Pelita Samudera Raih Kontrak Jangka Panjang Inalum

Pelita Samudera Raih Kontrak Jangka Panjang Inalum
Kapal Daidan Mustikawati milik PT Pelita Samudera Shipping Tbk (Foto: Istimewa / -)
Lona Olavia / FMB Selasa, 2 Juni 2020 | 20:36 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - PT Pelita Samudera Shipping Tbk (PSSI) mencatat total pendapatan usaha sebesar US$ 19,3 juta di kuartal I 2020, meningkat US$ 1,6 juta atau 9% dari periode yang sama tahun lalu. Kontribusi kenaikan pendapatan terbesar dari segmen Bulk Carrier (MV) dengan kenaikan volume sebesar 80% dan tarif angkutan rata-rata yang lebih tinggi sebesar US$ 2,6 per metrik ton.

Keempat unit MV yang dibeli di 2019 juga telah beroperasi penuh di 2020. Alhasil, total pendapatan sewa berjangka naik signifikan sebesar 487% menjadi US$ 2,9 juta dari US$ 495.000 di kuartal I 2019. Total volume dari segmen Floating Loading Facility (FLF), Kapal Tunda dan Tongkang (TNB) dan MV di kuartal-I 2020 mencapai 7,5 juta metrik ton. Total aset sebesar US$ 140,7 juta.

Sekretaris Perusahaan PSSI Imelda Agustina Kiagoes menyebutkan, perseroan mencetak laba bersih sebesar US$ 1,1 juta di kuartal I 2020, dibandingkan US$ 2,2 juta di kuartal I 2019. “Terdapat kerugian selisih kurs yang belum direalisasi sebesar US$ 641.000 akibat depresiasi mata uang rupiah, serta kerugian instrumen derivatif yang belum direalisasi sebesar US$ 567.000,” katanya dalam siaran pers, Selasa (2/6/2020).

Ditengah perlambatan perekonomian global dan regional akibat pandemi, perseroan memiliki posisi likuiditas baik dengan rasio lancar sebesar 0,72 kali. Perseroan pun berhasil mendapatkan kontrak jangka panjang di kuartal I 2020 untuk pengangkutan aluminium dengan Inalum, perusahaan BUMN peleburan aluminium terbesar di Indonesia.

“Di bulan Maret 2020, untuk pertama kalinya perseroan juga mengangkut tembaga dari Amman Mineral (sebelumnya PT Newmont Nusa Tenggara) dan pasir besi dari Kalimantan ke Papua dengan kapal MV. Peraihan kontrak ini sejalan dengan strategi target diversifikasi bisnis sejak 2019 dan Perseroan telah sukses mengembangkan basis pelanggan dari batu bara ke sektor energi yang lain,” tutupnya. 



Sumber: BeritaSatu.com