Harga Minyak Menguat Hampir 4% Jelang Pertemuan OPEC+

Harga Minyak Menguat Hampir 4% Jelang Pertemuan OPEC+
Ilustrasi produksi minyak (Foto: Istimewa)
Whisnu Bagus Prasetyo / WBP Rabu, 3 Juni 2020 | 05:38 WIB

New York, Beritasatu.com - Harga minyak mentah pada perdagangan Selasa (3/6/2020) yakni acuan Amerika Serikat (AS) West Texas Intermediate (WTI) naik US$ 1,37, atau 3,87 persen menjadi US$ 36,81 per barel. Sementara minyak mentah Brent acuan internasional naik 2,7 persen atau US$ 1,04, menjadi US$ 39,36 per barel.

Kenaikan harga minyak di tengah ekspektasi produsen utama setuju memperpanjang pengurangan produksi selama konferensi video yang kemungkinan diadakan minggu ini. Sentimen positif lainnya adalah sejumlah negara bagian AS mulai memulai kembali aktivitas ekonominya setelah penguncian akibat corona.

Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan lainnya termasuk Rusia, OPEC+, tengah mempertimbangkan memperpanjang pengurangan produksi sebesar 9,7 juta barel per hari (bpd), atau sekitar 10 persen dari produksi global, Juli atau Agustus, dalam sebuah pertemuan yang diharapkan digelar pada 4 Juni.

"Kemungkinan besar, OPEC+ memperpanjang pemotongan saat ini hingga 1 September, dengan pertemuan yang ditetapkan sebelum itu untuk memutuskan langkah selanjutnya," kata kepala riset komoditas Citi, Edward Morse.

Baca juga: Kerusuhan Tak Digubris, Bursa AS Lanjutkan Penguatan

Semula OPEC+ berencana melakukan pemotongan produksi hingga Mei dan Juni, turun menjadi 7,7 juta barel per hari dari Juli hingga Desember.

"Arab Saudi telah mendorong untuk menjaga pemotongan lebih dalam dan lebih lama," kata sumber.

Di sisi lain, pembukaan kembali bisnis secara bertahap di banyak negara bagian AS dan negara-negara di seluruh dunia mendorong harga minyak.

“Ketika ekonomi terbuka, semakin banyak orang di jalan. Itu akan bagus untuk minyak mentah," kata analis energi Mizuho Bob Yawger, di New York.

Permintaan bensin yang terus meningkat di AS dan penurunan persediaan minyak mentah di pusat penyimpanan minyak di Cushing, Oklahoma, juga telah mendukung harga.

Kelompok industri American Petroleum Institute akan merilis laporan persediaan minyak mingguannya Rabu.



Sumber: CNBC