8 Fintech AFPI Kantongi Izin Usaha dari OJK

8 Fintech AFPI Kantongi Izin Usaha dari OJK
Ilustrasi "fintech". (Foto: Antara)
Herman / FMB Selasa, 2 Juni 2020 | 17:07 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Delapan anggota Asosiasi Fintech Pendanaan Bersama Indonesia (AFPI) resmi memperoleh izin usaha terbaru dari Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Mereka adalah Pinjam Modal (PT Finansial Integrasi Teknologi), Taralite (PT Indonusa Bara Sejahtera), Danarupiah (PT Layanan Keuangan Berbagi), Pinjamwinwin (PT Progo Puncak Group), Julo (PT Julo Teknologi Finansial), Indodana (PT Artha Dana Teknologi), Awantunai (PT SimpleFi Teknologi Indonesia) dan Alami (PT Alami Fintek Sharia).

Dengan tambahan tersebut, total sudah ada 33 penyelenggara fintech peer to peer (P2P) lending yang mengantongi lisensi dari OJK, dari total anggota AFPI saat ini sebanyak 161 perusahaan, sedangkan sisanya berstatus terdaftar di OJK.

Ketua Umum AFPI, Adrian Gunadi berharap agar penerimaan izin usaha dari 8 member AFPI kali ini dapat menginspirasi member lainnya yang masih berproses.

"Untuk menjadi penyelenggara fintech P2P lending harus comply terhadap regulasi dan aturan dari OJK maupun dari asosiasi demi menjaga kredibilitas industri,” kata Adrian dalam acara konferensi pers yang digelar AFPI secara virtual, Selasa (2/6/2020).

Adrian menambahkan, pemberian izin usaha dari OJK menandakan kredibilitas industri fintech P2P lending semakin tinggi. Hal ini terlihat dari meningkatnya angka penyaluran pinjaman dari seluruh anggota AFPI kepada masyarakat. Berdasarkan data OJK per Maret 2020, akumulasi penyaluran pinjaman Fintech P2P Lending naik 208,83% menjadi Rp 102,53 triliun dari posisi periode yang sama tahun lalu.

Status izin usaha diberikan kepada platform terdaftar di OJK yang telah memenuhi sejumlah persyaratan, seperti keamanan sistem informasi berupa ISO 27001, yang merupakan standar internasional dalam menerapkan sistem manajemen keamanan informasi.

Pembiayaan Meningkat
Ketua Harian AFPI Kuseryansyah menambahkan, selama masa pandemi Covid-19 ini secara umum penurunan pembiayaan terjadi hampir pada sebagian besar platform penyelenggara fintech P2P lending. Namun ada beberapa sektor yang terjadi peningkatan penyaluran pembiayaan seperti distribusi pada healthcare, utamanya pada UMKM farmasi, obat-obatan dan alat pendukung kesehatan. Begitu juga sektor yang terkait distribusi pangan, produk agrikultur dan makanan kemasan yang memiliki perkembangan positif.

“Di masa wabah Covid-19 ini, ada kabar gembira dari beberapa platform yang tetap mencatatkan pertumbuhan pencairan. Dengan kekuatan inovasi produk dan adaptasi dari artificial intelligent (credit scoring) dalam pengelolaan risiko, mereka masih mencatatkan pertumbuhan spektakuler hingga lebih dari 100%. Tentu saja, hal tersebut dimungkinkan karena dukungan dari lender mereka, baik institusional maupun individual,” ujar Kuseryansyah.

Kuseryansyah menambahkan industri fintech P2P lending akan menjaga kinerja pada masa pandemi ini dan selektif menyalurkan pembiayaan. Sehingga diharapkan dapat menjaga peran aktif fintech P2P lending dalam menjangkau pembiayaan bagi masyarakat yang selama ini belum tersentuh lembaga keuangan.



Sumber: BeritaSatu.com