Industri Padat Karya Jadi Perhatian Pemulihan Ekonomi

Industri Padat Karya Jadi Perhatian Pemulihan Ekonomi
Aktivitas produksi di industri tekstil dan produk tekstil (TPT). (Foto: Dok)
Novy Lumanauw / WBP Rabu, 3 Juni 2020 | 10:42 WIB

Jakarta, Beritasatu.com– Presiden Joko Widodo (Jokowi) menegaskan bahwa aktivitas industri padat karya harus menjadi perhatian dalam program pemulihan dan pertumbuhan ekonomi sehingga memberi manfaat nyata bagi pelaku usaha. Kebijakan tersebut wajib dilaksanakan untuk mencegah terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) secara massal.

Akibat pandemi Covid-19, terjadi penurunan produktivitas industri rata-rata mencapai 50 persen secara agregat. “Ini penting dan mencegah terjadinya PHK, serta mampu mempertahakan daya beli para pekerja dan karyawannya. Sektor industri padat karya perlu menjadi perhatian,” kata Presiden Jokowi saat memimpin rapat terbatas melalui video conference yang membahas tentang penetapan program pemulihan ekonomi nasional (PEN) dan perubahan postur APBN Tahun 2020 di Istana Merdeka, Jakarta, Rabu (3/6/2020).

Baca juga: Jokowi: Pertumbuhan Ekonomi Jangan Sampai Minus

Ia mengatakan, pemerintah harus berhati-hati dalam penanganan industri padat karya karena sektor ini menampung tenaga kerja yang sangat banyak. “Guncangan pada sektor ini akan berdampak pada pekerja dan ekonomi keluarganya,” kata Presiden Jokowi.

Sebelumnya, Ketua Umum Himpunan Kawasan Industri (HKI) Sanny Iskandar mengatakan, pandemi Covid-19 menyebabkan terjadinya penurunan produktivitas industri rata-rata 50 persen secara agregat.



Sumber: BeritaSatu.com