeting Incentive Convention and Exhibition) di Indonesia. Sebagian besar kegiatan pertemuan atau pameran harus ditunda untuk menghindari penyebaran Covid-19 yang semakin meluas.

Baca juga: Jokowi Minta Promosi Wisata dan MICE Ditingkatkan

Direktur Wisata Pertemuan dan Pameran Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Iyung Masruroh menyampaikan, 96,43% acara di 17 provinsi harus ditunda, dan 84,20% lainnya dibatalkan. Adapun potensi deposit loss di seluruh Indonesia mencapai minimal Rp 898 miliar dan maksimal Rp 2,64 triliun. Sedangkan pekerja industri kratif yang terdampak sebanyak 54.871 – 90.463 pekerja, sehingga potensi kerugiannya ditaksir mencapai Rp 2,69 triliun hingga Rp 6,94 triliun.

“Dari data yang diperoleh berbagai venue, ada 96% lebih acara yang ditunda dan 84% dibatalkan. Kalau pun itu ditunda di tahun 2021, itu kami anggap sebagai batal, karena di tahun ini tidak bisa dilaksanakan,” kata Iyung Masruroh dalam acara diskusi ‘Masa Depan industri MICE Pascapandemi Covid-19’ yang digelar Katadata melalui webinar, Selasa (2/6/2020).

Baca juga: ICCA Indonesia Committee Gelar Forum MICE Internasional

Berdasarkan data International Congress and Convention Association (ICCA), Iyung menyampaikan posisi Indonesia dalam industri MICE berdasarkan jumlah meeting sebetulnya juga tidak terlalu menggembirakan. Pada 2018 berada di peringkat 36 dengan jumlah meeting sebanyak 122, sementara di 2019 menurun ke peringkat 41 dengan jumlah meeting 95.

Baca juga: INCCA: Wamen Parekraf Angela Bisa Koordinasikan Pengembangan MICE

Sementara itu berdasarkan dari jumlah delegasi, Indonesia menduduki peringkat keempat di ASEAN setelah Thailand, Singapura dan Malaysia. Di Indonesia sendiri, destinasi yang dianggap sudah baik secara infrastruktur maupun aksesibilitas untuk menyelenggarakan MICE antara lain Bali, Bandung, Jakarta, Makassar, Medan, Surabaya, dan Yogyakarta.

“Ketika kita sudah mulai mencoba untuk bangkit dan membuat Indonesia sebagai destinasi MICE yang bisa bersaing, datanglah Covid-19. Pandemi ini memang sangat besar dampaknya, karena yang namanya MICE itu adalah event kumpul-kumpul yang memang dilarang,” kata Iyung.



Sumber: BeritaSatu.com